Page 295 - Perdana Menteri RI Final
P. 295

pada  1939.  Kehadirannya dalam konferensi      pegawai juga memperoleh tunjangan beras yang
                                                                                      47
               itu merupakan undangan NVV (Nederlands          cukup untuk satu bulan.  Sedangkan, untuk
               Verbond van Vakverenigingen) yang memintanya    menjamin pembelian beras dan ketersediaan
                                                         46
               menjadi ahli dalam pertemuan tersebut.          pasokan  beras  dibentuklah  BAMA  (Jajasan-
               Dalam perjalanannya menghadiri konferensi,      Bahan Makanan) pada November 1951 yang
               Sukiman sempat singgah di Belanda, dimana       bertujuan untuk mengendalikan harga dan
               ia berkesempatan menyuarakan aspirasi serikat   pasokan bahan pangan, sehingga rakyat tidak
               pekerja di tanah air di hadapan menteri tanah   harus membayar harga beras di luar kapasitas
               jajahan. Terkait dengan keterlibatannya dalam   ekonomi mereka. Kebijakan ini tidak lepas dari
               gerakan buruh, hal ini juga perlu dilihat       usulan Menteri Perekonomian, Wilopo.
               dalam konteks pergulatan politik yang sedang
                                                               Selama  menjabat  sebagai perdana menteri,
               berlangsung dalam tubuh organisisi buruh yang
 Presiden Sukarno memberikan keterangan pers
 dalam acara penyerahan mandat Kabinet Sukiman-  mempertemukan antara kelompok kiri dengan   persoalan politik luar negeri adalah masalah
 Suwirjo pada tanggal 23 Maret 1952.                           terberat yang  pernah dihadapi Sukiman.
               kalangan Islam. Keberadaan Sukiman dalam
 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia  gerakan buruh—seperti yang pernah dilakukan   Terlepas dari kurangnya koordinasi dan mitigasi
                                                               resiko atas langkah yang diambilnya maupun di
               pula oleh seniornya di PSII, Agus Salim—telah
                                                               sisi lain tendensi politik partai-partai terhadap
               memberi perimbangan atas dominasi kelompok
               kiri dan mendorong organisasi serta gerakan     kepemimpinannya, sejumlah kebijakan Sukiman
               buruh untuk tidak menjadi sekedar menjadi alat   dalam politik luar negeri, bahkan yang paling
               politik ideologi tertentu.                      kontroversial sekalipun, merupakan terobosan
                                                               terutama untuk meningkatkan daya tawar
               Tampaknya, protes yang marak dilakukan para
                                                               diplomatik Indonesia di hadapan negara mantan
               buruh pada pertengahan tahun 1951—saat
                                                               penjajah. Salah satu contohnya adalah ratifikasi
               itu umat muslim sedang menjalankan puasa        Perjanjian San Fransisco yang pada mulanya
               ramadhan—erat kaitannya dengan tuntutan         banyak memunculkan tentangan. Keterlibatan
               mereka untuk memperoleh bonus hari raya         Indonesia dalam perjanjian tersebut menjadi
               sebagaimana yang diterima para pegawai
                                                               penting karena Ahmad Subajro dan delegasi
               negeri. Terkenal sebagai kabinet yang pemurah
                                                               diplomat Indonesia berhasil melobi Amerika
               dalam hal keuangan bagi para pegawai negeri,
                                                               memuluskan jalan bagi negoisasi lebih lanjut atas
               kebijakan Sukiman yang sangat populer dan
                                                               kepentingan Indonesia terhadap Jepang.
               bahkan terus dipertahankan hingga sekarang—
               walaupun sempat dihentikan sementara waktu      Persoalan yang lebih kompleks sebenarnya
               pada era Wilopo—adalah pemberian tunjangan      terjadi dalam hubungan dengan Belanda, dan
               hari raya. Sukiman memberikan bonus pada para   oleh karenanya muncul Amerika yang dipandang
 Presiden Sukarno memberikan arahan dalam   abdi negara menjelang Idul Fitri (yang jatuh   dapat menjadi pihak yang menguntungkan bagi
 penyerahan mandat kabinet kepada presiden
               pada awal Juli 1951) sebesar Rp.125,- hingga    kelanjutan diplomasi Indonesia. Tidak dapat
 tanggal 23 Maret 1952.
               Rp.200,- untuk setiap orang. Selain itu, pada   dipungkiri, dalam jangka waktu dua tahun setelah
 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
               masa Sukiman menjabat perdana menteri, para     ditandatanganinya KMB, perkembangan yang




 282  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  283
   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300