Page 326 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 326

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    Perpecahan yang terjadi dalam tubuh Masyumi menggambarkan adanya
            Perpecahan yang terjadi   ketidakserasian antara anggota-anggota  partai yang berasal dari organisasi.
            dalam tubuh Masyumi     Persoalan latar belakang tradisionalis dan modernis juga berpengaruh dalam
               menggambarkan
            adanya ketidakserasian   meningkatkan konflik di antara mereka. Ada semacam perasaan di kalangan
               antara anggota-      tradisionalis bahwa kelompok modernis sudah tidak lagi menghormati kaum
             anggota partai yang    ulama yang sebagian besar berasal dari kalangan tradionalis. Berkembang
            berasal dari organisasi.
                Persoalan latar     juga sikap superioritas di kalangan anggota yang berlatar belakang pendidikan
             belakang tradisionalis   sekolah Belanda dibanding mereka yang berasal dari sekolah agama (pesantren).
              dan modernis juga     Ketidakserasian itu terus berkembang dan kemudian menemukan momentum
              berpengaruh dalam
             meningkatkan konflik   pada saat penentuan menteri-menteri yang akan didudukkan dalam kabinet.
               di antara mereka.    Maka, cukup beralasan jika NU kemudian keluar dari Masyumi karena sebagian
              Ketidakserasian itu   besar posisi menteri untuk Masyumi dikuasai oleh anggota-anggota yang
            terus berkembang dan
            kemudian menemukan      berasal dari Muhammadiyah.
             momentum pada saat
              penentuan menteri-
              menteri yang akan
              didudukkan dalam
                   kabinet.




                                    Gerakan Politik di Masa Orde Lama





                                    Perdebatan yang cukup panas antara kelompok Islam, nasionalis dan sosialis
                   Di awal
               pemerintahannya      setelah kemerdekaaan menjadikan hubungan antara elit nasional di Indonesia
                Sukarno mulai       semakin renggang. Politik aliran berdasarkan pada orientasi politik dan
             membuka kebebasan      kelompok yang berbeda terus mengalami polarisasi. Masing-masing kelompok
               kepada segenap
            rakyat Indonesia untuk   terlibat perebutan kekuasaan dan pengaruh di awal-awal pembentukan bangsa
              mendirikan partai-    ini. Kelompok Islam sendiri terpecah antara kelompok modernis, tradisionalis
              partai politik. Umat   dan fundamentalis. Setelah kelompok fundamentalis di bawah pengaruh
              Islam diwakili oleh
            Masyumi, PSII dan Perti.   Darul Islam gagal dalam mencapai cita-citanya dan berhasil dihancurkan oleh
             Pada tahun 1952 NU     rezim Sukarno, kelompok Islam tradisionalis dan modernis terus berjuang dan
             keluar dari Masyumi    mengokohkan perannya melalui jalur parlemen.
            dan membentuk partai
            sendiri. Pada masa Orde
              Lama menunjukkan      Di awal pemerintahannya Sukarno mulai membuka kebebasan kepada segenap
             bahwa keterwakilan     rakyat Indonesia untuk mendirikan partai-partai politik. Umat Islam diwakili
             pemimpin-pemimpin
               umat Islam dalam     oleh Masyumi, PSII dan Perti. Pada tahun 1952 NU keluar dari Masyumi dan
                KNIP maupun         membentuk partai sendiri. Walaupun umat Islam merupakan kelompok mayoritas
              kabinet pemerintah    di Indonesia tetapi dalam politik tidak selalu demikian. Pada masa Orde Lama
              masih sangat minim
             dibandingkan dengan    menunjukkan bahwa keterwakilan pemimpin-pemimpin umat Islam dalam
             kelompok nasionalis.   KNIP maupun kabinet pemerintah masih sangat minim dibandingkan dengan
                                    kelompok nasionalis. Dalam sistem presidensiil di bawah pemerintahan Sukarno,
                                    kelompok Islam hanya di wakili oleh dua menteri yaitu Abikusno Tjokroaminoto
                                    dan Wahid Hasjim. Walaupun Masyumi yang merupakan representasi politik




                    310
   321   322   323   324   325   326   327   328   329   330   331