Page 285 - Perdana Menteri RI Final
P. 285
sejak lama sebelum keduanya memiliki posisi internal yang kemudian berekor dan memicu dipimpin M. Yamin. Kali ini, permasalahan Yamin juga dianggap sebagai tindakan sepihak
politik apapun. Demikian pula, sejumlah nama munculnya antagonisme antar partai politik yang tidak hanya isu internal kabinet namun melebar karena ia tidak berkonsultasi terlebih dahulu
anggota kabinet Sukiman seperti wakil perdana mereka wakili di kabinet. Kebanyakan masalah hingga menyeret para pimpinan tentara ke dalam atas langkah yang akan diambilnya—walaupun
menteri Soewirjo, Iskaq, Ahmad Subarjo yang yang muncul bermuara dari persoalan-persoalan pusaran masalah, dan bahkan hingga memaksa Yamin menyatakan telah melaporkan hal ini
bahkan sudah seperti murid politiknya Sukarno. dalam negeri. Salah satu persoalan pertama menteri bersangkutan mengundurkan diri. kepada perdana menteri namun Sukiman
Adapun Yamin dan Djuanda merupakan orang muncul sangat awal yakni 10 Mei ketika Iskaq Dalam bulan itu, M. Yamin mengambil langkah membantahnya. Lebih parahnya lagi, keputusan
dekat sekaligus orang penting bagi Sukarno Tjokroadisurdjo (PNI) yang menjabat sebagai gegabah dengan membebaskan sekelompok besar Yamin ini menyinggung pimpinan militer yang
dengan peran masing-masing, Yamin adalah Menteri Dalam Negeri mengeluarkan perintah tahanan politik. Sebenarnya pemikiran Yamin ini merasa bahwa Menteri Kehakiman tidak pernah
ideolognya Sukarno, sedangkan Djuanda untuk menghentikan segala bentuk kegiatan berangkat dari persoalan riil mengenai terjadinya meminta izin pihak militer untuk membebaskan
adalah teknokratnya. Dari pengakuan Sukarno dewan daerah yang direspon sangat keras oleh kelebihan kapasitas tahanan, di mana pada saat ratusan orang yang sebelumnya mereka tangkap.
sendiri beberapa tahun kemudian, ia menaruh Masyumi. Oleh karena itu, dua hari kemudian, ia menjabat menteri, penjara-penjara diisi oleh
rasa hormat kepada Sukiman yang lebih tua, menteri Iskaq terpaksa mencabut instruksinya. sekitar 17.000. Persoalan ini merupakan akibat Sebagai reaksi balasan atas tindakan Menteri
demikian pula sebaliknya, perdana menteri juga Walaupin masalah ini dapat diselesaikan dari banyaknya penangkapan yang dilakukan Kehakiman, para pemimpin militer mengambil
sangat menghormati presiden. Keduanya dapat melalui kompromi kabinet dan dewan legislatif, pada era sebelumnya, terhadap orang-orang yang inisiatif untuk menahan kembali 950 orang yang
berbagi peran dengan sangat baiknya. ketegangan antara partai pendukung Iskaq dan terlibat—atau bahkan hanya sekedar diduga— telah dibebasakan Yamin, dan dalam waktu
yang tidak terlalu lama berhasil menemukan
kelompok yang mengkritiknya tidak langsung dengan kelompok-kelompok pemberontak
Kabinet memandang Sukarno bukan semata- sebagian besar dari mereka, termasuk Chaerul
pulih. Ditambah lagi, sebulan kemudian, Iskaq maupun pengacau keamanan lainnya. Banyak
mata presiden secara konstitusional, melainkan Saleh. Kasus ini tidak berakhir di sini, militer
menunjuk anggota PNI sebagai gubernur untuk dari mereka yang dijebloskan ke penjara tanpa
28
sebagai “bapak rakyat”. Pemerintahan Sukiman kemudian melakukan tekanan terhadap
Jawa Barat dan Sulawesi—yang keduanya melalui proses peradilan sebelumnya. Yamin
sangat luwes dalam memposisikan Sukarno, dan Perdana Menteri dan Yamin secara pribadi
memperoleh persetujuan kabinet. Penunjukan sendiri beranggapan bahwa pengampunan dalam
sangat paham kelebihan utama dari sang presiden yang kediamannya sempat diintimidasi tentara.
