Page 280 - Perdana Menteri RI Final
P. 280

dapat lagi menyelamatkan diri dari perpecahan.   Adapun pergantian menteri dilakukan dengan                            pemerintahan Sukiman untuk bekerja. Pada       kepastian hukum adalah syarat mutlak untuk
                           Beberapa   jam   sebelum   para   formateur    cepat pada sejumlah posisi. Sewaka dari PIR                             sisi lain, terlihat pula bahwa dalam menyusun   dapat  menjalakan   cita-cita  kemerdekaan.

                           menyerahkan susunan kabinet lengkap kepada     menggantikan koleganya satu partai, Sumitro                             pidato pertamanya di parlemen, Sukiman         Dalam hal ini, kabinet berusaha untuk dapat
                           Presiden, badan eksekutif Masyumi yang         Kolopaking, yang menolak penunjukannya                                  berhati-hati dalam memposisikan kabinet        mengubah peraturan-peraturan lama warisan
                           dipimpin Natsir mengeluarkan pernyataan        pada posisi menteri pertahanan karena tidak                             pendahulunya, dan terlihat berusaha memahami   kolonial menjadi hukum nasional. Akan tetapi,
                           yang menyatakan bahwa tindakan Sukiman         sebidang dengan keahliannya pada persoalan                              kekurangan dari pemerintahan Natsir tanpa      hal yang lebih mendesak untuk dikerjakan
                           sebagai formatur tidak secara resmi mewakili   Pamongpraja. Menyusul  kemudian M.  Yamin                               perlu menyalahkannya.                          adalah mengerahkan segala usaha guna

