Page 296 - Perdana Menteri RI Final
P. 296

berlangsung di Indonesia tidak dapat dilepaskan   PENUTUP                                                              ENDNOTES
                           dari kesepakatan yang telah ditandatangi
                                                                          Akhir dari Kabinet Sukiman yang jatuh pada
                           Indonesia dan Belanda tersebut. Agenda                                                                                 1   Pidato pada Muktamar Masyumi ke-9 di Yogyakarta (April   16  M.C. Ricklefs, op. cit, hlm. 230.
                                                                          bulan  Februari  1952  menjadi  titik  penting
                                                                                                                                                     1959) dengan judul “Peran Umat Islam dalam Revolusi
                           pemerintahan Sukiman dalam hal ini paling                                                                                                                             17  Sejumlah sumber berbeda pendapat mengenai penunjukan
                                                                          dalam perjalanan demokrasi parlementer di                                  Nasional”
                                                                                                                                                                                                     Sukiman sebagai ketua PPPH. Muchtarudin Ibrahim
                           tidak meyasar tiga hal prinsipil yakni: untuk   mana polarisasi politik kepartaian mencuat                             2  M.C.Ricklefs, A History of modern Indonesia, (Houndsmills:   menyebutkan H.O.S. Cokroaminoto menunjuk Sukiman
                                                                                                                                                     Basingstoke, 2008), hlm. 293., Herbert Feith, The Decline   sebagai pengganti ketua baru pada PPPH pada 1931.
                           menghapuskan  unie-statuut Indonesia-Belanda,   lebih tajam. Berbeda dengan kabinet                                       of Constitutional Democracy in Indonesia, (Jakarta: Equinox   Adapun Ingelson mengatakan tidak mengatakan bahwa
                                                                                                                                                     Pub, 2007), hlm. 139.                           Sukiman ditunjuk oleh Tjokroaminoto melainkan
                           mempercepat peninjauan kembali persetujuan     Natsir yang merupakan  zaken kabinet yang
                                                                                                                                                  3   Dr. H.F. Roll yang dikenal sebagai ‘Bapak STOVIA’   ditetapkan melalui konggres. Lihat dalam Muchtaruddin
                           hasil  KMB,  meniadakan  perjanjian-perjanjian   anggotanya dipilih didasarkan pada keahlian,                             merupakan direktur sekolah yang berhasil mengumpulkan   Ibrahim, op.cit, hlm. 67-9., dan John Ingleson, Workers,
                                                                                                                                                                                                     Unions and Politics: Indonesia in the 1920s and 1930s, (Leiden
                                                                                                                                                     £ 178.000 untuk pembangunan gedung. Lihat dalam
                           yang pada kenyataannya merugikan rakyat dan    Kabinet Sukiman merupakan hasil dari                                                                                       : Brill, 2014), hlm. 164.
                                                                                                                                                     Mardanas Safwan; Sutrisno Kutoyo; Tashadi, Prof.
                           negara, serta memasukkan wilayah Irian Barat   kompromi antar partai politik yang bertujuan                               Dr. Bahder Djohan: karya dan pengabdiannya, (Jakarta:   18  Ingelson, ibid, hlm. 166. Ingelson mencatat, tampaknya
                                                                                                                                                     Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional,   Sukiman sendiri mengalami masalah keuangan. Ia
                           ke dalam wilayah Republik Indonesia.           untuk membangun suatu pemerintahan yang                                    Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985) hlm. 13.  meminjam 16.000 gulden dari modalnya yang ada di
                                                                                                                                                                                                     perusahaan, dan pada 1932 asih tersisa 8.000 gulden. Lihat
                                                                          kuat. Akhir dari kabinet ini menunjukan                                 4   Adrian Vickers, A History of Modern Indonesia, (New York:
                                                                                                                                                                                                     footnote 97.
