Page 293 - Perdana Menteri RI Final
P. 293

oleh pemerintah Indonesia tidak diluluskan.   situasi dari kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan   penyusunan anggaran untuk militer. Hal   Dalam bidang ekonomi, nasionalisasi DJB
 Dalam perdebatan ini, kelompok yang tidak   dari  penandatanganan  MSA. Meskipun  sudah   inidisebabkan oleh karena pergantian menteri   tampaknya  akan  terus  dikenang sebagai  legacy

 menyetujui perjanjian Cohan-Subarjo adalah   demisioner, kabinet ini masih melanjutkan   pertahanan  yang  berlangsung  cepat  di  awal   terbesar dari kabinet Sukiman. Program Benteng
 mayoritas.  tugasnya sampai terbentuk kabinet baru.  masa kerja kabinet, Sewaka tidak menyusun   dan “Sumitro Plan” yang diadopsi pemerintahan
               alokasi anggaran baru untuk pertahanan          Sukiman juga turut menyumbang kenaikan
 Akhir dari perjalanan kabinet Sukiman   WARISAN PAK DOKTER  melainkan menggunakan budget yang sudah   jumlah pengusaha pribumi dan industri kecil,
 mulai tampak ketika partai-partai dominan
               dibuat oleh pendahulunya.                       walaupun tidak dapat dipungkiri kurang cermat
 Selama 11 bulan lebih, Pak Dokter telah
 menyatakan pandangan resminya atas persoalan
                                                               dalam  menyaring  para  pemohon  izin  impor,
 memimpin kabinet kedua di era Indonesia dalam
 ini. Pada 11  Februari,  Masyumi  di bawah   Terlepas dari hal itu, perkembangan menarik
                                                               malah menyebabkan proporsi pengusaha impor
 bingkai negara kesatuan, dengan dua kekuatan
 Natsir—yang  pada  saat  menjabat  Perdana   berlangsung selama pemerintahan kabinetnya di   yang sah menurun. Kebijakan lain yang diambil
 politik besar yakni nasionalis (PNI) dan Islam
 Menteri di tahun 1950 menolak bantuan   mana Perdana Menteri Sukiman menempatkan   pada era Sukiman adalah ditinggalkannya sistem
 (Masyumi) menjadi tulang punggung utamanya.
 militer Amerika yang ditawarkan Melby—  program keamanan dan penciptaan stabilitas   nilai tukar berganda yang telah menjadi bagian
 Selama menjabat perdana menteri, Sukiman
 mengeluarkan pernyataan bahwa partainya tidak   sebagai proritas utamanya. Feith berkomentar,   dari sistem ekonomi fiskal sejak tahun 1950.
 melakukan sejumlah hal  penting,  terutama  di
 bertanggung  jawab  atas  langkah  yang  diambil   bila dibanding Natsir maupun Hatta, Sukiman   Langkah ini diambil atas saran ekonom Jerman,
 bidang keamanan, ekonomi, dan hubungan
 oleh kabinet Sukiman. Di tanggal yang sama,   terlihat lebih tegas dan tangguh dalam usahanya   Hjalmar Schacht, yang diundang ke Indonesia
 luar negeri. Terlepas dari sejumlah programnya
 PIR juga menolak penandatanganan MSA yang   menciptakan ketertiban dan keamanan negara.   sebagai penasihat keuangan oleh Jusuf Wibisono
 merupakan  usaha  untuk  menyelesaikan
 mereka lihat sebagai penyimpangan dari politik   Tindakan-tindakan keras memang diambil   dan Sumitro Djojohadikoesoemo sejak kabinet
 persoalan-persoalan yang telah ada sebelumnya,
 luar negeri bebas aktif Indonesia, dan karena   Sukiman untuk mengatasi pergolakan politik,   sebelumnya. 45
 beberapa diantaranya dilakukan secara dramatis,
 alasan itulah, PIR meminta Ahmad Subarjo   maupun “pemberontak-bandit”, terlebih lagi
 seperti pembebasan 950 tahanan oleh M.
 mengundurkan diri. Lima hari berselang giliran   bila terkait dengan kelompok kiri, seperti yang   Dalam waktu kurang dari satu tahun, Sukiman
 Yamin, dan nasionalisasi DJB yang diumumkan
 PNI menyatakan pandangannya. Partai ini juga   dilakukannya dalam peristiwa ‘Razia Agustus”.   yang memiliki program jangka pendek
 oleh Jusuf Wibisono pada saat konferensi pers
 menolak, dan meminta keseluruhan kabinet   Ia menangkap lebih banyak orang dibandingkan   untuk meningkatkan kehidupan sosial dan
 pertamanya.
 mengembalikan mandatnya kepada presiden.   para pendahulunya. Tindakan keras semacam   perekonomian rakyat berhasil mempersiapkan
 Pada era Sukiman, sebenarnya sudah mulai   ini dapat menekan angka kriminalitas maupun   rancangan undang-undang pengakuan serikat
 Sebagai dampak dari masalah ini, Ahmad   aksi-aksi kolektif yang dapat mengganggu   buruh, dan perjanjian kerja sama (collective
 terasa sejak Natsir, kiprah militer dalam politik
 Subarjo sendiri kemudian mengundurkan   ekonomi  seperti  pembegalan  kargo  di  arbeidsovereenkomst).  Hal  ini  sebenarnya
 pemerintahan mulai berkurang. Kondisi ini
 diri. Pada 21 Februari, mosi tidak percaya atas   pelabuhan-pelabuhan, dan demonstrasi buruh   menunjukan  posisi  Sukiman  terhadap
 sangat berbeda dengan yang terjadi sebelum
 penanganan  masalah  MSA yang  dilakukan   dimana untuk sementara waktu gerakan radikal   kaum buruh di mana banyak kalangan yang
 penyerahan kedaulatan di tahun 1949 dimana
 43
 Ahmad Subardjo muncul dari kabinet sendiri,    militer menjadi kekuatan terpenting dalam   kalangan buruh terpaksa mengurangi aksinya.   mengarahkan kritik kepada kabinetnya dalam
 yang sekaligus menerima pengunduran diri   Pada kasus lain, Sukiman memadukan tindakan   menekan suara-suara radikal kaum buruh.
 revolusi sekaligus sangat berperan dalam
 Ahmad Subarjo sebagaimana surat yang ia   politik pemerintahan. Dalam hal ini, Sukiman   kerasnya dengan pendekatan yang lebih lunak,   Terlepas dari itu, Sukiman sendiri sebenarnya

