Page 290 - Perdana Menteri RI Final
P. 290
Sidik Djoyosukarto, yang harus merevisi sendiri negara blok Komunis, memenuhi syarat untuk persyaratan dalam bidang militer dan Tekanan terhadap pemerintah mengemuka
komentarnya terkait dengan ratifikasi Perjanjian menerima bantuan dari negara adidaya tersebut. pertahanan negara. Ali Sastroamidjojo sebagai ketika perdebatan untuk menerima bantuan
San Fransisco sehingga tidak menimbulkan Tanpa disadari, persoalan bantuan Amerika representasi Indonesia dalam pembicaraan baru militer atau menolaknya dimulai. Kalangan yang
kegaduhan politik lebih lanjut. yang dikenal dengan MSA (Mutual Security Act) terkait dengan MSA mengusulkan agar dasar mendukung beralasan bahwa dengan menerima
menjadi sumber kontroversi berikutnya yang yang digunakan diubah dari 511a menjadi 511b poin 511a, akan memungkinkan pemerintah
Pada sisi lain, Menteri Luar Negeri, Ahmad
berdapak dasyat bagi Kabinet Sukiman. yang lebih diarahkan pada bantuan ekonomi dan untuk memperoleh bantuan digunakan
Subarjo memainkan peran penting dalam
asistensi teknis, serta tidak melibatkan masalah menambah peralatan militer yang sejak adanya
meredam kritik, sekaligus dalam melancarkan Saat Kabinet Sukiman berkuasa, National
pertahanan dan militer. Akan tetapi dalam Constabulary Agreement pada Agustus 1950
negosiasi Indonesia kepada kedua pihak Security Council (NSC) Amerika telah membuat
surat yang dikirim kepada Cohan di awal 1952, tidak mungkin dilakukan di Amerika dan Eropa
sekaligus: Jepang dan Amerika. Dalam hal pemetaan rinci tentang kepentingan mereka
Menteri Luar Negeri menyatakan kesediaan tanpa adanya perjanjian politik. Berbeda dengan
ini, Ahmad Subarjo—dan delegasi Filipina— di Indonesia. NSC melihat bahwa Indonesia
pemerintah untuk menerima 511a. Di lain India misalnya yang pemerintahnya memperoleh
berhasil meyakinkan, Sekretaris US, Acheson, dapat menjadi aset penting bagi Amerika guna
pihak, Amerika tampaknya memainkan strategi pasokan senjata dari Inggris atas status
untuk memasukan masalah pembayaran melancarkan kontrol mereka atas wilayah
ganda dimana mereka bersiap untuk menyetujui commonwealth-nya, dan dapat mengembangkan
pampasan terhadap negara-negara yang pernah Asia Tenggara. Hal ini didasarkan pada posisi
permintaan Ali Sastroamidjojo maupun Ahmad peralatan militernya di dalam negeri, Indonesia
diduduki Jepang dalam naskah perjanjian. strategis Indonesia, kekayaan ekonominya, dan Subarjo sebagai dua perjanjian terpisah. 40 harus melakukannya melalui kerja sama dengan
Oleh karenanya, Ahmad Subarjo kemudian kepentingan politiknya sebagai negara yang negara lain yang pada saat itu opsi terbaik adalah
melanjutkan pembicaraan dengan Yoshida yang independen, non-komunis. Oleh karenanya, Pada bulan Februari, isu soal bantuan amerika Amerika. Kelompok ini melihat bahwa bantuan
menyatakan kesan baiknya atas pertemuan pada awal dekade 1950-an, manuver politik mencuat menjadi perbincangan public. Dua militer dalam hal ini tidak berarti meningkatkan
37
mereka berdua. Kesuksesan ini membuat para Amerika sangat terasa seperti melalui sejumlah media massa, Abadi—milik Masyumi kelompok dependensi Indonesia terhadap Amerika, atau
politisi di dalam negeri memberikan apresiasi tekanan yang dilancarkan kepada Indonesia Natsir—, dan Indonesia Raya yang merupakan lebih jauh lagi, menjadikan Indonesia bagian
yang tinggi dengan berhenti meributkan masalah untuk mentaati embargo PBB terhadap corong pemberitaan tentara memberitakan dari Blok Barat. Dalam pembicaraan lain yang
keikutsertaan Indonesia menandatangani piagam Tiongkok, maupun kesediaannya meratifikasi persoalan tersebut. Para anggota parlemen juga tidak begitu terpublikasi, sejumlah kalangan
San Fransisco. hasil konferensi San Fransisco. Pada tahap seolah dibangunkan dari ketidaktahuan ini, mengusulkan pentingnya kerja sama dengan
lebih lanjut, NSC berusaha untuk menjadikan mula-mula para anggota PIR yang memperoleh Amerika ini untuk membendung tumbuhnya
Lebih lanjut, beberapa hari setelah konferensi informasi dari Menteri Pertahanan Sewaka yang
Indonesia berperan lebih besar dalam setiap kekuatan komunis dalam negeri. 42
berakhir, Subardjo, mengunjungi Washington didekati pemerintah terkait dengan bantuan militer
usaha keamanan regional di wilayah ini, yang
untuk pertemuan dengan Acheson di mana melalui skenario MSA. Tampaknya, seperti yang Kelompok penentang menganggap Indonesia
dengan demikian Indonesia didorong untuk
pembicaraan itu akan membahas kemungkinan telah kerap dilakukan sebelumnya, penentuan harus menghindarkan diri dari segala hal yang
keluar dari netralitas yang menjadi platform
dukungan AS—baik secara rahasia maupun atas masalah ini tidak dibicarakan dalam forum terkait dengan Perang Dingin dan konflik
39
politik luar negerinya. Dalam situasi politik
38
terbuka—terhadap Indonesia. Publik Indonesia kabinet resmi, dan hanya diberitahukan kepada kepentingan antara dua poros politik dunia
semacam inilah pemerintah Indonesia menerima
kemudian mendengar bahwa pembicaraan itu sejumlah anggota saja—terlebih lagi waktu yang waktu itu. Stabilitas dan keamanan nasional lebih
MSA 1951, sehingga timbul persoalan besar di
membahas pinjaman $ 50 juta untuk Indonesia. diberikan Cohan juga sangat sempit. Bahkan baik jika tanpa intervensi pihak asing, terlebih
dalam negeri.
Sebelum Menteri Luar Negeri meninggalkan menurut Feith, Sewaka sendiri tidak diberitahu, lagi jika biaya politik yang ditimbulkan terlalu
41
Amerika untuk meneruskan lawatannya ke Konsekuensi bagi negara-negara yang dan demikian juga dengan para petinggi militer. mahal bagi kedaulatan politik dan hubungan
sejumlah negara lainnya, Ahmad Subarjo memperoleh segala jenis bantuan Amerika harus Baru kemudian, pada 8 Februari, sehari setelah luar negeri Indonesia. Mereka mengkritik poin
tampaknya berhasil meyakinkan representasi menyatakan diri berkomitmen untuk perjanjian berita tersiar secara luas, kabinet melakukan dalam nota Cochran tertanggal 22 Januari 1952,
Amerika bahwa Indonesia, yang memiliki tertentu, dalam hal ini, Indonesia menerima pertemuan resmi menyangkut sejumlah detail yang meminta kontrol terhadap ekspor Indonesia
hubungan perdagangan dengan negara- MSA dengan basis 511a yang mengikutkan dalam perjanjian MSA. ke negara-negara blok Soviet—yang sebenarnya
278 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 279