                                                                                                                                                     Cambridge University Press, 2005), hlm. 73
                           Dalam konteks inilah Sukiman mengambil         sebuah permulaan akan semakin sulitnya
                                                                                                                                                  5   Pada kongres ini nama Jong Java mulai digunakan untuk   19  Harry A Poeze, Politiek-Politioneele Overzichten Van
                           langkah-langkah    yang    oleh    sejumlah    memperoleh kompromi kekuatan-kekuatan                                      menggantikan Tri Koro Darmo. Komposisi keanggotaan   Nederlandsch-Indie: Deel IV 1935-941, (Dordrecht : Foris
                                                                                                                                                                                                     Publications, 1994), hlm. 162.
                                                                                                                                                     Jong Java juga mulai berubah dengan masuknya sejumlah
                           pengkritiknya dianggap condong berpihak        utama  dalam  politik  Indonesia—terutama
                                                                                                                                                     tokoh muda yang kelak akan dikenang sebagai tokoh
                                                                                                                                                                                                 20  Mengenai Indonesia berparlemen lihat dalam Uji Nugroho
                           pada Blok Barat, atau sikap politiknya yang    kelompok    nasionalis   dan   Islam—yang                                  bangsa, satu diantaranya adalah Sukarno. Lihat M.C.   W, “Militia politics: Civil rights and the debate on
                                                                                                                                                     Ricklefs, op. cit, hlm. 212, 228.
                                                                                                                                                                                                     indigenous conscription in Java, 1940-1942”, BA Thesis
                           kerap ditafsirkan sebagai  “pro-West Neutralist”.   kemudian terbukti dalam proses pembentukan
                                                                                                                                                  6   Pringgodigdo, A. K, Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia,   Leiden University, 2011. Hlm. 19-22.
                           Meskipun untuk melihat keseluruhan hasil       kabinet-kabinet selanjutnya. Terlebih lagi, tak                            (Jakarta: Dian Rakyat, 1994).               21  M.C. Ricklefs, op. cit, hlm. 243.
                           akhir dari pendekatan yang ia buat masih       lama setelah kabinet Sukiman demisioner,                                7   Harry A Poeze, Di negeri penjajah: orang Indonesia di Negeri   22  Remy Madinier, Islam and Politics in Indonesia : the Masyumi
                                                                                                                                                     Belanda 1600-1950, (Jakarta: KPG bekerja sama dengan
                                                                                                                                                                                                     Party Between Democracy and Integralism, (Singapore : NUS
                           perlu menunggu waktu, sejumlah usaha           terjadi perpecahan  kekuatan dalam tubuh                                   KITLV, 2014), hlm, 155.                         Press, 2015), hlm. 68.
                           Sukiman merupakan terobosan penting dalam      Masyumi dimana NU keluar dari partai itu.                               8   De Indische courant, 23-07-1923. Penumpang yang   23  Ibid, hlm. 81.
                                                                                                                                                     dimaksud ditulis dengan nama Soekirman Wirjosandjojo
                                                                          Yang  menarik,  walaupun  saat  NU  keluar
                           meningkatkan posisi diplomatik Indonesia                                                                                  (menggunakan ejaan lama dan huruf ‘r’ di tengah).   24  Hebert Feith, op. cit, hlm, 179-80.
                                                                                                                                                     Adapun penulisan Soekirman sangat lazim ditemui dalam
                                                                          dari Masyumi Sukiman telah demisioner,                                                                                 25  Ibid, hlm. 219.
                           dalam percaturan politik internasional. Hal                                                                               berbagai terbitan Belanda untuk merujuk pada Sukiman
                                                                          Wahab Chasbullah dalam audiensinya dengan                                  (Wirjosandjojo). Daftar penumpang juga dimuat pada   26  Bruce Glassburner, Economic Policy-Making in Indonesia
                           ini ditunjukan melalui serangkaian kunjungan                                                                              harian berbahasa Belanda lainnya. Adapun manifest   1956-1957, dalam Bruce Glassburner.,(ed.) The Economy
                                                                          Sukarno, meminta agar jabatan perdana                                      penumpang disimpang di The National Archives, Kew-
                           Menteri  Luar  Negeri  pasca  menghadiri                                                                                                                                  of Indonesia: Selected Readings, (Kuala Lumpur: Equinox
                                                                                                                                                     Inggris.
