Page 66 - Nanda Amalia - Hukum Perikatan
P. 66
(b) dalam hal pihak ketiga tersebut bertindak untuk dan atas
namanya sendiri, maka ia harus menegaskan bahwa
pembayaran atau pelunasan yang dilakukan oleh nya tersebut
tidak dengan tujuan untuk menggantikan hak-hak kreditor.
b. Penawaran Pembayaran Tunai yang Diikuti oleh Penyimpanan atau
Penitipan.
Alasan kedua yang menghapuskan perikatan adalah dilakukannya
pembayaran tunai dengan diikuti oleh penyimpanan atau penitipan.
Ketentuan terhadap nya dapat kita lihat pada Pasal 1404 sampai dengan
1412 KUH Perdata.
Sebagai catatan awal perlu disampaikan, bahwa dalam penawaran
pembayaran tunai yang diikuti dengan penyimpanan atau penitipan,
hanya berlaku untuk perikatan yang mempunyai prestasi untuk
menyerahkan atau memberikan sesuatu yang berupa benda bergerak.
Ketentuan Pasal 1404 KUH Perdata menyatakan bahwa, ”Jika si
berpiutang menolak pembayaran, maka si berutang dapat melakukan
penawaran pembayaran tunai apa yang diutangnya, dan jika si
berpiutang menolaknya, menitipkan uang atau barangnya kepada
Pengadilan.
Penawaran yang demikian diikuti dengan penitipan, membebaskan
debitor dan berlaku baginya sebagai pembayaran asal penawaran itu
telah dilakukan menurut undang-undang sedangkan apa yang
dititipkan secara itu tetap atas tanggungan kreditor”.
Ketentuan Pasal 1404 KUH Perdata ini bertujuan untuk memberikan
perlindungan bagi seorang debitor yang beritikad baik, dalam hal mana
ia bermaksud untuk melakukan pembayaran sesuai dengan
kewajibannya.
Penawaran pembayaran tunai yang diikuti dengan penyimpanan atau
penitipan ini untuk dapat sahnya dilakukan, harus memenuhi
persyaratan-persyaratan sebagai berikut dan berlaku mutlak serta
memaksa. Persyaratan dimaksud adalah diatur dalam ketentuan Pasal
1405 KUH Perdata :
44