ini membuat Masyumi meradang. Alasannya, skala besar kepada mereka yang ditahan dapat
sebagai seorang penggalang solidaritas. Ia Tekanan terhadap Sukiman dan kabinetnya
Kandidat Iskaq untuk Jawa Barat, Sanusi menjadi opsi untuk masalah ini.
memperoleh alokasi anggaran yang cukup banyak ditujukan agar Menteri Kehakiman diganti.
Hardjadinata, tidak masuk dalam daftar kandidat
untuk melakukan muhibah keseluruh Indonesia Pada 7 Juni, Yamin membebaskan 950 orang Menghadapi situasi yang memburuk, Yamin
yang diusulkan oleh Dewan Daerah—di mana
dan memberikan ceramah-ceramahnya, pada saat
termasuk tahanan politik terkemuka seperti mengundurkan diri dari kabinet pada 14
Masyumi adalah mayoritas. Sedangkan Sudiro
yang sama, kabinet tetap pada tugasnya. Selain
Chaerul Saleh, mantan pemimpin Tentara Juni. Sukiman yang berusaha menyelamatkan
yang diusulkan untuk Sulawesi Selatan, adalah
faktor Sukarno—dengan keberadaan PNI dan
Rakyat di Jawa Barat yang bersimpati pada keadaan segera mengumumkan bahwa terdapat
orang Jawa yang dikhawatirkan oleh sejumlah
Masyumi sebagai penyokong utama serta partai-
Murba. Persoalannya berekor panjang. Yamin kesalahan prosedur yang dilakukan Yamin
kalangan Masyumi merupakan bagian dari
partai kecil yang tetap diperhitungkan dalam
yang memiliki kedekatan dengan Tan Malaka dalam membebaskan tahanan dengan alasan
ekspansi kekuatan PNI melalui pamong pradja.
formasi kabinetnya—Sukiman juga berhasil
dan keberadaannya dalam kabinet kerap disinyalir tidak semua orang yang dikeluarkan dari penjara
Keputusan-keputusan itu membuat Iskaq panen
memenangkan dukungan besar dari dalam
sebagai wakil tersembunyi dari Murba dianggap berhak atas kebebasan, dan ia juga menekankan
kecaman, bahkan sebuah mosi untuknya diajukan
parlemen yang tampak dari formasi kabinet yang
cenderung memilih orang-orang yang memiliki bahwa tidak ada perbedaan pendapat antara
oleh anggota parlemen dari PRN. Menanggapi
disusunnya.
29
kedekatan politis dengannya. Ia membebaskan pemerintah dan angkatan bersenjata. Hal yang
serangan yang diajukan kepada menterinya, PNI
orang-orang tanpa didasari pada kreteria yang sama juga diungkapkan Menteri Pertahanan,
GUNCANGAN mengecam balik dan mengancam akan keluar
dari kabinet jika mosi tersebut diterima. jelas, dan tanpa menempuh prosedur formal Sewaka yang walaupun usianya 20 tahun lebih
Sejumlah persoalan yang dihadapi Kabinet di mana seharusnya daftar orang-orang yang tua namun memiliki kedekatan personal dengan
Sukiman muncul bukan bersumber dari parlemen, Beranjak pada bulan Juni, persoalan besar akan diberikan kebebasan diajukan terlebih Nasution maupun istrinya, Sunarti, yang terbina
30
melainkan berakar dari sejumlah keputusan menghampiri Menteri Kehakiman yang dahulu ke pengadilan. Selain itu, keputusan sejak masa gerilya dan terus dipertahankan.
272 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 273