 ajukan pada 11 Februari. Pemerintah sebenarnya   tidak terlalu menekakankan peran tentara   seperti yang ditunjukan di Kudus. Pada akhir   telah memiliki kedekatan dengan gerakan buruh
 memiliki kesempatan untuk menjawab interpelasi   dalam politik dan pemerintahan selama ia   Desember  1951,  battalion  tentara  di  Kudus   sejak lama. Selain aktif dalam PPPH bahkan
 yang diajukan Djody Gondokusumo mengenai   memimpin kabinet. Bahkan, ia cenderung   melakukan desersi dan mendeklarasikan diri   menjadi ketua, dan merupakan pemrakarsa
 kebijakan yang diambil terkait dengan MSA pada   mengabaikan seperti banyak dilakukannya   sebagai bagian dari Darul Islam. Gerakan ini   sekaligus motor penggerak bagi surat kabar
 25 Februari. Tetapi, pada dua hari sebelumnya,   saat pengambilan keputusan-keputusannya   dapat dengan segera diatasi oleh tentara yang ada   buruh bertajuk “Oetosan Indonesia”, Sukiman
 Sukiman mengembalikan mandat kepada   tanpa berkonsultasi dengan para petinggi   di Jawa Tengah dengan menggunakan kekuatan   adalah wakil Indonesia untuk berpidato pada
 presiden dengan alasan untuk memperbaiki   tentara. Contoh lain dapat dilihat dalam   militer yang disertai persuasi politik. 44  konferensi buruh internasional di Geneva Swiss





 280  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  281
   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297   298