Page 317 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 317

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







           Wibisono, dan Prawoto Mangkusasmito.  Mereka itu merupakan perwakilan
           dari Muhammadiyah dan PSII yang duduk di kepengurusan Masyumi. Kehadiran
           Hizbullah  menjadi  penting  bagi  perkembangan  Tentara  National  Indonesia
           (TNI) karena akan membantu kehadiran kaum santri dalam karir militer di di
           Indonesia .
                    30
           Dalam pandangan Benda     31   pada masa kekuasaan Jepang  elit-elit  Islam
           mendapatkan kedudukan yang istimewa sementara elit-elit priyayi mengalami
           pemudaran pristise. Ini terjadi tidak hanya di tingkat pusat saja tetapi terjadi
           juga di daerah-daerah di mana para elite priyayi menunjukkan kekecewaannya
           terhadap Jepang karena pergeseran status sosial dan politik yang sangat drastis
           ini. Tentu perubahan dan pergeseran dari aristokrasi turun temurun kepada para
           pemimpin Islam terutama yang terjadi di pertengahan tahun 1944 berpengaruh      Dalam pandangan
           juga terhadap merosotnya pengaruh kaum nasionalis yang sebagian besar           Benda pada masa
           didukung oleh kelompok priyayi.                                               kekuasaan Jepang elit-
                                                                                         elit Islam mendapatkan
                                                                                            kedudukan yang
           Namun demikian perlu juga untuk dianalisa apakah perubahan mendasar ini        istimewa sementara
                                                                                            elit-elit priyayi
           juga  berpengaruh  dalam  hal  keikutsertaan  kelompok  santri  dalam  dinamika   mengalami pemudaran
           pembentukan negara baru Indonesia? Perkembangan politik yang cukup              pristise. Ini terjadi
           penting bagi umat Islam di Indonesia adalah saat-saat penyusunan dan persiapan   tidak hanya di tingkat
           penyambutan kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Penyusunan Dasar Negara         pusat saja tetapi terjadi
                                                                                         juga di daerah-daerah
           bagi negara baru Indonesia  mengalami perdebatan-perdebatan  yang sangat        di mana para elite
           sengit di Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pilihannya adalah    priyayi menunjukkan
                                                                                            kekecewaannya
           apakah akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdasarkan pada        terhadap Jepang karena
           ideologi Islam atau nasionalis. Dalam perdebatan Dasar Negara, kelompok      pergeseran status sosial
           sosialis cenderung bekerjasama dengan kelompok nasionalis berhadapan          dan politik yang sangat
           dengan kelompok Islam.                                                          drastis ini. Namun
                                                                                          demikian perlu juga
                                                                                         untuk dianalisa apakah
           Jepang menjanjikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia dengan                  perubahan mendasar
                                                                                          ini juga berpengaruh
           membentuk  Badan  Penyelidik  Usaha-Usaha  Kemerdekaan  Indonesia  (BPUPKI)   dalam hal keikutsertaan
           pada tanggal 7 Desember 1944 dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia      kelompok santri dalam
           (PPKI) pada bulan Agustus 1945. Dalam lembaga yang digunakan untuk melihat    dinamika pembentukan
           kesiapan  bangsa  Indonesia  dalam  menyongsong  sebuah  kemerdekaan  ini     negara baru Indonesia?
           ternyata apabila diperhatikan dengan seksama kelompok Islam tidak terwakili
           secara proporsional. BPUPKI yang anggota-anggotanya ditunjuk langsung oleh
           pemerintah Jepang ternyata hanya menempatkan 15 orang anggota yang
           berasal dari tokoh-tokoh Islam dan sisanya berasal dari kelompok nasionalis.
           Padahal total anggota BPUPKI berjumlah 60 orang. Demikian juga dalam PPKI
           umat Islam hanya diwakili oleh kelompok Muhammadiyah dan NU yaitu Wahid
           Hasjim dan Ki Bagu Hadikusumo .
                                         32
           Dalam keanggotaan BPUPKI wakil-wakil Islam memiliki orientasi jelas tentang
           pentingnya Islam dalam pembentukan negara Indonesia yang merdeka. Mereka
           itu adalah Abikusno Tjokrosujoso (PSII), KH Ahmad Sanusi (PUI Sukabumi), KH
           Abdul  Halim  (PUI  Majalengka),  Ki  Bagus  Hadikusumo  (Muhammadiyah),  KH





                                                                                                 301
   312   313   314   315   316   317   318   319   320   321   322