Page 336 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 336
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Islam dalam pemerintahah. Di awal-awal kekuasaannya, Soeharto melakukan
tindakan represif terhadap kelompok Islam Politik. Menjauhkan kelompok Islam
terlibat dalam dinamika politik di Indonesia. Hubungan antogonis antara negara
dan Islam di era Soeharto ini kemudian memunculkan generasi baru Islam Politik
yang berusaha melakukan perubahan orientasi perjuangan dalam mewujudkan
aspirasi umat Islam.
Di samping kekecewaan umat Islam terhadap partai Islam (PPP) yang terkooptasi
direspon dengan sikap apolitis beberapa generasi muda Masyumi melakukan
upaya baru dengan strategi transformasi. Din Syamsuddin menyebut langkah
54
yang dilakukan oleh para tokoh PPP dan seorang intelektual Islam, Nurcholish
Madjid sebagai langkah akomodatif. Mintaredja menjelaskan hubungan antara
Islam dan Pancasila bisa dipahami karena dalam sejarah Nabi Muhammad tidak
pernah dikenal istilah negara Islam. Kewajiban umat Islam menurutnya adalah
berjuang menciptakan masyarakat Islam yang benar, dan itu berbeda dengan
perjuangan mendirikan negara Islam. Suatu masyarakat Islam itu bisa terwujud
tanpa menimbulkan disintegritas negara bangsa. Karena masalah politik adalah
Dalam merespon persoalan duniawi maka menurut Mintaredja maka pendekatan politik dalam
kebijakan rezim Orde
Baru yang cenderung Islam harus didudukkan pada hakekatnya yang bersifat duniawi itu. Pendapat
represif terhadap Mintaredja ini sejalan dengan pendapat Nurcholish Madjid yang mengangkat
kelompok Islam ini slogan, “Islam yes partai Islam no.” Ide ini merupakan pikiran utama Nurcholish
generasi baru Islam
melahirkan sebuah Madjid dalam konsep pembaharuannya yang banyak dikritik oleh tokoh-tokoh
strategi baru yang Islam pada waktu itu karena dianggap menjauhkan umat Islam dari partai politik
oleh Bahtiar Effendy Islam.
dideskripsikan sebagai
terobosan baru untuk
mendamaikan Islam Dalam merespon kebijakan rezim Orde Baru yang cenderung represif terhadap
dan negara dengan kelompok Islam ini generasi baru Islam melahirkan sebuah strategi baru yang oleh
teologi baru Islam 55
politik di Indonesia. Bahtiar Effendy dideskripsikan sebagai terobosan baru untuk mendamaikan
Lahirnya Ikatan Islam dan negara dengan teologi baru Islam politik di Indonesia. Mereka ini
cendekiawan Muslim adalah para generasi muda kelompok Islam politik yang mencoba menawarkan
Indonesia pada tahun pendekatan baru dalam bernegosiasi dengan kekuasaan. Meskipun munculnya
1990 merupakan
tonggak penting strategi baru Islam politik di era Orde Baru dianggap sebagai Islam yang
diterimanya kelompok terkoptasi tetapi sebenarnya pendekatan baru ini telah mampu membangun
Islam di level kekuasaan hubungan yang lebih baik antara Islam dan negara. Secara politik, partai-partai
tanpa melalui saluran
partai politik yang Islam mengalami kemunduran tetapi justru aspirasi Islam dapat diterima secara
berazaskan Islam. Sejak meluas di level kekuasaan politik dan birokrasi . Lahirnya Ikatan cendekiawan
56
itu, Islam menjadi daya
tarik penting bagi siapa Muslim Indonesia pada tahun 1990 merupakan tonggak penting diterimanya
saja yang ingin meniti kelompok Islam di level kekuasaan tanpa melalui saluran partai politik yang
karirnya di kekuasaan. berazaskan Islam. Sejak itu, Islam menjadi daya tarik penting bagi siapa saja
yang ingin meniti karirnya di kekuasaan .
57
320

