Page 347 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 347

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3





























                                                                                       Dewan Pimpinan Pusat Partai
                                                                                       Persatuan Pembangunan (PPP),
                                                                                       Jakarta. PPP adalah satu-satunya
                                                                                       partai yang merupakan partai
                                                                                       tertua. PPP adalah partai lahir
                                                                                       pada masa awal Orde Baru yang
                                                                                       merupakan fusi dari berbagai
                                                                                       parpol Islam pada tahun 1973
                                                                                       yaitu NU, Parmusi, PSII dan Perti.
                                                                                       Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.




           kesepakatan para penandatangan deklarasi partai, HMS Mentaredja ditunjuk
           untuk menjadi ketua umum PPP periode 1973-1978. Periode berikutnya jabatan
           itu diserahkan kepada H.J. Naro tanpa melalui melalui rapat partai. Sejak itu
           PPP dikuasai oleh kubu Parmusi, disebut juga Muslimin Indonesia (MI),  yang
           cenderung dekat dengan penguasa Orde Baru. HJ. Naro memegang jabatannya
           hingga  tahun  1989  kemudian  digantikan  Ismail  Hasan  Metareum  juga  dari
           unsur MI.

           Di era Reformasi, PPP mendapatkan tantangan internal karena adanya tuntutan
           dari kader-kadernya untuk melakukan reformasi internal. Mereka tergabung
           dalam  Komite  Reformasi  Partai  Persatuan  Pembangunan  (KR-PPP)  meminta
           agar segera diadakan mukernas meminta Ismail Hasan Metareum untuk
           mengundurkan diri karena dianggap bertanggung jawab atas dukungan
           PPP kepada Soeharto pada Sidang Umum MPR tahun 1998. Kelompok KR-
           PPP sempat menduduki kantor DPP PPP namun dapat direbut kembali oleh
           pendukung Buya Ismail. Untuk merespon gejalak partai yang semakin memanas
           maka diadakanlah mukernas pada bulan Juni 1998 yang memutuskan untuk
           mempercepat muktamar nasional guna menyelesaikan persoalan kepemimpinan
           partai. Pada tanggal 29 November – 2 Desember 1998 diadakanlah Muktamar
           IV PPP yang berhasil mendudukkan Hamzah Haz dari unsur NU sebagai ketua
           umum partai. Sejak itu PPP kembali dipimpin oleh tokoh-tokoh ini. Muktamar ini





                                                                                                 331
   342   343   344   345   346   347   348   349   350   351   352