                           Masyumi. Oleh karenanya, dalam daftar kabinet   yang  mengundurkan     diri  dari  Menteri                                                                            memulihkan situasi yang banyak mengalami
                                                                                                                                                  Beberapa kalangan mengkritik kabinet Sukiman
                           baru akhirnya diumumkan pada tanggal malam     Kehakiman digantikan A. Pellaupessy dan                                                                                gangguan keamanan. Untuk itu, pemerintah
                                                                                                                                                  cenderung berorientasi pada distribusi kekuasaan
                           itu,  tidak  ada  anggota  Masyumi  yang  berasal   kemudian diteruskan Mohammad Nasrun (non-                                                                         berusaha utuk menjalankan tindakan-tindakan
                                                                                                                                                  untuk memperoleh dukungan politik partai-
                                                                          partai). Pada bulan Juli nama Wilopo (PNI)—                                                                            yang tegas sebagai negara hukum untuk
                           dari  kelompok  Natsir  yang  duduk  di  kabinet
                                                                                                                                                  partai di DPR, dan kurang memiliki kebaruan    menjamin keamanan dan ketenteraman, serta
                           Sukiman-Suwiryo. 24                            tokoh yang kemudian akan menjadi perdana
                                                                                                                                                  dalam hal program yang akan dijalankan. Seperti
                                                                          menteri  pada  era  setelah  Sukiman—muncul                                                                            menyempurnakan organisasi alat-alat kekuasaan
                           Komposisi anggota kabinet Sukiman-Suwiryo      menggantikan Sujono Hadinoto pada jabatan                               Sukiman sendiri mengakui dalam pidatonya,      negara, dinamakan dengan istilah “Staf K”,
                                                                                                                                                  sejumlah  program  kabinetnya  pada  dasarnya
                           terdiri  atas  perdana  menteri  dan  wakilnya   Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Dalam                                                                         yang dikoordinasikan secara terpusat. Adapun
                                                                                                                                                  merupakan kelanjutan dari apa yang telah
                           yang dibantu oleh tujuh  belas menteri. Feith   beberapa hal, perubahan-perubahan komposisi                                                                           tugas untuk menjaga keamanan negara harus
                                                                                                                                                  dilakukan Natsir, meskipun ia  menambahkan,
                           berargumen mayoritas anggota kabinet Sukiman   dalam  kabinet  Sukiman  merekam  dinamika                                                                             dilakukan mulai dari tingkatan yang paling
                                                                                                                                                  kabinetnya akan menyusun prioritas dalam
                           adalah orang-orang yang keunggulannya telah    juga   persoalan-persoalan  yang    menerpa                                                                            bawah yakni desa.
                                                                                                                                                  penangan masalah. Hal ini tentu dapat dipahami
                           dicapai melalui peran “administrator” ketimbang   pemerintahannya.
                                                                                                                                                  karena akar persoalan yang mereka hadapi juga   Terkait dengan masalah keamanan, Feith melihat
                           peran “Solidarity maker” (penggalang solidaritas),                                                                                                                    bahwa dalam beberapa hal kabinet Sukiman
                           walaupun bila dibanding kabinet pendahulunya,   PROGRAM DAN KEBIJAKAN                                                  tidak  berbeda.  Dalam  pidatonya  di hadapan
                                                                                                                                                  parlemen, Sukiman menyatakan perlunya untuk    cukup banyak belajar dari tindakan-tindakan
                           jumlahnya lebih sedikit. Selain itu jika pada era
                                                                          Pada 28 Mei, Sukiman menyampaikan                                                                                      yang diterapkan oleh kabinet sebelumnya untuk
                                                                                                                                                  mengadopsi program yang pernah dijalankan
                           sebelumnya, pemerintahan merupakan bentuk
                                                                          programnya di hadapan parlemen. Setengah                                                                               melemahkan kekuatan kelompok pemberontak
                                                                                                                                                  baik oleh Hatta dan Natsir walaupun belum
                           dari zaken cabinet, Kabinet Sukiman dengan jelas
                                                                          bulan    kemudian    parlemen   menyatakan                                                                             dan pengacau keamanan lainnya. Termasuk,
                                                                                                                                                  menunjukan  hasil  seperti  yang  diharapkan
                           memperlihatkan pengaruh besar dari partai-
                                                                          keputusannya memberikan kesempatan kepada                                                                              sejumlah tindakan yang diambil dalam rangka
                                                                                                                                                  namun hal tersebut harus dipahami mengingat
                           partai politik baik dalam penyusunan, pembagian
                                                                          kabinet untuk bekerja, dengan suara 119 setuju                                                                         meminimalisir angka penyelundupan melalui
                                                                                                                                                  keduanya hanya memiliki waktu yang sangat
                           portofolio,  perencanaan  dan   pelaksanaan
                                                                          berbanding 30 menolak. Hasil ini sudah dapat                                                                           pelabuhan. Keberhasilan ini memberi pengaruh
                                                                                                                                                  pendek untuk merampungkan persoalan-
                           program kerja. Perbedaan lain antara kabinet   tidak terlalu mengagetkan, karena sejak pertama                                                                        yang luas untuk berbagai bidang. Namun pada sisi
                                                                                                                                                  persoalan besar dan fundamental. Program
                           Sukiman dengan kabinet Natsir, menteri-        kali terbentuk, kabinet Sukiman disambut                                                                               lain, pemerintahan Sukiman bukan tanpa celah.
                                                                                                                                                  kabinet Sukiman memiliki enam agenda besar
                           menteri pada kabinet Sukiman mayoritas berasal   dengan antusisame yang sangat tinggi, dan media                                                                      Tampaknya, kabinet Sukiman yang memperoleh
                                                                                                                                                  yang eliputi persoalan keamanan, kemakmuran,
                           dari partai politik, dengan sedikit pengecualian   massa menyebutnya sebagai kabinet yang paling                                                                      dukungan politik dari kekuatan sipil ini memiliki
                                                                                                                                                  organisasi negara, perburuhan, politik luar
                           untuk M. Yamin, dan Juanda yang berasal dari   kuat karena selain didukung oleh koalisi yang                                                                          titik lemah dalam membangun komunikasi dan
                                                                                                                                                  negeri, dan masalah Irian Barat.
                           non-partai. Ahmad Subardjo, tokoh Masyumi      tangguh, personalia dalam kabinet juga dikenal                                                                         koordinasi yang baik dengan kekuatan militer.
                           yang meskipun dalam partai tidak memegang      dengan keahlian di bidang masing-masing.                                Keamanan dan kemakmuran menjadi dua isu        Terlebih  lagi,  seperti  diungkapkan  Feith,
                           kedudukan penting apapun dan merupakan         Bahkan, lingkaran Masyumi pendukung Natsir                              yang paling diprioritaskan oleh kabinet ini.   hubungan antara pemerintah dengan tentara
                           kawan dekat Sukiman, menjabat sebagai menteri   yang pada awal pembentukan kabinet bersuara                            Sukiman melihat bahwa pemulihan stabilitas     pada era kabinet Sukiman menegang sejak awal
                           luar negeri.                                   sangat kritis, memberi kesempatan kepada                                negara melalui penciptaan keamanan dan         karena kabinet ini tidak terlalu memperhatikan





                           268   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  269
   275   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285