Page 286 - Perdana Menteri RI Final
P. 286
Hanya saja, hubungan pemerintah dengan Jawa Post memberitakan penangkapan besar- segala level sosial. Razia Agustus menangkap sementara waktu. Pada sisi lain, tindakan ini
tentara tidak serta merta pulih, terlebih lagi pada besaran di Banyuwangi yang terhadap suatu sejumlah anggota parlemen dari Murba, Partai memberi dampak baik dengan menurunnya
bulan-bulan berikutnya terjadi insiden bertubi- kelompok illegal yang dituduh akan menjatuhkan Buruh dan Abdulah Aidit—ayah D.N. Aidit sabotase terhadap kargo di pelabuhan, maupun
tubi yang membuat para petinggi militer merasa pemerintah yang sah, dan kemudian akan diganti yang merupakan anggota DPR dari PRN. menurunnya frequensi demonstrasi oleh para
gusar lagi. dengan suatu pemerintahan Soviet. Gerakan ini, Bahkan, Razia Agustus menyasar pula seorang buruh yang sebelumnya sangat marak terjadi dan
menurut Jawa Pos, memiliki koneksi dengan tokoh masyumi fundamentalis yang sangat anti cukup mengganggu aktivitas ekonomi. Pihak
Situasi menjelang perayaan kemerdekaan
PKI dan akan memobilisasi seluruh penduduk komunis, Isa Ansyari, dengan alasan memiliki militer yang tidak diberitahu terlebih dahulu
Indonesia yang ke-6 di bulan Agustus
Tionghoa di Indonesia dalam melakukan kaitan dengan pemberontakan DI/TII. akan rencana Razia Agustus merasa tidak
kembali memanas. Sebelumnya, di bulan
31
aksinya. Rumor lain juga menyebutkan bahwa senang atas tindakan Sukiman, dan tidak begitu
Juni-Juli, pemerintah menghadapi gelombang Atas tindakan ini, Sukiman harus memberikan
akan adanya gerakan yang berencana memboikot percaya dengan alasan yang ia kemukakan.
demonstrasi dengan berbagai tuntutan, penjelasan di depan DPR setelah Tan Po Goan,
perayaan peringatan kemerdekaan Indonesia Oleh karenanya militer memilih untuk tidak
termasuk kecemburuan para buruh dan pegawai seorang Tionghoa anggota PSI mengusulkan
pada 17 Agustus yang dikaitkan dengan PKI. terlibat dalam aksi ini yang disebut Perdana
swasta atas tunjangan hari raya yang diberikan mosi di parlemen. Sukiman menjelaskan
Menteri dilaksanakan dalam kondisi SOB.
pemerintah kepada para pegawai negeri. Pemerintah, yang dalam beberapa hal telah bahwa tindakan ini diambil setelah melalui
Kalangan lain mentafsirkan tidakan Sukiman
Kriminalitas dengan skala sedang juga semakin belajar dari kabinet sebelumnya, kemudian pembicaraan terbatas dengan sejumlah anggota
ini tidak lepas dari kepentingan maupun tekanan
marak menyasar kargo-kargo pengangkutan di melakukan penangkapan besar-besaran terhadap kabinet, dan Suprapto yang menjadi pelaksana
Amerika. Duta Besar US pada waktu itu, Merle
pelabuhan. Di sejumlah tempat, kondisi yang orang-orang yang terlibat dalam sejumlah aksi presekusi. Alasan yang ia kemukakan untuk
Cohan, memang kerap diberitakan memiliki
memanas memakan korban. Pada 1 Agustus, maupun kepada siapa saja mereka curigai. Sejak menjadi dasar tindakannya adalah keamanan
kepentingan khusus terhadap pemerintahan
serangan granat menyasaar suatu keramaian minggu kedua bulan Agustus ketika rencana negara dimana berdasarkan laporan intelejen,
Sukiman untuk memperkuat sentiment anti-
di Kota Bogor dan mengakibatkan 80 orang pembersihan ini dibicarakan hingga akhir bulan ia mengetahui adanya ancaman terhadap negara
komunis dan mendorong Indonesia agar semakin
terluka. Serangan yang bersifat lebih frontal juga Oktober, pemerintah telah menangkap tidak melalui gerakan-gerakan yang berusaha untuk
menjauh dari poros kiri.
diarahkan kepada alat keamanan negara seperti kurang 15.000 orang dari seluruh Jawa, sejumlah menggulingkan pemerintah, dan melakukan
penyerangan pos polisi di Jakarta pada 5 Agustus tempat di Sumatra dan wilayah lainnya. Tindakan pembunuhan terhadap presiden dan wakilnya.
MSA DAN AKHIR KABINET SUKIMAN
32
1951. Pada saat yang sama, kelompok-kelompok ini kemudian dikenal dengan Razia Agustus, Ancaman yang dimaksud Sukiman merujuk
Pada bulan Juli 1951, seiring dengan
pemberontak dan bandit—di Jawa Barat, Tengah, yang dalam praktiknya dilakukan secara pada sejumlah gerakan pemberontakan yang
berlangsungnya kegaduhan politik dalam negeri,
dan Timur, masih beroperasi dengan leluasa di terdesentralisasi, dengan demikian banyaknya masih eksis waktu itu yakni Darul Islam
hubungan dengan pemerintah Republik Rakyat
daerah-daerah kantong kekuasaan mereka. orang yang berhasil ditangkap tidak lepas dari yang bekerjasama dengan sejumlah kelompok
Tiongkok menunjukan tensi yang meningkat
peran para pejabat lokal seperti Bupati yang penjahat di Jakarta, maupun APRA atau pasukan
Banyaknya desas-desus yang beredar terkait dengan sejumlah usaha pemerintah
memiliki kepentingan untuk membersihkan Westerling yang membangun jejaring dengan
memperburuk keadaan. Terkait dengan berbagai Indonesia menghambat upaya Kedubes Tiongkok
wilayahnya dari orang-orang yang dianggap kelompok sayap kiri di pemerintahan.
demonstrasi, pencurian kargo, perbanditan, untuk memperoleh peran lebih di Indonesia.
berbahaya.
dan penyerangan, PKI menjadi pihak yang Walaupun Sukiman berhasil memenangkan Pada kurun itu, pemerintah Indonesia dibuat
selalu dicurigai. Begitu juga dengan kelompok Mayoritas dari orang yang ditangkap itu adalah perolehan suara melawan mosi Tan Po Goan cemas dengan meningkatnya usaha diplomatik
pengacau keamanan, Merapi-Merbabu Complex, orang-orang PKI bersama para suporternya— saat dilakukan voting di DPR dengan 91 Tiongkok yang memiliki banyak warga di
yang disinyalir memiliki hubungan dengan termasuk para buruh progresif radikal—dan berbading 21, langkahnya telah menimbulkan Indonesia, terlebih lagi dengan ditambahkannya
partai ini. Bahkan, PKI merilis pernyataan orang-orang Tionghoa. Walaupun kelompok berbagai reaksi. Kelompok kiri menuduh Razia atase militer ke dalam Kedutaan Besar
untuk menyatakan bahwa mereka tidak terkait kiri menderita paling banyak, penangkapan Agustus sebagai tindakan fasis, adapun gerakan Tiongkok yang dilakukan sebelum memperoleh
33
dengan serangan granat yang terjadi di Bogor. juga menyasar orang-orang lintas ideologi dari buruh progresif kemudian terpaksa tiarap untuk persetujuan resmi pemerintah. Pada 1 Oktober,
274 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 275

