Page 301 - Perdana Menteri RI Final
P. 301
WILOPO: rumah sakit, tangsi militer, dan stasiun kereta adik ipar Pak Mantri Guru, yang sebelumnya
api. Oleh karena itu pula, penduduk Purworejo ia anggap paman. Sewaktu ia mengetahui hal
Di Tengah Pergulatan Partai juga berkembang dan beragam. Selain orang- tersebut, ibu kandungnya telah tiada. 2
orang Jawa, kota ini menjadi tempat tinggal bagi
Meskipun diasuh oleh keluarga angkat, masa kecil
Politik dan Tentara komunitas Tionghoa, Arab, orang-orang Afrika Wilopo adalah dunia yang penuh kegembiraan.
bekas serdadu KNIL, juga orang Belanda. Pernah
Sebagaimana lumrahnya sebayanya, Wilopo
lahir di kota ini linguist sekaligus orientalist
kecil memiliki banyak waktu untuk bermain.
ternama Johan Hendrik Caspar Kern.
Tampaknya tuntutan bagi anak-anak yang
Di kota ini pulalah, Wilopo dilahirkan pada 21 tinggal di kota tidak terlalu banyak, terlebih lagi
Oktober 1908, dan dibesarkan dalam asuhan Wilopo hidup di tengah-tengah keluarga pegawai
“Wie het laatst lacht, lacht het best”. penuh gejolak dan serba tidak stabil, menunjukan sebuah keluarga seorang Mantri Guru bernama zaman kolonial. Berbeda dengan anak petani di
bahwa karakter pemimpin Indonesia tidak hanya Raden Prawirodihardjo. Pak Mantri Guru desa yang harus membantu orang tua ke ladang;
(Siapa tertawa paling akhir, tertawa para solidarity maker, ataupun administrator mencurahkan perhatian dan kasih sayang yang atau mengurus ternak, Wilopo hanya memiliki
paling baik) semata, melainkan pula seorang penyabar yang sangat besar untuknya. Tumbuh sebagai anak sedikit kewajiban yakni untuk ke sekolah, dan
dari keluarga yang cukup terpandang, walaupun waktunya yang lain dapat ia pergunakan untuk
Wilopo, mengutip pepatah Belanda 1 mampu bekerja di bawah kritikan dan serangan,
serta keberadaannya dapat diterima secara luas. untuk ukuran kota kecil, ia mendapatkan bermain. Sepakbola dan kereta api adalah dua
pendidikan yang baik sejak usia belia. Terlebih kesenangannya.
PENDAHULUAN
PURWOREJO lagi dalam dalam akta van bekenheid Wilopo
Selain sumbangsihnya melalui karya dan tercantum nama Prawirodihardjo, yang masih Stasiun kereta api Purworejo dibangun pada
Purworejo pada awal abad ke-20, bukanlah akhir abad ke-19. Pembangunan stasiun kereta
kebijakannya dalam pemerintahan, kiprah memiliki gelar raden, lebih-lebih ia bekerja
kota kabupaten yang terlalu ramai, namun api ini memiliki paling tidak dua maksud yaitu
Wilopo saat menjabat sebagai Perdana Menteri sebagai pegawai. Oleh karenanya, dibenarkan
tidak pula dapat disebut terlalu kecil. Kota ini untuk melancarkan aktivitas perekonomian, dan
juga dikenang oleh karena kepribadiannya. bagi Wilopo untuk masuk sekolah HIS.
mewarisi cukup banyak perkembangan dari menopang kebutuhan militer. Kereta api adalah
Herbert Feith menggambarkan Wilopo sebagai
dua abad sebelumnya. Sebelum Purworejo Di tempat Pak Mantri Guru itu, Wilopo kesenangan yang luar biasa, suatu privilege bagi
seorang yang berfikiran adil, yang menuaruh
muncul, pusat wilayah ini berada di Bagelen tidak sendiri, ada banyak anak lainnya yang Wilopo dan kawan-kawannya karena tidak semua
rasa simpati besar kepada nasib kaum kecil.
yang pada saat Perang Jawa (1825-1830) dititipkan oleh orang tuanya. Pada jaman itu, orang waktu itu berkesempatan menyaksikan
Wilopo adalah nasionalis dari PNI, namun
berlangsung menjadi salah satu kantong sangat lazim bagi orang tua terutama yang kereta api. Anak-anak suka sekali menyaksikan
bukan tipe loyalis fanatik buta, sehingga ia
perlawanan terpenting Diponegoro. Usai perang, tinggal di desa untuk menitipkan anak-anaknya kereta yang beragam jenisnya: ada yang besar, ada
menjadi orang yang dapat diterima oleh semua
kalangan. Komentar lain menegaskan bahwa Bagelan yang merupakan wilayah mancanegara kepada kerabat yang ada di kota agar dapat pula yang sedang. Terlebih lagi ketika gerbong-
Wilopo adalah seorang penyabar, kalm, dan yang Yogyakarta diambil oleh pemerintah kolonial sekolah sekaligus ngenger. Wilopo sendiri baru berbong mulai dijalankan oleh juru lansir dan
selalu bekerja secara hati-hati. Wilopo menjabat untuk dimasukan ke dalam sistem direct mengetahui hubungan sebenarnya dengan Pak mesin loko bergemuruh keras sekali, lantas
Perdana Menteri untuk mengarungi suatu era bestuur (pemerintahan langsung) Karesidenan Mantri Guru setelah beranjak dewasa. Setelah besi-besi saling berhimpit mengeluarkan suara
yang penuh dinamika, ketika pergulatan politik Kedu dengan kotanya yang baru: Purworejo. tamat dari AMS, Wilopo diberi tahu bahwa menderit, maka Wilopo dan kawan-kawannya
antar partai semakin menajam, yang berlangsung Sebagai wilayah yang diperintah langsung Pak Mantri Guru Pawirodihardjo, yang selama bertambah senang. Sepakbola adalah hiburan
bersamaan dengan ingin kembalinya tentara ke oleh pemerintah kolonial, infratruktur kota ini dianggapnya sebagai bapak, bukanlah ayah yang lain. Saat itu, Purworejo sudah memiliki
panggung politik nasional. Kiprah Wilopo di berkembang cukup baik seperti dibangunnya kandungnya melainkan orang tua angkatnya. kesebelasan yang populer terutama dari elftal-nya
kancah politik Indonesia dekade 1950 yang gedung pemerintahan, rumah ibadah, sekolah, Ayah kandung Wilopo bernama Soedjono, KNIL dan para siswa HKS (Hogere Kweekschool).
288 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 289

