Page 351 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 351
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Meskipun dibayang-bayangi oleh konflik horizontal dan berbagai kekerasan
sektarian umat Islam berhasil meneguhkan jatidirinya dalam menciptakan
kedamaian di Indonesia. Kesadaran tinggi umat Islam baik yang berjuang dalam
partai politik maupun melalui organisasi-organisasi keagamaan dan lembaga-
lembaga swadaya masyarakat (LSM) telah memberikan kontribusi besar kepada
bangsa Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia untuk melewati
masa-masa sulit dalam fase transisi demokrasi menuju konsolidasi demokrasi.
Keberhasilan Abdurahman Wahid (mantan ketua PBNU) sebagai representasi
kekuatan umat Islam dalam menduduki posisi tertinggi sebagai presiden
Republik Indonesia tahun 1999 merupakan salah satu capaian politik umat Islam
Indonesia. Demikian juga terpilihnya Amin Rais (mantan ketua Muhammadiyah)
sebagai ketua MPR RI (1999-2004) dan Akbar Tanjung (mantan ketua PB HMI)
sebagai ketua DPR RI (1999-2004) telah memberikan indikasi kuat bahwa Islam
telah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan politik di Indonesia. Keberhasilan
Abdurahman Wahid
(mantan ketua PBNU)
Kedua, masa konsolidasi demokrasi (2004-sekarang). Pemilu 2004 merupakan sebagai representasi
tonggak dari proses konsolidasi demokrasi di Indonesia. Penguatan peran kekuatan umat Islam
civil society yang didukung oleh kelompok Islam menandai masa konsolidasi dalam menduduki
demokrasi ini. Secara perlahan berbagai konflik horizontal yang timbul dalam posisi tertinggi sebagai
presiden Republik
masa transisi mulai dapat diatasi. Menariknya, partai-partai Islam pun mulai Indonesia tahun
berkembang menjadi partai-partai yang terbuka, bergerak ke tengah dan 1999 merupakan
berwawasan kebangsaaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia salah satu capaian
politik umat Islam
(NKRI). Pada Pemilu 2004 peran umat Islam dalam politik juga sangat besar. Indonesia. Demikian
Hidayat Nurwahid, mantan Presiden PKS terpilih menggantikan posisi Amien juga terpilihnya Amin
Rais sebagai ketua MPR. Rais (mantan ketua
Muhammadiyah)
sebagai ketua MPR
Pemilu 2009 telah menghasilkan delapan partai yang memenuhi batas RI (1999-2004) dan
Akbar Tanjung
persyaratan (parliamentary threshold) guna mengantarkan wakil-wakilnya ke (mantan ketua PB HMI)
Senayan. Partai-partai itu adalah Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Demokrasi sebagai ketua DPR
Indonesia Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, RI (1999-2004) telah
memberikan indikasi
Partai Persatuan Pembangunan, Partai Gerindra dan Partai Hanura. Dua partai kuat bahwa Islam telah
berasaskan Islam (PKS dan PPP) serta dua partai berbasiskan umat Islam (PKB menjadi bagian tidak
dan PAN) berkoalisi dengan Partai Demokrat dan berhasil mendukung Susilo terpisahkan dalam
Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI dan Boediono sebagai Wakil Presiden kehidupan politik di
Indonesia.
RI untuk masa bakti 2009-2014. Untuk kedua kalinya SBY terpilih menjadi
presiden Indonesia dengan dukungan dari partai-partai Islam dan partai-partai
berbasis massa Islam seperti PKS, PAN, PPP dan PKB.
Namun demikian tantangan utama umat Islam di Indonesia saat ini dalam politik
tidak lagi masalah ideologi dan nasionalisme tetapi lebih banyak berkaitan
dengan kemampuan partai-partai Islam dalam membangun rekam jejak yang
66
baik . Persoalan korupsi misalnya menjadi masalah kronis yang terjadi di
335

