Page 281 - Perdana Menteri RI Final
P. 281

dapat lagi menyelamatkan diri dari perpecahan.   Adapun pergantian menteri dilakukan dengan   pemerintahan Sukiman untuk bekerja. Pada   kepastian hukum adalah syarat mutlak untuk
 Beberapa  jam  sebelum  para  formateur  cepat pada sejumlah posisi. Sewaka dari PIR   sisi lain, terlihat pula bahwa dalam menyusun   dapat  menjalakan  cita-cita  kemerdekaan.

 menyerahkan susunan kabinet lengkap kepada   menggantikan koleganya satu partai, Sumitro   pidato pertamanya di parlemen, Sukiman   Dalam hal ini, kabinet berusaha untuk dapat
 Presiden, badan eksekutif Masyumi yang   Kolopaking, yang menolak penunjukannya   berhati-hati dalam memposisikan kabinet   mengubah peraturan-peraturan lama warisan
 dipimpin Natsir mengeluarkan pernyataan   pada posisi menteri pertahanan karena tidak   pendahulunya, dan terlihat berusaha memahami   kolonial menjadi hukum nasional. Akan tetapi,
 yang menyatakan bahwa tindakan Sukiman   sebidang dengan keahliannya pada persoalan   kekurangan dari pemerintahan Natsir tanpa   hal yang lebih mendesak untuk dikerjakan
 sebagai formatur tidak secara resmi mewakili   Pamongpraja. Menyusul  kemudian M.  Yamin   perlu menyalahkannya.  adalah mengerahkan segala usaha guna

