Page 294 - Perdana Menteri RI Final
P. 294
pada 1939. Kehadirannya dalam konferensi pegawai juga memperoleh tunjangan beras yang
47
itu merupakan undangan NVV (Nederlands cukup untuk satu bulan. Sedangkan, untuk
Verbond van Vakverenigingen) yang memintanya menjamin pembelian beras dan ketersediaan
46
menjadi ahli dalam pertemuan tersebut. pasokan beras dibentuklah BAMA (Jajasan-
Dalam perjalanannya menghadiri konferensi, Bahan Makanan) pada November 1951 yang
Sukiman sempat singgah di Belanda, dimana bertujuan untuk mengendalikan harga dan
ia berkesempatan menyuarakan aspirasi serikat pasokan bahan pangan, sehingga rakyat tidak
pekerja di tanah air di hadapan menteri tanah harus membayar harga beras di luar kapasitas
jajahan. Terkait dengan keterlibatannya dalam ekonomi mereka. Kebijakan ini tidak lepas dari
gerakan buruh, hal ini juga perlu dilihat usulan Menteri Perekonomian, Wilopo.
dalam konteks pergulatan politik yang sedang
Selama menjabat sebagai perdana menteri,
berlangsung dalam tubuh organisisi buruh yang
Presiden Sukarno memberikan keterangan pers
dalam acara penyerahan mandat Kabinet Sukiman- mempertemukan antara kelompok kiri dengan persoalan politik luar negeri adalah masalah
Suwirjo pada tanggal 23 Maret 1952. terberat yang pernah dihadapi Sukiman.
kalangan Islam. Keberadaan Sukiman dalam
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia gerakan buruh—seperti yang pernah dilakukan Terlepas dari kurangnya koordinasi dan mitigasi
resiko atas langkah yang diambilnya maupun di
pula oleh seniornya di PSII, Agus Salim—telah
sisi lain tendensi politik partai-partai terhadap
memberi perimbangan atas dominasi kelompok
kiri dan mendorong organisasi serta gerakan kepemimpinannya, sejumlah kebijakan Sukiman
buruh untuk tidak menjadi sekedar menjadi alat dalam politik luar negeri, bahkan yang paling
politik ideologi tertentu. kontroversial sekalipun, merupakan terobosan
terutama untuk meningkatkan daya tawar
Tampaknya, protes yang marak dilakukan para
diplomatik Indonesia di hadapan negara mantan
buruh pada pertengahan tahun 1951—saat
penjajah. Salah satu contohnya adalah ratifikasi
itu umat muslim sedang menjalankan puasa Perjanjian San Fransisco yang pada mulanya
ramadhan—erat kaitannya dengan tuntutan banyak memunculkan tentangan. Keterlibatan
mereka untuk memperoleh bonus hari raya Indonesia dalam perjanjian tersebut menjadi
sebagaimana yang diterima para pegawai
penting karena Ahmad Subajro dan delegasi
negeri. Terkenal sebagai kabinet yang pemurah
diplomat Indonesia berhasil melobi Amerika
dalam hal keuangan bagi para pegawai negeri,
memuluskan jalan bagi negoisasi lebih lanjut atas
kebijakan Sukiman yang sangat populer dan
kepentingan Indonesia terhadap Jepang.
bahkan terus dipertahankan hingga sekarang—
walaupun sempat dihentikan sementara waktu Persoalan yang lebih kompleks sebenarnya
pada era Wilopo—adalah pemberian tunjangan terjadi dalam hubungan dengan Belanda, dan
hari raya. Sukiman memberikan bonus pada para oleh karenanya muncul Amerika yang dipandang
Presiden Sukarno memberikan arahan dalam abdi negara menjelang Idul Fitri (yang jatuh dapat menjadi pihak yang menguntungkan bagi
penyerahan mandat kabinet kepada presiden
pada awal Juli 1951) sebesar Rp.125,- hingga kelanjutan diplomasi Indonesia. Tidak dapat
tanggal 23 Maret 1952.
Rp.200,- untuk setiap orang. Selain itu, pada dipungkiri, dalam jangka waktu dua tahun setelah
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
masa Sukiman menjabat perdana menteri, para ditandatanganinya KMB, perkembangan yang
282 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 283

