Page 334 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 334

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    Pemerintah berusaha untuk melakukan kebijakan-kebijakan agar perkembangan
                                    partai Islam tidak menguat. Pemerintah kemudian merancang kebijakan
                                    penerapan azas tunggal yang harus diadopsi oleh semua lembaga, organisasi
                                    kemasyarakatan dan kepemudaan, termasuk organisasi-organisasi sosial politik.
                                    Tentu saja kebijakan untuk menerapkan azas tunggal dengan menjadikan
                                    Pancasila sebagai satu-satunya ideologi di indonesia banyak mendapatkan
                                    penentangan dari umat islam. Hanya saja karena rezim begitu kuat pada akhirnya
                                    tidak ada pilihan lain bagi organisasi-organisasi Islam untuk bisa bertahan selain
                                    mengadopsi azas tunggal itu. Beberapa peristiwa bentrokan antara organisasi
                                    Islam dan militer sempat menimbulkan korban jiwa. Namun secara umum
                                    pemerintah mampu mengendalikan situasi dan memaksa semua warga negara
                                    menganut azas Pancasila.


                                    Peristiwa Priok pada tahun 1984 merupakan peristiwa paling tragis di mana
                                    ribuan umat Islam dibantai oleh militer karena dianggap menentang kebijakan
                                    pemerintah yang digerakkan oleh imam masjid di Priok, Amir Biki. Perlawanan-
                                    perlawanan kecil dan kekerasan-kekerasan fisik mewarnai aksi penyeragaman
                                    azas berorganisasi. Namun demikian sejak tahun 1985 pemerintah secara resmi
                                    berhasil menyeragamkan ideologi partai dan organisasi di Indonesia dengan
                                    menggunakan Pancasila sebagai satu-satunya azas. Golkar juga berhasil
                                    mengajak ormas-ormas Islam untuk mendukungnya sehingga pada tahun 1987
                                    NU menyeruhkan kepada para anggotanya untuk tidak milikih PPP. Hasil Pemilu
                                    1987 menunjukkan penurunan PPP secara drastis setelah mengganti azas Islam
                                    menjadi Pancasila sementara PDIP mengalami peningkatan.


                                    Tabel 5 Hasil Pemilu 1987
                Secara umum           Partai                  Pemilih                  %
            kekecewaan kelompok
               Masyumi kepada         PPP                     13.701.428               18,8
                rezim Soeharto        Golkar                  62.783.680               74,8
               ini dan tekanan-
             tekanan yang mereka      PDI                     9.324.708                8,7
              rasakan membuat         Jumlah                  85.809.816               100
                M. Natsir mulai
             merubah perjuangan
            politiknya melalui jalur   Sumber: Komisi Pemilihan Umum (www.kpu.or.id)
             dakwah. Untuk tetap
              mempertahankan
                semangat dan
              perjuangan politik
              Islam, para mantan    Secara umum kekecewaan kelompok Masyumi kepada rezim Soeharto ini dan
             aktifis Masyumi pada   tekanan-tekanan yang mereka rasakan membuat M. Natsir mulai merubah
              tangal 9 Mei 1967     perjuangan politiknya melalui jalur dakwah. Tidak diijinkannya para elit Masyumi
               mendirikan yang
               bernama Dewan        untuk kembali dalam kancah politik memaksa mereka untuk membangun basis
              Dakwah Islamiyah      dakwah. Untuk tetap mempertahankan semangat dan perjuangan politik Islam,
               Indonesia (DDII).    para mantan aktifis Masyumi pada tangal 9 Mei 1967 mendirikan yang bernama









                    318
   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338   339