Page 349 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 349
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
dengan orang tua mereka. Kedua, pendidikan
agama di perguruan-perguruan tinggi
umum cenderung untuk memperkenalkan
Islam secara universal dan berusaha untuk
menghindari isu-isu khilafiyah yang sering
menyebabkan konflik di kalangan penganut
Islam tradisionalis dan modernis. Ketiga,
pengaruh internasional yang membawa
pengaruh semangat revolusi dan kebangkitan
Islam berdampak pada ketertarikan
generasi Islam yang sudah kecewa dengan
terkooptasinya organisasi dan pemimpin Islam
untuk mengikuti isu-isu dan ide-ide dari luar
yang sedang berkembang pada waktu itu.
Untuk kasus kelompok Tarbiyah yang menjadi
basis PKS ini, mereka mengambil inspirasi dari
tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin di Mesir dan
menjadikan pemikiran politik Hasan Al-Banna
sebagai referensi gagasan dan pemikiran
politik Islamnya.
Melalui jaringan dakwah di kampus-kampus
umum, gerakan Tarbiyah ini mengorganisasi
diri dalam wadah Lembaga Dakwah
Kampus (LDK) yang mulai marak pada
pertengahan tahun 1980-an. Lewat jaringan
ini mereka kemudian mendirikan organisasi
kemahasiswaan yang diberi nama Kesatuan Dewan Pimpinan Pusat Partai
Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang didirikan di Malang pada Keadilan Sejahtera (PKS), Pasar
tanggal 29 Maret 1998. KAMMI bersama elemen-elemen mahasiswa yang Minggu, Jakarta Selatan. Pada
tanggal 20 April 2003 PKS di
lain menuntut Soeharto untuk mengundurkan diri sebagai presiden. Setelah bawah pimpinan Al-Muzammil
lengsernya Soeharto, gerakan Tarbiyah didukung oleh elemen FSLDK dan KAMMI Yusuf didirikan sebagai upaya
mentransformasikan gerakannya menjadi partai politik yang diberi nama Partai untuk mengantisipasi jika PK
tidak dapat mengikuti pemilu
Keadilan (PK). Pada tanggal 28 Juli 1998 bertempat di Masjid Al-Azhar Jakarta, 2004 karena perolehan suaranya
PK resmi dideklarasikan dan Nurmahmudi Ismail ditunjuk sebagai presiden. di bawah batas electoral
thershold.
Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.
PK berpartisipasi dalam pemilu 1999 tetapi karena sebagai pendatang baru
dalam politik, partai ini hanya mendapatkan suara sebesar 1,4%. Pada tahun
2000 Nurmahmudi digantikan oleh Hidayat Nurwahid. Pada tanggal 20 April
2003 PKS di bawah pimpinan Al-Muzammil Yusuf didirikan sebagai upaya
untuk mengantisipasi jika PK tidak dapat mengikuti pemilu 2004 karena
perolehan suaranya di bawah batas electoral thershold. Pada bulan Juli 2003
PK secara formal menggabungkan diri dengan PKS dan Hidayat Nurwahid
diangkat menjadi presiden partai. Setelah Hidayat Nurwahid kepemimpinan
333

