Page 194 - Perdana Menteri RI Final
P. 194

diplomasi, strategi gerilya yang dilakukan     yang  dikuasai  tentara  NICA  menjadi  daerah                          Suwandi namun perwakilan tersebut tidak        untuk  menunjuk  formateur  kabinet  dan
                           angkatan bersenjata menunjukkan adanya         yang tetap berpenghuni. Halim mencoba untuk                             mengubah pendirian Belanda yang sejak semula   perdana menteri untuk Negara Bagian RI-

                           eksistensi dan kekuatan Indonesia sebagai      menjaga aktivitas keseharian masyarakat dengan                          menghendaki pengiriman ‘gendarmarie’ atas      Yogyakarta. Pejabat Presiden RI dipegang
                           negara (baru) yang memiliki daya. Ruslan Abdul   menggunakan otoritasnya sebagai komisaris                             nama keamanan seluruh wilayah Indonesia.       oleh Mr.Assaat yang disumpah pada 27
                                                                                                                                                                                                                47
                           Gani, kedua strategi perjuangan tersebut saling   dengan memberlakukan ORI sebagai alat                                Pada dasarnya, pengiriman gendarmarie justru   Desember  1949 , mantan ketua BP-KNIP,
                           melengkapi, apabila perang gerilya adalah tulang   pembayaran ketika Belanda memberlakukan                             semakin menegaskan bahwa Belanda tidak         tidak   dipermasalahkan.   Semula    Halim
                           punggungnya diplomasi, maka diplomasi adalah   uang merah atau uang NICA. Tidak hanya                                  mengakui RI sebagai negara berdaulat. Hingga   menolak tawaran tersebut, namun Lukman
                                                  41
                           tamengnya perang gerilya.                      itu, Halim berusaha untuk menjaga nilai ORI                             pada 18 Desember Belanda tidak lagi memegang   Hakim dan Mangunsarkoro memberikan
                                                                          dengan mendatangkan beras dari Cikampek yang                            perjanjian Renville dengan melakukan Agresi    penjelasan bahwa penunjukkannya sebagai
                           Sebagai golongan non-partai, Halim mempunyai
                                                                          dapat  ditukarkan  dengan  ORI  yang  dimiliki                          Militer II.  45                                formateur dan perdana menteri belum tentu
                           strategi khusus untuk menghadapi anggota BP-
                                                                          masyarakat. Satu hal, Harga beras akan lebih                                                                           dapat diterima oleh Dewan Partai. Setelahnya,
                           KNIP yang berasal dari golongan partai. Halim                                            44                            Aksi Polisionil Belanda II berujung pada       Halim didatangi kembali oleh Natsir dan
                                                                          mahal jika dibayar menggunakan uang NICA.
                           akan mengkonsultasikan sebuah ide atau usul                                                                            penangkapan dan pengasingan Sukarno, Hatta,    Prawoto Mangkusasmito (ketua BP-KNIP
                           kepada tokoh partai seperti Mangunsarkoro      Pasca perjanjian Renville, Belanda menawarkan                           dan Sjahrir di Bangka. Untuk menjamin tetap    pengganti Mr. Assaat) untuk mendesak
                                                                                                                                                                                                                                           48
                           dan Lukman Hakim. Selanjutnya, usul atau       nota kesepahaman dari Komisi Jenderal                                   berlangsungnya pemerintahan maka dibentuklah   Halim agar menerima tawaran tersebut.
                           inisiatif yang nantinya akan diajukan dalam    (Belanda) yang menawarkan ‘joint gendarmerie’-                          Pemerintahan Darurat Republik Indonesia        Ketika Halim masuk dalam KNIP dalam

