Page 306 - Perdana Menteri RI Final
P. 306

melanjutkan dengan membuat karya akhir berjudul   bermain bersama adalah Jong Java—organisasi                          besaran baik hingga dimuat pula dalam koran-   Partindo dan Pendidikan namun tidak berhasil
                           Mohammadanese Instellingen yang selesai pada 1941.   pergerakan  kedaerahan  yang  merupakan                           koran luar negeri. Pada akhir 1931 Sukarno     kemudian memilih untuk bergabung dengan
                           Hanya saja, sebelum diujikan, Jepang keburu datang   perkumpulan pemuda Jawa. Jadi tidak terlalu                       dibebaskan dari penjara Sukamiskin. Wilopo     Partindo pada 1932. Pilihan ini didasarkan pada

                           dan masyarakat Indonesia memasuki suatu zaman   salah jika ada anggapan bahwa Jong Java sangat                         bersama kawan-kawannya menemui pahlawan        ideologi Partindo yang lebih sesuai dengan konsep
                           baru. Seharusnya, Wilopo dapat dapat memperoleh   fokus menjadi perkumpulan para pemuda Jawa                           mereka itu tidak berselang lama setelah Sukarno   Sukarno yakni massa aksi adalah jalan utama
                           gelar sarjana sebelum kedatangan Jepang. Hanya   ternyata tidak selalu politis. Bahkan Wilopo                          dapat menghirup udara segar di luar penjara.   yang harus ditempuh untuk memperjuangkan
                           saja, kesibukannya dalam politik membuatnya tidak   sendiri merasa bahwa organisasi ini terlalu kalem                  Persehubungan ini terus berlanjut dan mereka   kemerdekaan. Dan, memang partai ini berhasil
                           sempat menempuh ujian akhir. Walaupun pada     dan kurang progresif, sehingga ia merasa tidak                          juga kerap terlibat tukar pikiran dalam berbagai   memperoleh pengikut yang banyak, dikabarkan
                           akhirnya, Wilopo tetap memperoleh status sarjana,   puas. Oleh karenanya ia kemudian bergabung                         kesempatan. Tentu, masa-masa itu menjadi       jumlahnya mencapai 20.000 orang.
                           karena situasi yang tidak lagi memungkinkan untuk
                                                                          dengan Perhimpinan Pemuda Indonesia.                                    periode penting dalam kehidupan Wilopo untuk
                           menyelenggarakan aktivitas pendidikan secara                                                                                                                          Pilihan Sukarno untuk masuk Partindo tampaknya
                                                                                                                                                  belajar politik dari tokoh yang namanya menjadi
                           normal, pimpinan RHS mengambil kebijakan bagi   Ketika Wilopo pindah ke Bandung, perhatiannya                                                                         turut mempengaruhi pandangan politik Wilopo
                                                                                                                                                  sangat terkenal di seantero negeri setelah keluar
                           yang sudah menyelesaikan ujian D-II berhak atas   terhadap masalah politik semakin dalam. Terlebih                                                                    yang setelah menetap di Jakarta masuk dalam
                                                                                                                                                  dari penjara.
                           gelar sarjana.                                 lagi, rumahnya yang ditempatinya tidak jauh dari                                                                       Partindo. Sebelumnya, saat masih di Sukabumi,
                                                                          kediaman Sukarno, tokoh penting dan masyur                              Ketika Wilopo mulai terlibat secara intensif   Wilopo sebenarnya juga telah terhubung dengan
                           KIPRAH POLITIK                                 dalam dunia pergerakan kebangsaan Indonesia                             dalam politik merupakan tahun-tahun sulit bagi   Partindo dan para anggotanya atas ajakan

