Page 319 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 319

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







           Hanya saja memang walaupun keterwakilan pemimpin-pemimpin Islam
           terbatas  tetapi  dalam  keadaan  tertentu  terutama  pada masa-masa  penting
           dalam menentukan dasar negara Indonesia posisi mereka menguat dan terus
           bertahan untuk dapat mempertahankan peran penting Islam dalam politik.
           Posisi dan pendapat para pemimpin Islam ini dapat direkam dengan baik
           terutama dalam perdebatan-perdebatan dalam sidang-sidang BPUPKI dan PPKI.
           Perdebatan-perdebatan itu terjadi terutama antara Sukarno yang mewakili
           kalagan nasionalis dan Abdul Kahar Muzakkir dalam kalangan Islam. Ki Bagus,
           Wahid Hasjim dan Ahmad Sanusi termasuk sosok-sosok yang sangat kuat dalam
           membela ideologi Islam dan menolak argumentasi kalangan nasionalis. Dapat
           dipastikan bahwa momen itu merupakan momen penting di mana perdebatan
           yang menggambarkan keterbukaan dalam sebuah forum telah dimulai yang
                                                  35
           melibatkan kelompok Islam dan nasionalis.  Ketika kesepatakan tidak terpenuhi
           tentang dasar negara Indonesia maka dibentuklah forum yang lebih kecil terdiri
           dari 9 orang. Panitia kecil ini mewakili kelompok Islam dan nasionalis secara
           seimbang dan ditambah satu orang lagi yang beragama Kristen. Dari kalangan
           Islam adalah Agus Salim, Wahid Hasjim, Abikusno dan Abdoel Kahar Muzakkir
           sementara dari kalangan nasionalis adalah Sukarno, Mohammad Hatta, Achmad
           Subarjo dan Muhammad Yamin. AA Maramis adalah anggota yang berasal dari
           kalangan Kristen.









           Gerakan Politik Setelah Kemerdekaan


                                                                                          Pasca Kemerdekaan
                                                                                             mulai muncul
                                                                                        perbedaan sangat besar
           Pasca Kemerdekaan mulai muncul perbedaan sangat besar antara kelompok         antara kelompok Islam
                                                       36
           Islam tradisionalis, modernis dan fundamentalis . Kelompok Islam tradisionalis   tradisionalis, modernis
           merupakan kelompok mayoritas Islam di Indonesia diwakili organisasi NU,        dan fundamentalis.
                                                                                           Dalam hal aspirasi
           Mathlaul Anwar, dan Jamiat Khair. Kelompok Modernis juga dikenal dengan       politik mereka terbagi
           sebutan kelompok reformis yang diwakili organisasi keagamaan seperti           dalam  aliran politik
           Muhammadiyah, Persis dan Al-Irsyad. Kelompok fundamentalis merupakan          yang berbeda diwadahi
                                                                                          oleh Partai Masyumi,
           kelompok kecil tetapi selalu menjadi perhatian publik karena aksi-aksinya     Partai Nahdlatul Ulama
           sering berseberangan dengan kelompok mainstream Islam. Kelompok ini            sementara kelompok
           tidak berjuang melalui partai politik tetapi lebih mengedepankan pendekatan   fundamentalis memilih
                                                                                           untuk melakukan
           militer dan kekerasan guna mencapai tujuan pendirian negara Islam Indonesia.   perjuangannya melalui
           Kelompok ini diwakili oleh Darul Islam atau Negara Islam Indonesia. Belakangan   kegiatan-kegiatan
           kemudian diasosiasikan dengan gerakan radikal seperti Jemaah Islam. Dalam hal   ekstra parlemen dan
           aspirasi politik mereka terbagi dalam aliran politik yang berbeda diwadahi oleh   menolak bergabung
                                                                                          dalam sistem politik
                                                                                              Indonesia.






                                                                                                 303
   314   315   316   317   318   319   320   321   322   323   324