Page 157 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 157
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Perguruan Islam Al-Izhar, Pondok
Labu Jakarta adalah contoh
sekolah yang dikelola secara
profesional, dengan sumber daya
manusia dan dukungan finansial
yang baik. Sekolah ini berdiri
pada 11 Maret 1987.
Sumber: Dokumen Sekolah Al-Izhar, Pondok
Labu, Jakarta.
kualitas pendidikannya. Tidak heran pula kalau sekolah-sekolah ini menjadi
sekolah-sekolah favorit dan sekaligus menjadi sekolah ‘elit’. Perlahan tapi pasti
pula, kian banyak kalangan menengah ke atas—orang kaya dan pejabat—
mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah seperti ini. Dan, tidak Sekolah-sekolah
terelakkan lagi, sekolah-sekolah menjadi simbol status baru khususnya bagi Islam ini disebut ‘elit’,
keluarga-keluarga kelas menengah Muslim yang sedang dan terus bangkit sejak ‘unggulan’ atau ‘plus’
1980-an. karena beberapa
alasan: Pertama,
sekolah-sekolah ini
Dengan perkembangan semacam itu, situasi sosiologis umat Islam sepanjang menerima siswa-
dasawarsa 1990-an—seperti diisyaratkan di atas—membukakan peluang yang siswanya secara sangat
kompetitif, baik dari
lebih besar bagi munculnya eksperimen-eksperimen baru dalam pendidikan Islam segi kemampuan
untuk meningkatkan kualitasnya. Sejak dasawarsa terakhir abad 20 tersebut, akademis maupun
muncullah sekolah-sekolah Islam swasta yang dalam perkembangannya disebut keuangan; kedua, guru-
guru yang mengajar
sebagai ‘sekolah Islam plus’, ‘sekolah Islam unggulan’, dan bahkan ‘sekolah elit’ juga diterima melalui
Islam/Muslim”, semacam Sekolah Islam al-Azhar, al-Izhar, Muthahhari, Insan penyaringan dan seleksi
Cendekia, Madania, Dwiwarna, dan banyak lagi. yang sangat kompetitif;
ketiga, sekolah-sekolah
ini memiliki berbagai
Seperti saya kemukakan , sekolah-sekolah Islam ini disebut ‘elit’, ‘unggulan’ prasarana dan sarana
10
atau ‘plus’ karena beberapa alasan: Pertama, sekolah-sekolah ini menerima pendidikan yang jauh
lebih baik dan lebih
siswa-siswanya secara sangat kompetitif, baik dari segi kemampuan akademis lengkap dibandingkan
maupun keuangan; kedua, guru-guru yang mengajar juga diterima melalui sekolah-sekolah Islam,
madrasah dan bahkan
penyaringan dan seleksi yang sangat kompetitif; ketiga, sekolah-sekolah ini sekolah-sekolah negeri
memiliki berbagai prasarana dan sarana pendidikan yang jauh lebih baik dan lainnya.
lebih lengkap dibandingkan sekolah-sekolah Islam, madrasah dan bahkan
sekolah-sekolah negeri lainnya. Dengan berbagai latar belakang seperti ini,
tidak heran, kalau kemudian para siswanya juga memiliki kualitas lebih baik dan
lebih unggul.
141