                                                                          saat itu. Bagi Wilopo, nama Sukarno telah ia                            kaum pergerakan. Waktu itu De Jonge, Gubernur   Abdulrahman. Hanya saja, Wilopo tidak menjadi
                           Setelah beranjak dewasa, Wilopo dan kehidupan
                                                                          dengar sejak lama ketika ia masih menempuh                              Jenderal yang terkenal konservatif, sedang     anggotanya dan hanya terlibat dalam sejumlah
                           politik tidak terpisahkan. Ketertarikannya pada
                                                                          pendidikannya AMS-B di Yogyakarta. Dalam                                menggiatkan politik  rust en orde  (ketenangan   kegiatan Partindo seperti memberikan kursus-
                           bidang ini mulai muncul saat Wilopo tinggal
                                                                          banyak hal, Wilopo menaruh simpati dan                                  dan ketertiban), di mana penjajah menggunakan   kursus bagi para anggota organisasi dimana ia
                           di Yogyakarta, dimana ia menumbuhkan
                                                                                                                                                                                                            5
                                                                          kekaguman terhadap Sukarno muda, terutama                               tangan besi untuk  membungkam  suara-suara     merasa puas.  Di Jakarta, keterlibatan Wilopo dalam
                           banyak hal dalam dirinya. Di kota itu Wilopo
                                                                                                                                                                             4
                                                                          oleh karena retorikanya tatkala berpidato dimana                        progresif kelompok nasionalis.  Selain Gubernur   Partindo semakin besar. Hanya saja, pemerintah
                           mulai dapat merasakan dan  menemukan arti
                                                                          Sukarno sering tampil dengan menyampaikan                               Jenderal membekali diri dengan kuasa luar      kolonial semakin ketat dalam membatasi kaum
                           sebenarnya dari penjajahan. Dari pengalamannya
                                                                          kalimat-kalimat menarik yang dikutipnya dari                            biasa yang dinamakan  exorbitante rechten (hak   pergerakan. Tidak lama kemudian, pada Agustus
                           selama tinggal di vorstenlanden yang merupakan
                                                                          para tokoh besar dunia. Walaupun sebelumnya                             istimewa),  pemerintah  juga  memiliki  PID  dan   1933, Sukarno kembali ditangkap atas tulisannya
                           pusat dari kebudayaan Jawa yang penuh dengan
                                                                          Wilopo tidak sepenuhnya mengerti seluruh                                banyak mata-mata. Oleh karena kebijakan politik   Mentjapai Indonesia Merdeka. Bersama keluarganya,
                           keagungan, Wilopo mulai menyadari bahwa
                                                                          maksud dari pidato Sukarno, lama kelamaan                               pengamanan ini, PNI yang dipimpin Sukarno      ia lalu diasingkan ke Ende pada Februari 1934
                           bangsa Indonesia tidak kalah besar dengan
                           bangsa lain. Namun sayangnya apa yang ia lihat   ia pun menjadi paham arti sesungguhnya dari                           dilarang keberadaannya.                        dan  dipindahkan  ke  Bengkulu  pada  1938.  Nasib
                           dan rasakan tentang kehidupan masyarakat       ucapan Sukarno.                                                                                                        sama juga dialami Hatta Sjahrir dan sejumlah
                                                                                                                                                  Hatta dan Sjahrir yang baru pulang dari Belanda
                           Indonesia tidaklah demikian, bahkan sebaliknya,                                                                                                                       nama penting dalam pergerakan nasional. Mereka
                                                                          Wilopo  memanfaatkan  kesempatan selama                                 kemudian mendirikan PNI-Baru (Pendidikan
                           bangsa yang sejatinya besar itu tampak lemah di                                                                                                                       ditangkap dan ditahan selama beberapa bulan di
                                                                          tinggal di Bandung untuk mengenal lebih                                 Nasional Indonesia atau ‘Pendidikan’) yang lebih
                           hadapan penjajah.                                                                                                                                                     berbagai penjara seperti Glodok, Sukamiskin,
                                                                          dalam Sukarno. Ia mengikuti perkembangan                                berorientasi pada pembentukan kader dalam
                                                                                                                                                                                                 Banceuy, dan Cipinang, sebelum kemudian dibuang
                           Saat di Yogyakarta, selain menghabiskan waktu   persidangan Sukarno di  Landraad Bandung,                              memperjuangkan hak-hak politik bangsa Indonesia.
                                                                                                                                                                                                 ke Tanah Merah, Boven Digoel yang kejam.
                           untuk belajar sebagaimana yang dikerjakan      hingga sangat menyelami pidato  Indonesia                               Sedangkan,  Sartono  mendirikan  Partindo  (Partai
                           pelajar lain, ia menekuni kegemarannya bermain   Mengoegat. Terlebih lagi, dalam waktu setengah                        Indonesia) sebagai kelanjutan dari PNI yang telah   Selain menangkap para pemimpin Partindo
                           bola, dimana tampaknya dia punya  berbakat     tahun, dari pertegahan hingga akhir 1930, kasus                         dibubarkan pemerintah  kolonial.  Sukarno yang   dan Pendidikan, rezim de Jonge juga melarang
                           besar. Klub sepakbola yang sering ia ikut      Sukarno ini memperoleh  pemberitaan  besar-                             sebenarnya mencoba untuk menggabungkan         rapat-rapat ataupun konggres untuk digelar oleh





                           294   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  295
   301   302   303   304   305   306   307   308   309   310   311