Page 344 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 344
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
tergabung dalam Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI). Forum ini digagas oleh M.
Natsir, KH Masykur, KH Rusli Abdul Wahid dan HM Rasyidi yang dilatarbelakangi
oleh gencarnya kristenisasi yang melanda umat Islam di masa kekuasaan Orde
Baru. FUI sendiri dibentuk secara resmi pada tanggal 1 Agustus 1989.
Kehadiran FUI mendapat banyak dukungan dari para pemimpin Islam terutama
dari keluarga bulan bintang. Keberadaannya dikukuhkan kembali dengan
mendapatkan banyak dukungan dari organisasi dakwah dan ormas Islam nasional
karena fungsingnya dianggap penting dalam menyatukan kembali umat Islam
dan menjaga akidah umat Islam di Indonesia. Pada tanggal 11 Desember 1993
FUI diperluas dengan beberapa tokoh Islam untuk terlibat antara lain, Dr Anwar
Harjono, KH Latif Muchtar, HM CH Ibrahim, Kh Sholeh Iskandar, KH Nur Ali, Drs
Nurulhuda, Rajab Ranggasoli, Prof Ismail Sunny, KH Dadun Abdulqahar dan H.
Nuddin Lubis.
Kegiatan FUI utamanya dilakukan dalam bentuk silaturahim dan diskusi di
antara para pendukungnya dan berusaha untuk membangun kesepahaman
dalam menyelesaikan persoalan-persoalan umat. Kepimpinan FUI dipegang
oleh presedium dan digilir setiap enam bulan sekali di antara ormas-ormas Islam
pendukungnya. Hasil-hasil dari pertemuan-pertemuan yang diadakan biasanya
disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dan dirasa memiliki
kekuatan dalam menentukan kebijakan nasional.
Lengsernya Soeharto yang tidak diperkirakan sebelumnya membuat dinamika
politik umat Islam berkembang secara cepat. Untuk mengantisipasi perubahan
politik nasional dan memastikan peran umat Islam dalam kepemimpinan
pasca Soeharto, FUI merespon perubahan itu dengan mengajukan gagasan
meningkatkan peran politik umat Islam. Diadakanlah sebuah pertemuan pada
tanggal 12 Mei 1998 di rumah Anwar Harjono yang menghasilkan keputusan
membentuk Badan Koordinasi Umat Islam (BKUI) yang bertugas untuk menyerap
aspirasi umat Islam melalui ormas-ormas Islam yang ada guna menyiapkan
sebuah partai Islam. Ormas-ormas yang bergabung dalam BKUI adalah Ikatan
Lambang Partai Bulan Bintang. Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya. (DDII), Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI), Forum Ukhuwah
Islamiyah (FUI), Persatuan Islam (Persis), Syarikat Islam (SI), Persatuan Umat Islam
(PUI), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Al-Irsyad dan Komite Indonesia untuk
Solidaritas Dunia Islam (KISDI). Dengan bergabung ormas-ormas Islam ini maka
keanggotaan BKUI lebih menitikberatkan pada organisasi bukan perorangan.
BKUI mulai terlibat dalam dinamika politik Indonesia pasca kejatuhan Soeharto.
BKUI pun mulai mengajak organisasi-organisasi Islam kepemudaan untuk
bergabung. Ada semangat besar di antara mereka untuk menjadikan BKUI
seperti MIAI yang mewadahi organisasi-organisasi Islam dan sebagai wadah
pemersatu umat Islam di Indonesia. Diharapkan BKUI memiliki peran yang
328

