Page 292 - Perdana Menteri RI Final
P. 292

oleh pemerintah Indonesia tidak diluluskan.    situasi dari kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan                       penyusunan anggaran untuk militer. Hal         Dalam bidang ekonomi, nasionalisasi DJB
                           Dalam perdebatan ini, kelompok yang tidak      dari  penandatanganan  MSA. Meskipun  sudah                             inidisebabkan oleh karena pergantian menteri   tampaknya  akan  terus  dikenang sebagai  legacy

                           menyetujui perjanjian Cohan-Subarjo adalah     demisioner, kabinet ini masih melanjutkan                               pertahanan  yang  berlangsung  cepat  di  awal   terbesar dari kabinet Sukiman. Program Benteng
                           mayoritas.                                     tugasnya sampai terbentuk kabinet baru.                                 masa kerja kabinet, Sewaka tidak menyusun      dan “Sumitro Plan” yang diadopsi pemerintahan
                                                                                                                                                  alokasi anggaran baru untuk pertahanan         Sukiman juga turut menyumbang kenaikan
                           Akhir dari perjalanan kabinet Sukiman          WARISAN PAK DOKTER                                                      melainkan menggunakan budget yang sudah        jumlah pengusaha pribumi dan industri kecil,
                           mulai tampak ketika partai-partai dominan
                                                                                                                                                  dibuat oleh pendahulunya.                      walaupun tidak dapat dipungkiri kurang cermat
                                                                          Selama 11 bulan lebih, Pak Dokter telah
                           menyatakan pandangan resminya atas persoalan
                                                                                                                                                                                                 dalam  menyaring  para  pemohon  izin  impor,
                                                                          memimpin kabinet kedua di era Indonesia dalam
                           ini. Pada 11  Februari,  Masyumi  di bawah                                                                             Terlepas dari hal itu, perkembangan menarik
                                                                                                                                                                                                 malah menyebabkan proporsi pengusaha impor
                                                                          bingkai negara kesatuan, dengan dua kekuatan
                           Natsir—yang  pada  saat  menjabat  Perdana                                                                             berlangsung selama pemerintahan kabinetnya di   yang sah menurun. Kebijakan lain yang diambil
                                                                          politik besar yakni nasionalis (PNI) dan Islam
                           Menteri di tahun 1950 menolak bantuan                                                                                  mana Perdana Menteri Sukiman menempatkan       pada era Sukiman adalah ditinggalkannya sistem
                                                                          (Masyumi) menjadi tulang punggung utamanya.
                           militer Amerika yang ditawarkan Melby—                                                                                 program keamanan dan penciptaan stabilitas     nilai tukar berganda yang telah menjadi bagian
                                                                          Selama menjabat perdana menteri, Sukiman
                           mengeluarkan pernyataan bahwa partainya tidak                                                                          sebagai proritas utamanya. Feith berkomentar,   dari sistem ekonomi fiskal sejak tahun 1950.
                                                                          melakukan sejumlah hal  penting,  terutama  di
                           bertanggung  jawab  atas  langkah  yang  diambil                                                                       bila dibanding Natsir maupun Hatta, Sukiman    Langkah ini diambil atas saran ekonom Jerman,
                                                                          bidang keamanan, ekonomi, dan hubungan
                           oleh kabinet Sukiman. Di tanggal yang sama,                                                                            terlihat lebih tegas dan tangguh dalam usahanya   Hjalmar Schacht, yang diundang ke Indonesia
                                                                          luar negeri. Terlepas dari sejumlah programnya
                           PIR juga menolak penandatanganan MSA yang                                                                              menciptakan ketertiban dan keamanan negara.    sebagai penasihat keuangan oleh Jusuf Wibisono
                                                                          merupakan    usaha    untuk   menyelesaikan
                           mereka lihat sebagai penyimpangan dari politik                                                                         Tindakan-tindakan keras memang diambil         dan Sumitro Djojohadikoesoemo sejak kabinet
                                                                          persoalan-persoalan yang telah ada sebelumnya,
                           luar negeri bebas aktif Indonesia, dan karena                                                                          Sukiman untuk mengatasi pergolakan politik,    sebelumnya. 45
                                                                          beberapa diantaranya dilakukan secara dramatis,
                           alasan itulah, PIR meminta Ahmad Subarjo                                                                               maupun “pemberontak-bandit”, terlebih lagi
                                                                          seperti pembebasan 950 tahanan oleh M.
                           mengundurkan diri. Lima hari berselang giliran                                                                         bila terkait dengan kelompok kiri, seperti yang   Dalam waktu kurang dari satu tahun, Sukiman
                                                                          Yamin, dan nasionalisasi DJB yang diumumkan
                           PNI menyatakan pandangannya. Partai ini juga                                                                           dilakukannya dalam peristiwa ‘Razia Agustus”.   yang memiliki program jangka pendek
                                                                          oleh Jusuf Wibisono pada saat konferensi pers
                           menolak, dan meminta keseluruhan kabinet                                                                               Ia menangkap lebih banyak orang dibandingkan   untuk meningkatkan kehidupan sosial dan
                                                                          pertamanya.
                           mengembalikan mandatnya kepada presiden.                                                                               para pendahulunya. Tindakan keras semacam      perekonomian rakyat berhasil mempersiapkan
                                                                          Pada era Sukiman, sebenarnya sudah mulai                                ini dapat menekan angka kriminalitas maupun    rancangan undang-undang pengakuan serikat
                           Sebagai dampak dari masalah ini, Ahmad                                                                                 aksi-aksi kolektif yang dapat mengganggu       buruh, dan perjanjian kerja sama (collective
                                                                          terasa sejak Natsir, kiprah militer dalam politik
                           Subarjo sendiri kemudian mengundurkan                                                                                  ekonomi   seperti  pembegalan    kargo   di    arbeidsovereenkomst).  Hal  ini  sebenarnya
                                                                          pemerintahan mulai berkurang. Kondisi ini
                           diri. Pada 21 Februari, mosi tidak percaya atas                                                                        pelabuhan-pelabuhan, dan demonstrasi buruh     menunjukan     posisi   Sukiman     terhadap
                                                                          sangat berbeda dengan yang terjadi sebelum
                           penanganan  masalah  MSA yang  dilakukan                                                                               dimana untuk sementara waktu gerakan radikal   kaum buruh di mana banyak kalangan yang
                                                                          penyerahan kedaulatan di tahun 1949 dimana
                                                                    43
                           Ahmad Subardjo muncul dari kabinet sendiri,    militer menjadi kekuatan terpenting dalam                               kalangan buruh terpaksa mengurangi aksinya.    mengarahkan kritik kepada kabinetnya dalam
                           yang sekaligus menerima pengunduran diri                                                                               Pada kasus lain, Sukiman memadukan tindakan    menekan suara-suara radikal kaum buruh.
                                                                          revolusi sekaligus sangat berperan dalam
                           Ahmad Subarjo sebagaimana surat yang ia        politik pemerintahan. Dalam hal ini, Sukiman                            kerasnya dengan pendekatan yang lebih lunak,   Terlepas dari itu, Sukiman sendiri sebenarnya

