Page 320 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 320
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Partai Masyumi, Partai Nahdlatul Ulama sementara kelompok fundamentalis
memilih untuk melakukan perjuangannya melalui kegiatan-kegiatan ekstra
parlemen dan menolak bergabung dalam sistem politik Indonesia.
Masyumi
Proklamasi kemerdekaan Indonesia disambut gegap gempita dan penuh suka
Proklamasi cita oleh bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Para pemimpin Islam tidak lagi
kemerdekaan
Indonesia disambut melihat pentingnya dilanjutkan permusuhan dan perdebatan panas menjelang
gegap gempita dan kemerdekaan. Mereka seakan-akan telah melupakan semua perbedaan dan
penuh suka cita oleh bersama-sama berusaha membangun negara Indonesia yang baru lahir itu.
bangsa Indonesia,
terutama umat Islam. Walaupun beberapa elit nasionalis terutama dari kalangan sosialis terdapat
Para pemimpin Islam sikap skeptis akan kemerdekaan Indonesia karena mereka beranggapan
tidak lagi melihat bahwa seharusnya kemerdekaan Indonesia ditegakkan dengan lebih radikal
pentingnya dilanjutkan
permusuhan antifasisme agar dunia melihat bahwa penjajah Jepang tidak ikut andil dalam
dan perdebatan pembentukan negara Indonesia. Namun demikian semangat nasionalisme yang
panas menjelang kuat dan dukungan rakyat Indonesia yang begitu besar terhadap kemerdekaan
kemerdekaan. Tidak
heran jika proklamasi pada akhirnya semua pihak bersama-sama mendukung kemerdekaan yang
kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Sukarno dan Hatta.
ini disambut dengan
antusias bahkan
mereka seakan Di kalangan Islam jelas bahwa kemerdekaan Indonesia adalah cita-cita yang
lupa akan cita-cita diinginkan oleh umat Islam sejak lama. Tidak heran jika proklamasi kemerdekaan
menegakkan Islam Indonesia ini disambut dengan antusias bahkan mereka seakan lupa akan cita-
karena mereka
beranggapan bahwa cita menegakkan Islam karena mereka beranggapan bahwa jika Indonesia
jika Indonesia merdeka merdeka maka cita-cita Islam akan secara otomatis diimplementasikan. Untuk
maka cita-cita Islam mempersiapkan partisipasi umat Islam dalam membangun negara Indonesia
akan secara otomatis yang baru merdeka ini beberapa pemimpin Islam yang terdiri dari Abdoel Kahar
diimplementasikan.
Muzakkir, Wahid Hasjim dan Mohammad Roem berkumpul untuk merumuskan
strategi mengisi kemerdekaan. Pada bulan September 1945 mereka memutuskan
untuk membangkitkan kembali Masyumi yang terlihat pasif pada waktu itu
menjadi kekuatan partai yang berpengaruh .
37
Di awal kemerdekaan ada usaha untuk menjadikan Partai Nasional Indonesia
(PNI) sebagai satu-satunya partai yang ada di Indonesia. Walaupun PNI tidak
secara langsung merupakan kepanjangan PNI pada masa sebelum kemerdekaan
tetapi dukungan Sukarno dan Hatta terhadap partai ini menjadikannya cepat
berkembang pesat. Namun demikian dengan munculnya kebijakan politik
pemerintah pada bulan Oktober 1945 tentang sistem multipartai maka PNI
tidak lagi menjadi satu-satunya partai yang berkembang di Indonesia. Polarisasi
politik berkembang cepat dan kelompok nasionalis mulai mendapatkan saingan
kembali dengan hadirnya partai Islam Masyumi.
304