                                                                          menteri tetap dipegang Sukiman. Terlepas                                                                                   Edition 2007), hlm. 86.
                           perundingan di San Fransico. Saat ia tiba di                                                                           9   Muchtarudin Ibrahim, Dr. Sukiman Wirjosandjojo: Hasil   27  Ibid.
                                                                          dari itu semua, Sukiman adalah contoh yang                                 Karya dan Pengabdianya, (Jakarta : Departemen Pendidikan
                           Australia, dalam kunjungannya yang mendadak,                                                                              dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional,   28  Soebagijo I.N., “Riwayat Hidup Wilopo”, dalam Wilopo 70
                                                                          baik dari pribadi yang bertransformasi dari                                                                                tahun, (Jakarta: Gunung Agung, 1979), hlm. 112.
                           Ahmad Subarjo memperoleh sambutan hangat                                                                                  Proyek Invetarisasi dan Dokumen Sejarah Nasional, 1985),
                                                                          seorang Jawa-nasionalis menjadi sosok Islam-                               hlm. 22.                                    29  Hebert Feith, op. cit, hlm. 185.
                           dari  para  pejabat  pemerintah.  Lebih  dari  itu,
                                                                          nasionalis.  Dengan karakter personal  itulah,                          10  Harry A Poeze, op. cit, hlm. 174.          30  Pada 1947, Sewaka adalah gubernur Jawa Barat yang
                           melalui kunjungan ini khalayak di Australia                                                                            11  R. Nalenan, Arnold Mononutu: Potret Seorang Patriot.   memberi mandat kepada Nasution untuk melakukan
                                                                          Pak Dokter Sukiman telah membuktikan diri
                                                                                                                                                     (Jakarta: Gunung Agung, 1981), hlm. 48.         “perlawanan rakyat total”. Baik selama gerilya maupun
                           dan juga media massa di sana memberikan
                                                                          sebagai tokoh yang mampu menjadi jembatan                                                                                  setelah merdeka, Sewaka juga tidak segan mengunjungi
                                                                                                                                                  12  Harry A Poeze, op. cit, hlm. 187.
                           tanggapan luar biasa baik menyangkut posisi                                                                                                                               keluarga Nasution. Barry Turner, A.H. Nasution and
                                                                          bagi kelompok nasionalis dan Islam, maupun                              13  Muchtaruddin Ibrahim, op. cit, hlm. 22.        Indonesia’s elites: “people’s resistance” in the War of Independence
                           Indonesia dalam penyelesaian kasus Irian Barat.                                                                                                                           and postwar politics, (Lanham, MD: Lexington Books,
                                                                          kalangan modernis dengan mereka yang                                    14  Ki Hadjar Dewantara atau Soewardi Soerdjaningrat pernah
                                                                                                                                                                                                     2018), hlm. 162.
                           Dalam kurun waktu yang singkat, sebagaimana                                                                               bersekolah di STOVIA namun tidak pernah selesai karena
                                                                          disebut tradisionalis.
                                                                                                                                                     sakit. Lihat Rosihan Anwar, Sejarah kecil “petite histoire”   31  Hebert Feith, op. cit, hlm. 196.
                           komentar Feith, Indonesia telah mencapai titik                                                                            Indonesia (Volume 3), (Jakarta : Buku Kompas, 2009), hlm.
                                                                                                                                                                                                 32  Setting peristiwa dan tensi pada waktu Razia Agustus
                                                                                                                                                     27.
                           tinggi dalam hubungannya dengan negara-                                                                                                                                   diceritakan secara hidup dalam Francisca Fanggidaej,
                                                                                                                                                  15  PNI dibentuk Sukarno pada tahun 1927, pada tahun yang   Memoar perempuan revolusioner, (Yogyakarta: Galang Press,
                           negara Barat (non-Belanda). 48                                                                                            sama ketika Sukiman masuk menjadi anggota PSI.  2006), hlm. 174-184.
                           284   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  285
   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300   301