Page 13 - KELAS VIII AGAMA HINDU
P. 13
dan terpengaruh avidya sehingga terlihat seperti tidak kekal. Dalam hubungannya dengan
maya, ātmān itu seolah-olah terkurung atau terbelenggu. Sehingga ātmān memiliki tiga fungsi,
yaitu:
1. Sumber hidup citta dan sthula sariranya makluk. Citta adalah alam pikiran, meliputi
pikiran atau akal, perasaan kemauan inderanya dan instuisi. Sedangkan sthula sarira
adalah badan wadah seperti darah, daging, tulang, lender, otot, sumsum, otak, dan
sebagainya.
2. Bertanggung jawab atas baik buruk atau amal dosa dari segala karmawasananya makluk
yang bersangkutan.
3. Menjadi tenaga hidup dari suksma sarira(badan halus)nya makluk yang bersangkutan
A. Masuknya Ātmān dalam Kandungan
Karmana daiva netrena jantur dehopapattaye stryah pravista udaram pumsa retah kanasrayah,
Bhagavata Purana 3.31.1
Di bawah pengawasan Tuhan Yang Maha Esa dan sesuai dengan perbuatan (karma) nya, sang
makhluk hidup (jīva) dimasukkan ke dalam rahim sang ibu (oleh para Deva pengendali urusan
material dunia fana) melalui mani sang ayah untuk memperoleh badan jasmani baru tertentu
Sang Jiwa memperoleh badan jasmani dan tumbuh berkembang dalam rahim sang ibu.
Bhagavata Purana 3.31.2- 4 dan 10
Dengan memperoleh gizi dari makanan dan minuman yang di-konsumsi si ibu, sang jiva dalam
janin tumbuh didalam rahim sang ibu, tetapi dalam kondisi sengsara karena: Ia tinggal dalam
rahim ibu bagaikan seekor burung dalam sangkar yang tidak bisa bergerak bebas. Ia tinggal
dalam rahim ibu yang bagaikan ruangan amat sempit. Ia tinggal dalam rahim ibu yang amat
13