Page 153 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 153
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
dari 1.168 (10,8 % negeri) dan 9.624 (89,2 % swasta); 3,772 MA yang terdiri
dari 577 (15,3 % negeri) dan 3.195 (84,7 % swasta). Secara keseluruhan, hanya
8,5 persen madrasah negeri; sedangkan swasta 91,5 persen. Khusus untuk MA,
terdapat penjurusan: Sosial 3.197 (84,8 %); Eksakta 1.169 (31,0 %); Bahasa
301 (8 %); Keagamaan 746 (19,8 %). Sedangkan MA yang menyelenggarakan
Ketrampilan ada 672 (17,8 %). Adapun jumlah total murid ketiga tingkatan
madrasah adalah 6.022.965; rinciannya, siswa MI 3.152.665 atau 12,1 %
persen anak usia sekolah 7-12 tahun; siswa MTs 2.129.564 atau 15,9 persen
anak usia sekolah 13-15 tahun; dan siswa MA 744.736 atau 5,7 persen jumlah
anak usia sekolah 16-18 tahun. Bisa dipastikan angka-angka ini terus meningkat
pada tahun-tahun berikutnya .
Semua pencapaian madrasah itu—baik secara kualitatif maupun kuantitatif—
tidak terlepas dari dinamika pendidikan madrasah sejak 1970an, khususnya.
Perkembangan itu pada gilirannya menimbulkan transformasi madrasah yang
sangat fenomenal; dan transformasi itu hampir bisa dipastikan terjadi hanya di
Indonesia, tidak di negara-negara Muslim lain, seperti terungkap dalam tulisan
Azra, Dina Afrianty dan Hefner (2007) dalam buku suntingan Hefner dan Zaman
yang disebut di atas. Gejala paling jelas adalah bahwa madrasah dalam beberapa
dasawarsa terakhir kian terlibat dalam pendidikan umum; bahkan juga dalam
upaya pembangunan bangsa untuk kemajuan dan kewargaan kultural.
Atas dasar itu, Azra dkk menyimpulkan, sistem pendidikan Islam Indonesia
termasuk ke dalam rangking sistem pendidikan paling terbuka dan inovatif di
dunia. Hal ini agaknya masih kurang diketahui dan disadari banyak kalangan
dunia pendidikan Indonesia sendiri maupun para pengamat dan peneliti asing.
Madrasah Aliyah Negeri 2,
Jl. Dr. Radjiman No 2 Surakarta.
Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.
137