                           ajukan pada 11 Februari. Pemerintah sebenarnya   tidak terlalu menekakankan peran tentara                              seperti yang ditunjukan di Kudus. Pada akhir   telah memiliki kedekatan dengan gerakan buruh
                           memiliki kesempatan untuk menjawab interpelasi   dalam politik dan pemerintahan selama ia                              Desember  1951,  battalion  tentara  di  Kudus   sejak lama. Selain aktif dalam PPPH bahkan
                           yang diajukan Djody Gondokusumo mengenai       memimpin kabinet. Bahkan, ia cenderung                                  melakukan desersi dan mendeklarasikan diri     menjadi ketua, dan merupakan pemrakarsa
                           kebijakan yang diambil terkait dengan MSA pada   mengabaikan seperti banyak dilakukannya                               sebagai bagian dari Darul Islam. Gerakan ini   sekaligus motor penggerak bagi surat kabar
                           25 Februari. Tetapi, pada dua hari sebelumnya,   saat pengambilan keputusan-keputusannya                               dapat dengan segera diatasi oleh tentara yang ada   buruh bertajuk “Oetosan Indonesia”, Sukiman
                           Sukiman mengembalikan mandat kepada            tanpa berkonsultasi dengan para petinggi                                di Jawa Tengah dengan menggunakan kekuatan     adalah wakil Indonesia untuk berpidato pada
                           presiden dengan alasan untuk memperbaiki       tentara. Contoh lain dapat dilihat dalam                                militer yang disertai persuasi politik. 44     konferensi buruh internasional di Geneva Swiss





                           280   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  281
   287   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297