Page 331 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 331
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
(G30s PKI) melahirkan konflik horizontal yang menimbulkan ribuan korban jiwa
baik dari kelompok umat Islam maupun pihak komunis. Untuk memulihkan
keamanan dan stabilitas negara Soeharto didukung penuh angkatan darat
kemudian mengambil alih kekuasaan .
49
Gerakan Politik Masa Soeharto
Untuk memperkuat posisinya, Soeharto mulai melakukan konsolidasi politik
dengan cara menerapkan kebijakan dengan melakukan represi kepada kelompok Untuk memperkuat
posisinya, Soeharto
Islam politik dan hanya mau bekerjasama dengan kelompok Islam yang mulai melakukan
tidak memiliki tujuan-tujuan politik. Kelompok Islam yang beroreintasi politik konsolidasi politik
dengan cara
dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas negara dan membawa ancaman menerapkan kebijakan
keamanan apabila berhasil menanamkan pengaruhnya di masyarakat secara dengan melakukan
umum . Mereka juga dicurigai berusaha untuk memaksakan agenda pendirian represi kepada
50
kelompok Islam
negara Islam dan penerapan syariah Islam. Soeharto juga tidak segan-segan politik dan hanya mau
menyingkirkan rival-rival politiknya baik dari kalangan Islam maupun Komunis. bekerjasama dengan
Karenanya, untuk menghindari kebijakan Soeharto yang represif ini, kelompok kelompok Islam
yang tidak memiliki
Islam mulai menerapkan strategi politik yang cenderung pragmatis dengan tujuan-tujuan politik.
menghindari politik dan lebih memfokuskan pada kegiatan-kegiatan sosial dan Karenanya, untuk
keagamaan. Dua kelompok dijadikan sebagai musuh negara yang mengancam menghindari kebijakan
51
eksistensi ideologi bangsa disebut dengan ekstrim kanan dan ekstrim kiri . Soeharto yang represif
ini, kelompok Islam
mulai menerapkan
Secara umum, kejatuhan Sukarno dan berdirinya pemerintahan baru di bawah strategi politik yang
Soeharto telah disambut oleh kalangan Islam secara antusias. Mereka berharap cenderung pragmatis
dengan menghindari
rezim baru akan mengakomodasi kelompok Islam karena jasa-jasanya dalam politik dan lebih
menumpas pemberontakan komunis. Pada bulan Agustus 1968, ribuan massa memfokuskan pada
umat Islam berkumpul Masjid Al-Azhar menyambut kedatangan mantan tokoh- kegiatan-kegiatan
tokoh Masyumi yang baru dilepaskan dari penjara. Para pemimpin Masyumi itu sosial dan keagamaan.
adalah Hamka, Isa Anshary dan Burhanudin Harahap. Beberapa tokoh seperti
M. Natsir, Syafruddin Prawiranegara, Prawoto Mangkusasmito, M. Roem dan
Kasman Singodimejo juga hadir dan memberikan orasi dalam tabligh akbar itu.
Mereka menuntut agar pemerintah segera merehabilitasi Masyumi.
Nampaknya, para aktifis Masyumi berharap dapat kembali terjun ke dunia politik
dan partainya dihidupkan kembali. Walaupun telah berjasa bersama-sama
dengan militer menyelamatkan negara dari kudeta komunis tuntutan mereka
315

