Page 332 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 332
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
tidak ternyata dipenuhi oleh rezim Orde Baru. Sikap rezim yang didukung oleh
militer sangat jelas bahwa pemerintah tidak akan pernah mengijinkan setiap
kelompok yang pernah terlibat dalam “kegiatan ilegal dan pemberontakan”
untuk aktif kembali dalam politik. Pada tahun 1967 para mantan aktifis
masyumi kemudian mempersiapkan pendirian partai politik baru yang bernama
Partai Muslimin Indonesia (Parmusi). Karena masih adanya mantan pemimpin
Masyumi yang ditunjuk sebagai ketua Parmusi, pemerintah menolak pendirian
partai baru itu. Persetujuan itu diberikan setelah Parmusi mau mengganti
ketuanya dengan orang yang ditunjuk oleh pemerintah. Walaupun usulan
pendirian partai disetujui namun pemerintah tidak mengijinkan para mantan
aktivis masyumi terlibat dalam kepengurusan baru. Ini karena Soeharto menolak
tokoh-tokoh Masyumi terlibat kembali dalam politik. Mintaredja, orang dekat
Soeharto kemudian ditunjuk menjadi ketua Parmusi.
Tentu saja kondisi ini membuat kecewa para mantan pemimpin Masyumi dan
pendukung Parmusi. Pada Pemilu 1971 Parmusi hanya memperoleh suara
sebesar 5,36% sementara NU mendapatkan suara sebanyak 18,67%. Secara
umum sejak Pemilu1971 suara partai Islam mengalami penurunan. Berikut tabel
hasil Pemilu 1971 .
52
Tabel 2 Hasil Pemilu 1971
Partai Pemilih % Kursi
Golkar 34.348.673 82,80 336
NU 10.213.650 18.67 58
PNI 3.793.650 6,94 20
Parmusi 2.930.746 5,36 24
Untuk dapat
memonopoli wacana PSII 1.308.237 2,39 10
politik di Indonesia,
rezim Orde Baru Parkindo 733.359 1,34 7
juga melakukan Partai Katolik 603,740 1,10 3
penyederhanaan
partai politik Perti 381.309 0,70 2
hanya menjadi tiga
kelompok besar, Islam, IPKI 338.403 0,62 -
nasionalis, dan sekuler. Murba 48.126 0,09 -
Partai-partai Islam
bergabung dengan Jumlah 54.699.509 100 460
Partai Persatuan
Pembangunan (PPP),
partai berhaluan
nasionalis bergabung Untuk dapat memonopoli wacana politik di Indonesia, rezim Orde Baru juga
dengan Golkar dan
partai-partai berhaluan melakukan penyederhanaan partai politik hanya menjadi tiga kelompok besar,
sosialis dan Kristen Islam, nasionalis, dan sekuler. Partai-partai Islam bergabung dengan Partai
melebur menjadi ke Persatuan Pembangunan (PPP), partai berhaluan nasionalis bergabung dengan
dalam partai Partai
Demokrasi Indonesi Golkar dan partai-partai berhaluan sosialis dan Kristen melebur menjadi ke dalam
(PDI). partai Partai Demokrasi Indonesi (PDI). Pada tahun 1973 Pemerintah Orde Baru
1973 mulai melakukan restrukturisasi system kepartaian dengan menerapkan
316

