Page 291 - Perdana Menteri RI Final
P. 291

Sidik Djoyosukarto, yang harus merevisi sendiri   negara blok Komunis, memenuhi syarat untuk   persyaratan  dalam  bidang  militer  dan  Tekanan terhadap pemerintah mengemuka
 komentarnya terkait dengan ratifikasi Perjanjian   menerima bantuan dari negara adidaya tersebut.   pertahanan negara. Ali Sastroamidjojo sebagai   ketika perdebatan  untuk menerima bantuan

 San Fransisco sehingga tidak menimbulkan   Tanpa disadari, persoalan bantuan Amerika   representasi Indonesia dalam pembicaraan baru   militer atau menolaknya dimulai. Kalangan yang
 kegaduhan politik lebih lanjut.   yang dikenal dengan MSA (Mutual Security Act)   terkait dengan MSA mengusulkan agar dasar   mendukung beralasan bahwa dengan menerima
 menjadi sumber kontroversi berikutnya yang   yang digunakan diubah dari 511a menjadi 511b   poin 511a, akan memungkinkan pemerintah
 Pada sisi lain, Menteri Luar Negeri, Ahmad
 berdapak dasyat bagi Kabinet Sukiman.  yang lebih diarahkan pada bantuan ekonomi dan   untuk  memperoleh  bantuan  digunakan
 Subarjo memainkan peran penting dalam
               asistensi teknis, serta tidak melibatkan masalah   menambah peralatan militer yang sejak adanya
 meredam  kritik,  sekaligus dalam  melancarkan   Saat Kabinet Sukiman berkuasa, National
               pertahanan dan militer. Akan tetapi dalam       Constabulary Agreement pada Agustus 1950
 negosiasi Indonesia kepada kedua pihak   Security Council (NSC) Amerika telah membuat
               surat yang dikirim kepada Cohan di awal 1952,   tidak mungkin dilakukan di Amerika dan Eropa
 sekaligus: Jepang dan Amerika. Dalam hal   pemetaan rinci tentang kepentingan mereka
               Menteri Luar Negeri menyatakan kesediaan        tanpa adanya perjanjian politik. Berbeda dengan
 ini, Ahmad Subarjo—dan delegasi Filipina—  di Indonesia. NSC melihat bahwa Indonesia
               pemerintah untuk menerima 511a. Di lain         India misalnya yang pemerintahnya memperoleh
 berhasil meyakinkan, Sekretaris US, Acheson,   dapat menjadi aset penting bagi Amerika guna
               pihak, Amerika tampaknya memainkan strategi     pasokan  senjata  dari  Inggris  atas  status
 untuk  memasukan  masalah  pembayaran  melancarkan kontrol mereka atas wilayah
               ganda dimana mereka bersiap untuk menyetujui    commonwealth-nya, dan dapat mengembangkan
 pampasan terhadap negara-negara yang pernah   Asia Tenggara. Hal ini didasarkan pada posisi
               permintaan Ali Sastroamidjojo maupun Ahmad      peralatan militernya di dalam negeri, Indonesia
 diduduki Jepang dalam naskah perjanjian.   strategis Indonesia, kekayaan ekonominya, dan   Subarjo sebagai dua perjanjian terpisah. 40  harus melakukannya melalui kerja sama dengan
 Oleh karenanya, Ahmad Subarjo kemudian   kepentingan politiknya sebagai negara yang   negara lain yang pada saat itu opsi terbaik adalah