                           rapat atau sidang dan usul yang disampaikan    pembentukan pasukan gabungan Indonesia-                                 (PDRI) di Sumatera Barat yang dipimpin oleh    salah satu Komite Kerja, ia mewakili Partai
                           tersebut menjadi usul dari partai. Jika tidak   Belanda pada Indonesia dan pembentukan                                 Syafruddin Prawiranegara. Pada akhir Januari   Sosialis Indonesia, tetapi ketika ia menjabat
                           disetujui, bukan lagi Halim secara personal yang   Indonesia Serikat. Pada 4 Mei 1947, Halim                           1949, Amerika Serikat menuntut Belanda         sebagai Perdana Menteri, posisinya adalah
                                                                                                                                                                                                                    49
                                                               42
                           mendapatkan respon ketidak-sepakatan.          bersama Mr. Ali Budiardjo, dan Mr Suwandhi                              agar segera melakukan penyerahan kedaulatan    orang tanpa-partai.  Bentuk penyendirian
                                                                          diangkat sebagai delegasi ke istana Rijswik                             Indonesia sebelum tanggal 1 Juli 1950.         Halim ini merupakan karakternya yang kuat
                           Pada 7 Juni 1947, Halim menjadi komisaris      oleh Sukarno untuk bertemu dengan komisi
                                                                                                                                                  Apabila tidak dilakukan, maka Amerika akan     yang mewarnai perjalanan hidupnya.
                           pemerintah Republik Indonesia untuk wilayah    jenderal (Belanda). Nota tersebut dijawab pada 8
                                                                                                                                                  mengehentikan bantuan pemulihan pasca perang
                           Jakarta yang bertanggung jawab langsung pada   Juni oleh pihak RI yang menolak ‘gendarmerie’                           pada Belanda. Kemudian pada 27 Desember 1949   MENJADI PERDANA MENTERI:
                           menteri. Sebagai komisaris, Halim bertugas     dan menyetujui kemungkinan pembentukan                                  Belanda secara resmi menyerahkan kedaulatan    MENEGUHKAN KABINET RI
                           untuk mengkoordinir departemen yang ada        Negara Indonesia Serikat. Pada 19 Juni, Sjahrir                         pada Indonesia. Selanjutnya, Indonsia berdiri
                           di Jakarta, seperti Departemen Kemakmuran,     menyampaikan sebuah pidato telah mengakui
                                                                                                                                                  sebagai negara Federal. 46                     Kecaman Sultan dan rakyat Yogyakarta atas
                           Luar Negeri, Perhubungan, Penerangan, dan      kedaulatan belanda atas Indonesia pada masa                                                                            agresi militer kedua menjadikan strategi
                                                 43
                           sebagian dalam Negeri.  Posisi Sekutu dan      peralihan melalui radio. Pidato Sjahrir yang                            Setelah   penyerahan    kedaulatan    pada     dekolonisasi Belanda lumpuh. Tidak berhenti
                           Belanda di Jakarta cukup kuat, karena itu Halim   bermaksud untuk memberikan konsesi pada                              Desember 1949, Halim berencana untuk           disitu,  ancaman     penghentian    bantuan
                           berusaha untuk mengimbangi strategi yang       Belanda disamping adanya jawaban Nota dari                              menjalani kembali profesinya sebagai dokter    Marshal dari Amerika Serikat juga menjadi

                           dilakukan oleh Belanda. Halim menentang        utusan yang menemui komisi Jendral justru                               THT di RSUP Jakarta. Namun, Halim              salah  satu pertimbangan  yang penting bagi
                           kebijakan bumi hangus ketika tentara Sekutu    mendapatkan reaksi negatif dari kelompok                                tidak menyangka bahwa ia didatangi oleh        Belanda untuk mengakhiri agresinya. Hingga
                           dan Belanda menduduki suatu wilayah karena     kiri yang menolak pidato tersebut. Namun,                               Natsir (Masyumi) dan Mangunsarkoro (PNI)       kemudian penyerahan kedaulatan terhadap
                           hal tersebut akan memudahkan pihak musuh       pidato  tersebut  membuat  kabinetnya tidak  lagi                       dan ditawarkan untuk menjadi formateur         Indonesia berlangsung melalui Konferensi
                           untuk menguasai wilayah yang kosong. Halim     mendapatkan  dukungan  dan  digantikan  oleh                            kabinet. Dipilihnya Halim sebagai salah        Meja Bundar (KMB) pada 27 Desember
                                                                                                                                                                                                      50
                           mempunyai strategi untuk mengendalikan         kabinet Amir Syarifudin. Halim mengatakan                               satu formateur menunjukkan sinyal adanya       1949.   Pembentukan  Republik  Indoensia
                           mantan ibukota negara, sebagian besar wilayah   bahwa pimpinan delegasi saat itu adalah Mr.                            ketidaksepakatan antara PNI dan Masyumi        Serikat (RIS) adalah hasil dari Konferensi





                           182   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  183
   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199