Page 346 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 346

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    Prof Dr Yusril Ihza Mahendra ditunjuk sebagai ketua umum menggantikan
            Akhirnya sebuah partai
            yang diberi nama Partai   Amien Rais yang menolak tawaran untuk menjabat sebagai ketua umum partai
              Bulan Bintang (PBB)   ini. PBB pun berpartisipasi dalam pemilihan umum pada tahun 1999 namun
             dideklarasikan pada    tidak mendapatkan dukungan yang menggembirakan. Pada pemilu tahun
              tanggal 26 Juli 1998   1999 itu partai ini hanya memperoleh dukungan 1,4% dan pada pemilu-pemilu
              di Masjid Agung Al-
             Azhar Jakarta. Prof Dr   berikutnya setelah dinyatakan tidak lolos electoral dan parliementary threshold
             Yusril Ihza Mahendra   kemudian ikut kembali pada pemilu 2014 juga mendapatkan suara di bawah
            ditunjuk sebagai ketua   dua persen. Ternyata upaya untuk membangun kembali kebesaran Masyumi
             umum menggantikan
               Amien Rais yang      melalui PBB mengalami kegagalan karena dinamika politik umat Islam pada era
            menolak tawaran untuk   Reformasi untuk menunjukkan masing-masing kelompok umat Islam berusaha
            menjabat sebagai ketua   untuk mendirikan partai-partai sendiri sesuai dengan aliran organisasi. Beberapa
               umum partai ini.
                                    pemimpin Islam yang memiliki keterkaitan historis dengan Masyumi juga
                                    mendirikan partai-partai tersendiri yang berbeda dengan PBB yaitu Partai Umat
                                    Islam (PUI) diketuai oleh Deliar Noer, Partai Islam Indonesia Masyumi di bawah
                                    pimpinan Abdullah Hehamahua dan Partai Masyumi Baru dipimpin oleh Ridwan
                                    Saidi. Semua partai-partai Islam yang berafiliasi dengan Masyumi ini juga tidak
                                    mendapatkan dukungan dari umat Islam ditandai dengan kecilnya raihan suara
                                    yang didapatkan dalam Pemilu 1999 (1,94%).





                                    Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

                                    Di antara partai-partai Islam yang lahir di era Reformasi, Partai Persatuan
                                    Pembangunan (PPP) adalah satu-satunya partai yang merupakan partai tertua.
                                    PPP adalah partai lahir pada masa awal Orde Baru yang merupakan fusi dari
                                    berbagai parpol Islam pada tahun 1973 yaitu NU, Parmusi, PSII dan Perti. Era
                                    Reformasi telah memberikan kesempatan kepada partai ini untuk berkembang
                                    setelah sekitar 32 tahun berada dalam suasana politik yang tidak mendukung.
                                    Dominasi Golkar dalam pemerintahan pada masa Orde Baru telah membuat
                                    eksistensi PPP mengalami kemerosotan dari pemilu ke pemilu. Namun demikian
                                    di samping merupakan peluang untuk berkembang kebebasa berpolitik pada
                                    masa Reformasi ini juga menempatkan PPP pada posisi yang sulit. Sebagai
                                    partai yang tidak dapat lagi mengklaim sebagai satu-satunya partai Islam karena
                                    berkembangnya partai-partai Islam pada waktu itu, PPP harus mengembangkan
                                    strategi baru guna menopang keberlangsungannya di masa depan.


                                    Fusi yang dilakukan oleh partai-partai Islam ke dalam PPP ternyata mewariskan
                                    banyak persoalan konflik internal yang melibatkan berbagai kepentingan unsur-
                                    unsur partai yang sulit untuk disatukan. Pemimpin-pemimpin PPP yang terkenal
                                    kritis kepada pemerintah satu persatu disingkirkan. Nyaris PPP berkembang
                                    menjadi partai yang telah terkooptasi oleh kepentingan rezim Orde Baru. Di
                                    awal pembentukan PPP, Idham Chalid wakil dari NU diserahi mandat sebagai
                                    presiden sedangkan HMS Mintaredja dari Parmusi yang merupakan orang dekat
                                    Soeharto diangkat sebagai wakil ketua. Perkembangan berikutnya berdasarkan





                    330
   341   342   343   344   345   346   347   348   349   350   351