Page 150 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 150
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Al-Azhar, Kairo, sering disebut sebagai salah satu madrasah (college) tertua,
Perkembangan atau bahkan sebagai universitas tertua di dunia; dan sekaligus sebagai lembaga
madrasah Indonesia
sangat menarik. Sejarah dakwah. Berabad-abad memiliki otoritas keagamaan dan keilmuan yang kuat,
panjang madrasah Presiden Nasser menasionalisasi al-Azhar sejak 1960-an, menjadikannya sebagai
sebelum kemunculan lembaga semi-pemerintah. Akibatnya, otoritasnya mengalami kemerosotan.
‘wajah baru’-nya Tetapi sejak beberapa dasawarsa terakhir, al-Azhar berusaha kembali bangkit,
adalah sejarah tentang
keterpinggiran dan seperti dikemukakan Malika Zeghal dalam The Re-centering of Religious
keterbelakangan Knowledge and Discourse: The Case of al-Azhar in Twentieth-Century Egypt
sejak dasawarsa- (2007). 6
dasawarsa awal
abad ke-20 di bawah
kekuasaan Belanda Perkembangan madrasah Indonesia sangat menarik. Sejarah panjang madrasah
sampai tercapainya sebelum kemunculan ‘wajah baru’-nya adalah sejarah tentang keterpinggiran
kemerdekaan pada dan keterbelakangan sejak dasawarsa-dasawarsa awal abad ke-20 di bawah
1945.
kekuasaan Belanda sampai tercapainya kemerdekaan pada 1945.
Tetapi sejak awal 1970-an, berkat Menteri Agama, Profesor A Mukti Ali, merintis
jalan ke arah transformasi madrasah—dan juga perguruan tinggi Islam. Dan,
momentum itu, dalam berbagai kesempatan saya sebut sebagai mainstreaming
of Islamic education—pengarusutamaan pendidikan Islam; tegasnya, dari yang
semula berada di pinggiran menuju ke ‘tengah’, ke dalam arus utama pendidikan
nasional Indonesia secara keseluruhan.
Madrasah di Timur Tengah—khususnya tipikal klasik, yang hampir sebangun
dengan pesantren salafi (tradisional) di Indonesia—jelas merupakan salah satu
kelembagaan otoritas ulama. Madrasah tipikal klasik yang masih bertahan dalam
Suasana Masjid Al-Azhar tahun
1880. Masjid ini tidak hanya
diperuntukkan sebagai tempat
solat tetapi juga digunakan
sebagai tempat belajar mengajar.
Sumber: A.M. Fachri. 2010. Jauh di Mata
Dekat di Hati: Potret Hubungan Indonesia-
Mesir. Kedutaan Besar Indonesia Cairo.
134

