Page 340 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 340
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Kelahiran PAN tidak lepas dari sosok
Amien Rais, seorang tokoh reformasi
yang juga ketua umum Muhammadiyah.
Walaupun PAN merupakan partai terbuka
tetapi memiliki hubungan yang khusus
dengan Muhammadiyah. Dukungan
Muhammadiyah cukup jelas kepada
partai ini karena didasarkan pada amanah
Sidang Tanwir Muhammadiyah tanggal
5-7 Juli 1998 di Yogyakarta. Sidang
itu memberikan rekomendasi kepada
Pengurus Pusat Muhammadiyah untuk
melaksanakan ijtihad politik untuk
kemaslahatan umat secara maksimal dalam
kerangka dakwah Islam amar makruf nahi
munkar . Keputusan dari dari Sidang
60
Tanwir Muhammadiyah itu diterjemahkan
Amien Rais bahwa Muhammadiyah tidak
akan menjadi partai politik tetapi memberi
keluasaan kepada anggota-anggotanya
untuk mendirikan parpol dalam kerangka
semangat amar makruf nahi munkar.
Karenanya, ijtihad politik yang dilakukan
oleh Amien Rais selaku ketua umum
Muhammadiyah dapat dipahami sebagai
upaya menjawab keinginan warga
Muhammadiyah untuk memiliki partai
tersendiri.
Sebelum memutuskan untuk memimpin
PAN, Amien Rais sebenarnya juga
mendapatkan tawaran dari tokoh-tokoh
senior umat Islam untuk memimpin partai
yang mereka dirikan. Anwar Harjono,
ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
Gedung Dewan Pimpinan Pusat (DDII) pernah meminta Amien memimpin
Partai Amanat Nasional, Pasar sebuah partai yang digagas oleh keluarga bulan bintang. Namun permintaan
Minggu, Jakarta. Walaupun PAN itu tidak dipenuhi oleh Amien mengingat perbedaan platform mengenai parpol
merupakan partai terbuka tetapi
memiliki hubungan yang khusus Islam. Demikian juga para tokoh senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
dengan Muhammadiyah. juga meminang Amien agar mau memimpin PPP karena partai ini butuh figur
Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya. yang bisa diterima oleh umat Islam guna membangkitkan kembali satu-satunya
324

