Page 315 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 315

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







           dilakukan oleh Jepang guna memutus hubungan antara birokrasi lama
           dengan Belanda. Diharapkan kelompok Islam akan menjadi elit-elit baru yang
           dapat menggantikan elit lama. Ini karena umat Islam memiliki sikap antipati
           yang sangat kuat terhadap Barat dan merupakan kekuatan yang besar untuk
           dijadikan sebagai sekutu Jepang. Sejak awal kedatangannya ke Indonesia
           Jepang berusaha menyampaikan maksudnya untuk menghormati dan
           menghargai Islam dengan menekankan pentingnya sebuah kolaborasi dengan
                                                   25
           menjadikan Islam sebagai kekuatan utama . Bahkan Jepang nampak berhati-
           hati dalam menyikapi masalah-masalah Islam agar tidak menyinggung perasaan
           umat Islam. Para ulama dan kyai diharapkan dapat menjadi propagandis yang
           membantu kepentingan Jepang di Indonesia.  Namun demikian secara umum
           sikap koperatif umat Islam dengan Jepang lebih didasarkan sebagai upaya untuk
           dapat menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan terbebas dari
           segala bentuk penjajahan.

           Uniknya di tengah upayanya untuk menempatkan Islam di garis depan dalam
           masalah politik di Indonesia pemerintah Jepang sendiri sengaja tidak memasukkan
           para pengurus MIAI dalam programnya yang cenderung mendukung kelompok
           Islam. Bahkan ketika pada bulan November 1943 tiga tokoh nasional Indonesia
           yang terdiri dari Ir Sukarno, Mohammad Hatta dan Ki Bagus Hadikusumo (ketua
           Muhammadiyah), diterbangkan ke Jepang untuk mendapatkan penghargaan
           bintang jasa dari Kasiar Jepang, ternyata tidak ada satu pun pengurus MIAI
           yang diundang.  Di samping kegiatan untuk memasukkan umat Islam dalam
           administratif Jepang usaha yang tidak kalah penting adalah dijadikannya tokoh-
           tokoh Islam sebagai bagian terpenting dalam kekuatan militer di Indonesia.
           Umat Islam tidak hanya mendapatkan pendidikan-pendidikan administratif           Nampaknya ada
           tetapi juga latihan-latihan militer .                                        manfaat yang dirasakan
                                         26
                                                                                          oleh umat Islam atas
                                                                                           kehadiran Jepang
           Keengganan Jepang untuk melibatkan MIAI karena organisasi ini didirikan atas   yang menggantikan
           prakarsa dan kesadaran umat Islam di Indonesia. Jepang melihat MIAI sebagai     pemerintah Hindia
                                                                                           Belanda. Pertama,
           organisasi independen yang harus diawasi secara hati-hati walaupun sebenarnya   kehadiran Jepang telah
           organisasi ini merupakan asosiasi umat Islam yang bersifat longgar. Pada bulan   dapat mengakomodasi
           Oktober 1943 MIAI pun dibubarkan oleh pemerintah Jepang karena dianggap       kebutuhan umat Islam
           organisasi ini menyimpan semangat anti kolonial dan tidak mau bekerjasama      dalam pemerintahan
                                                                                          dengan dibentuknya
           dengan pihak Belanda. Dikhawatirkan sikap anti kolonial yang tertanam dalam   Kantor Urusan Agama
           organisasi  ini  akan  berkembang  menjadi  sikap  anti  asing  dan  secara  tidak   Islam. Kedua, manfaat
                                                 27
           langsung akan menjadi sikap anti Jepang .                                     dari kehadiran Jepang
                                                                                          adalah didirikannya
                                                                                          organisasi Masyumi.
           Sebagai gantinya Jepang kemudian memfasilitasi pendirian organisasi politik      Ketiga, manfaat
                                                                                           lain dari hadirnya
           baru yang diberi nama Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) pada tanggal   pemerintah Jepang
           1 Desember 1943. Apabila MIAI sebagai asosiasi keagamaan secara umum yang       yang dirasaka oleh
           mempersatukan organisasi-organisasi Islam dan melakukan kegiatan-kegiatan       umat Islam adalah
           keagamaan maka Masyumi lebih bersifat politik dengan tujuan memperkuat         pendirian organisasi
                                                                                           militer yang diberi
           persatuan kesatuan organisasi Islam dan membantu Dai Nippon untuk                nama Hizbullah.
                                       28
           kepentingan Asia Timur Raya . Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang




                                                                                                 299
   310   311   312   313   314   315   316   317   318   319   320