Page 155 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 155
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Konsekuensi lebih berdampak luas lainnya adalah bahwa pada tingkat MA,
jurusan-jurusan yang dikembangkan juga mengikuti pola penjurusan yang ada
pada SMU/SMA, khususnya IPA, IPS, Bahasa dan Ketrampilan, seperti terlihat
pada data di atas. Hasilnya, jurusan-jurusan inilah yang kemudian dominan
di MA, termasuk MA yang ada di pesantren. Bahkan kemudian juga populer
MA yang lebih menekankan pada ketrampilan, sehingga lebih merupakan
‘vocational schools’.
Sebaliknya, MA PK (atau MA-K) yang pernah menjadi ‘pilot project’ Menteri
Agama Munawir Sjadzali (untuk melahirkan kader-kader ulama) justru semakin
terpinggirkan. Apalagi ketika MA PK ini tidak terdapat dalam nomenklatur
UU Pendidikan Nasional 1989 dan 2003. Nasib tragis dialami MA PK, ketika
Departemen Agama beberapa tahun lalu menghapuskan MA PK dan
menjadikannya sebagai jurusan belaka pada sistem MA yang telah didominasi
jurusan-jurusan umum—inilah marjinalisasi tafaqquh fid-ddin pada tingkat MA
yang menimbulkan dampak luar biasa terhadap perguruan tinggi Islam dalam
bentuk sangat berkurangnya input calon mahasiswa untuk ‘jurusan/prodi
agama’ di STAIN, IAIN, dan UIN serta PTAIS.
Sekolah Islam: Sekolah Elit
Sekolah Islam—di samping madrasah—hampir bisa dipastikan merupakan salah
Penting segera
satu dari sekian banyak lembaga pendidikan Islam yang mengalami kemajuan dikatakan, fenomena
fenomenal dalam sekitar tiga dasawarsa terakhir. Kemajuan itu tidak hanya sekolah Islam—sekali
mengubah lanskap kelembagaan Islam di negeri ini, bahkan mempengaruhi lagi di samping
dinamika Islam di Indonesia secara keseluruhan. madrasah—bukan
sekedar gejala 1980-an
atau 1990-an. Sekolah
Saya mengamati, meneliti dan mengkaji perkembangan dan dinamika sekolah- Islam telah muncul jauh
sekolah Islam sejak 1980an dan pernah mempresentasikan makalah tentang sebelumnya; persisnya
pada awal abad ke-
lembaga pendidikan ini pada sebuah konperensi EUROSEAS di Hamburg di akhir 20 ketika gelombang
1990an. Tentu saja, sejak milenium baru 2000 terus terjadi banyak perubahan modernisme
pada sekolah Islam dan lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya; satu kata Islam menemukan
momentumnya di
kunci yang menandai perubahan itu adalah semakin meningkatnya kualitas dan negeri ini.
daya tarik sekolah-sekolah tersebut.
139