 Masyumi. Oleh karenanya, dalam daftar kabinet   yang  mengundurkan  diri  dari  Menteri  memulihkan situasi yang banyak mengalami
               Beberapa kalangan mengkritik kabinet Sukiman
 baru akhirnya diumumkan pada tanggal malam   Kehakiman digantikan A. Pellaupessy dan   gangguan keamanan. Untuk itu, pemerintah
               cenderung berorientasi pada distribusi kekuasaan
 itu,  tidak  ada  anggota  Masyumi  yang  berasal   kemudian diteruskan Mohammad Nasrun (non-  berusaha utuk menjalankan tindakan-tindakan
               untuk memperoleh dukungan politik partai-
 partai). Pada bulan Juli nama Wilopo (PNI)—                   yang tegas sebagai negara hukum untuk
 dari  kelompok  Natsir  yang  duduk  di  kabinet
               partai di DPR, dan kurang memiliki kebaruan     menjamin keamanan dan ketenteraman, serta
 Sukiman-Suwiryo. 24  tokoh yang kemudian akan menjadi perdana
               dalam hal program yang akan dijalankan. Seperti
 menteri  pada  era  setelah  Sukiman—muncul                   menyempurnakan organisasi alat-alat kekuasaan
 Komposisi anggota kabinet Sukiman-Suwiryo   menggantikan Sujono Hadinoto pada jabatan   Sukiman sendiri mengakui dalam pidatonya,   negara, dinamakan dengan istilah “Staf K”,
               sejumlah  program  kabinetnya  pada  dasarnya
 terdiri  atas  perdana  menteri  dan  wakilnya   Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Dalam   yang dikoordinasikan secara terpusat. Adapun
               merupakan kelanjutan dari apa yang telah
 yang dibantu oleh tujuh  belas menteri. Feith   beberapa hal, perubahan-perubahan komposisi   tugas untuk menjaga keamanan negara harus
               dilakukan Natsir, meskipun ia  menambahkan,
 berargumen mayoritas anggota kabinet Sukiman   dalam  kabinet  Sukiman  merekam  dinamika   dilakukan mulai dari tingkatan yang paling
               kabinetnya akan menyusun prioritas dalam
 adalah orang-orang yang keunggulannya telah   juga  persoalan-persoalan  yang  menerpa  bawah yakni desa.
               penangan masalah. Hal ini tentu dapat dipahami
 dicapai melalui peran “administrator” ketimbang   pemerintahannya.
               karena akar persoalan yang mereka hadapi juga   Terkait dengan masalah keamanan, Feith melihat
 peran “Solidarity maker” (penggalang solidaritas),            bahwa dalam beberapa hal kabinet Sukiman
 walaupun bila dibanding kabinet pendahulunya,   PROGRAM DAN KEBIJAKAN  tidak  berbeda.  Dalam  pidatonya  di hadapan
               parlemen, Sukiman menyatakan perlunya untuk     cukup banyak belajar dari tindakan-tindakan
 jumlahnya lebih sedikit. Selain itu jika pada era
 Pada 28 Mei, Sukiman menyampaikan                             yang diterapkan oleh kabinet sebelumnya untuk
               mengadopsi program yang pernah dijalankan
 sebelumnya, pemerintahan merupakan bentuk
 programnya di hadapan parlemen. Setengah                      melemahkan kekuatan kelompok pemberontak
               baik oleh Hatta dan Natsir walaupun belum
 dari zaken cabinet, Kabinet Sukiman dengan jelas
 bulan  kemudian  parlemen  menyatakan                         dan pengacau keamanan lainnya. Termasuk,
               menunjukan  hasil  seperti  yang  diharapkan
 memperlihatkan pengaruh besar dari partai-
 keputusannya memberikan kesempatan kepada                     sejumlah tindakan yang diambil dalam rangka
               namun hal tersebut harus dipahami mengingat
 partai politik baik dalam penyusunan, pembagian
 kabinet untuk bekerja, dengan suara 119 setuju                meminimalisir angka penyelundupan melalui
               keduanya hanya memiliki waktu yang sangat
 portofolio,  perencanaan  dan  pelaksanaan
 berbanding 30 menolak. Hasil ini sudah dapat                  pelabuhan. Keberhasilan ini memberi pengaruh
               pendek untuk merampungkan persoalan-
 program kerja. Perbedaan lain antara kabinet   tidak terlalu mengagetkan, karena sejak pertama   yang luas untuk berbagai bidang. Namun pada sisi
               persoalan besar dan fundamental. Program
 Sukiman dengan kabinet Natsir, menteri-  kali terbentuk, kabinet Sukiman disambut   lain, pemerintahan Sukiman bukan tanpa celah.
               kabinet Sukiman memiliki enam agenda besar
 menteri pada kabinet Sukiman mayoritas berasal   dengan antusisame yang sangat tinggi, dan media   Tampaknya, kabinet Sukiman yang memperoleh
               yang eliputi persoalan keamanan, kemakmuran,
 dari partai politik, dengan sedikit pengecualian   massa menyebutnya sebagai kabinet yang paling   dukungan politik dari kekuatan sipil ini memiliki
               organisasi negara, perburuhan, politik luar
 untuk M. Yamin, dan Juanda yang berasal dari   kuat karena selain didukung oleh koalisi yang   titik lemah dalam membangun komunikasi dan
               negeri, dan masalah Irian Barat.
 non-partai. Ahmad Subardjo, tokoh Masyumi   tangguh, personalia dalam kabinet juga dikenal   koordinasi yang baik dengan kekuatan militer.
 yang meskipun dalam partai tidak memegang   dengan keahlian di bidang masing-masing.   Keamanan dan kemakmuran menjadi dua isu   Terlebih  lagi,  seperti  diungkapkan  Feith,
 kedudukan penting apapun dan merupakan   Bahkan, lingkaran Masyumi pendukung Natsir   yang paling diprioritaskan oleh kabinet ini.   hubungan antara pemerintah dengan tentara
 kawan dekat Sukiman, menjabat sebagai menteri   yang pada awal pembentukan kabinet bersuara   Sukiman melihat bahwa pemulihan stabilitas   pada era kabinet Sukiman menegang sejak awal
 luar negeri.   sangat kritis, memberi kesempatan kepada   negara melalui penciptaan keamanan dan   karena kabinet ini tidak terlalu memperhatikan





 268  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  269
   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286