 melanjutkan pembicaraan dengan Yoshida yang   independen, non-komunis. Oleh karenanya,   Pada bulan Februari,  isu  soal bantuan  amerika   Amerika. Kelompok ini melihat bahwa bantuan
 menyatakan kesan baiknya atas pertemuan   pada awal dekade 1950-an, manuver politik   mencuat menjadi perbincangan public. Dua   militer dalam hal ini tidak berarti meningkatkan
 37
 mereka berdua.  Kesuksesan ini membuat para   Amerika sangat terasa seperti melalui sejumlah   media massa, Abadi—milik Masyumi kelompok   dependensi Indonesia terhadap Amerika, atau
 politisi di dalam negeri memberikan apresiasi   tekanan yang dilancarkan kepada Indonesia   Natsir—, dan  Indonesia Raya yang merupakan   lebih jauh lagi, menjadikan Indonesia bagian
 yang tinggi dengan berhenti meributkan masalah   untuk mentaati embargo PBB terhadap   corong pemberitaan tentara memberitakan   dari Blok Barat. Dalam pembicaraan lain yang
 keikutsertaan Indonesia menandatangani piagam   Tiongkok, maupun kesediaannya meratifikasi   persoalan tersebut. Para anggota parlemen juga   tidak begitu terpublikasi, sejumlah kalangan
 San Fransisco.  hasil konferensi San Fransisco. Pada tahap   seolah dibangunkan dari ketidaktahuan ini,   mengusulkan pentingnya kerja sama dengan
 lebih lanjut, NSC berusaha untuk menjadikan   mula-mula para anggota PIR yang memperoleh   Amerika ini untuk membendung tumbuhnya
 Lebih lanjut, beberapa hari setelah konferensi   informasi dari Menteri Pertahanan Sewaka yang
 Indonesia  berperan lebih besar  dalam setiap                 kekuatan komunis dalam negeri. 42
 berakhir, Subardjo,  mengunjungi  Washington   didekati pemerintah terkait dengan bantuan militer
 usaha keamanan regional di wilayah ini, yang
 untuk  pertemuan  dengan  Acheson  di  mana   melalui skenario MSA. Tampaknya, seperti yang   Kelompok penentang menganggap Indonesia
 dengan demikian Indonesia didorong untuk
 pembicaraan itu akan membahas kemungkinan   telah kerap dilakukan sebelumnya, penentuan   harus menghindarkan diri dari segala hal yang
 keluar  dari netralitas yang menjadi platform
 dukungan AS—baik secara rahasia maupun   atas masalah ini tidak dibicarakan dalam forum   terkait dengan Perang Dingin dan konflik
 39
 politik  luar  negerinya.  Dalam situasi politik
 38
 terbuka—terhadap Indonesia.  Publik Indonesia   kabinet resmi, dan hanya diberitahukan kepada   kepentingan antara dua  poros politik  dunia
 semacam inilah pemerintah Indonesia menerima
 kemudian mendengar bahwa pembicaraan itu   sejumlah anggota saja—terlebih lagi waktu yang   waktu itu. Stabilitas dan keamanan nasional lebih
 MSA 1951, sehingga timbul persoalan besar di
 membahas pinjaman $ 50 juta untuk Indonesia.   diberikan Cohan juga sangat sempit. Bahkan   baik jika tanpa intervensi pihak asing, terlebih
 dalam negeri.
 Sebelum  Menteri  Luar  Negeri  meninggalkan   menurut Feith, Sewaka sendiri tidak diberitahu,   lagi jika biaya politik yang ditimbulkan terlalu
                                                         41
 Amerika untuk meneruskan lawatannya ke   Konsekuensi  bagi  negara-negara  yang  dan demikian juga dengan para petinggi militer.    mahal bagi kedaulatan politik dan hubungan
 sejumlah negara lainnya, Ahmad Subarjo   memperoleh segala jenis bantuan Amerika harus   Baru kemudian, pada 8 Februari, sehari setelah   luar negeri Indonesia. Mereka mengkritik poin
 tampaknya berhasil meyakinkan representasi   menyatakan diri berkomitmen untuk perjanjian   berita tersiar secara luas, kabinet melakukan   dalam nota Cochran tertanggal 22 Januari 1952,
 Amerika bahwa Indonesia, yang memiliki   tertentu,  dalam  hal  ini,  Indonesia  menerima   pertemuan resmi menyangkut sejumlah detail   yang meminta kontrol terhadap ekspor Indonesia
 hubungan  perdagangan  dengan  negara-  MSA dengan basis 511a yang mengikutkan   dalam perjanjian MSA.  ke negara-negara blok Soviet—yang sebenarnya





 278  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  279
   286   287   288   289   290   291   292   293   294   295   296