Page 322 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 322
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti)
Perti merupakan bagian Perti merupakan bagian dari organisasi sosial keagamaan Persatuan Tarbiyah
dari organisasi sosial Islamiyah berkedudukan di Bukittinggi, Sumatera Barat. Perti sendiri merupakan
keagamaan Persatuan organisasi Islam yang bercorak tradisionalis didirikan oleh Syekh Abbas, Syekh
Tarbiyah Islamiyah
berkedudukan di Sulaian ar-Rasuli dan Syekh Muhammad Djamil Djaho pada tanggal 20 Mei
Bukittinggi, Sumatera 1930. Perti memiliki basis massa tradisional yang menyebar ke daerah-daerah
Barat. Perti sendiri
merupakan organisasi dalam bentuk pesantren-pesantren yang ada di Jambi, Tapanuli, Bengkulu, Aceh,
Islam yang bercorak Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan. Sebelum kemerdekaan Perti bertahan
tradisionalis didirikan untuk memfokuskan diri pada bidang pendidikan tetapi kemudian mengalami
oleh Syekh Abbas, kemunduran dalam perkembangannya. Pada tahun 1944 memutuskan
Syekh Sulaian ar-Rasuli
dan Syekh Muhammad berbagung dengan Majelis Islam Tinggi (MIT) yang dipimpin oleh Syekh
Djamil Djaho pada Muhammad Djamil Djambek. MIT sendiri merupakan asosiasi bagi organisasi
tanggal 20 Mei 1930. seluruh Sumatera. Ketika MIT berubah menjadi partai politik, Perti memutuskan
untuk menjadikan organisasinya sebagai partai politik. Pada tanggal 22
November 1945 Perti secara resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik .
40
Keputusan Perti untuk membentuk partai sendiri dan tidak bergabung dengan
MIT yang kemudian berubah menjadi Masyumi cabang Sumatera sebagian
disebabkan karena ketidaknyamanan mereka dengan dominasi kaum modernis
dalam Masyumi. Perti ingin mengembangkan partai politik tersendiri yang dapat
memperjuangkan kepentingan aspirasi kalangan tradisionalis di Sumatera.
Langkah ini dilakukan agar ajaran Islam tradisionalis dapat dipertahankan dan
dikembangkan dengan cara memiliki partai tersendiri. Oleh karena itu konflik
antara kelompok modernis dan tradisionalis di Sumatera pada waktu itu
sangatlah tajam sehingga berimbas pula pada pilihan politik umat Islam.
Pondok Pesantren Madrasah
Tarbiyah Islamiyah di Batang
Kabung, Koto Tangah, Padang.
Sebelum kemerdekaan Perti
bertahan untuk memfokuskan
diri pada bidang pendidikan
tetapi kemudian mengalami
kemunduran dalam
perkembangannya.
Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.
306

