Page 308 - Perdana Menteri RI Final
P. 308

sejumlah organisasi pergerakan. Sedangkan      politik Indonesia waktu itu sangat didominasi                           Gerindo yang berhaluan anti-fasis kerap        alternatif dalam menghadapi kejumudan politik
                           untuk aktivitas dari perkumpulan lain dibatasi   kiprah   Parindra—lingkaran     kelompok                              menyamakan pemerintah kolonial sebagai         akibat kekangan pemerintah kolonial yang

                           juga  dimata-matai.  Tindakan  yang  lebih  keras   kooperatif yang dibentuk pada 1935 sebagai                         rezim tangan besi. Berbeda dengan Parindra     sangat ketat. Hanya saja, Wilopo tetap tidak
                           kemudian diambil pemerintah kolonial dengan    gabungan Budi Utomo dan Persatuan Bangsa                                yang bersifat kooperatif, Gerindo yang bergerak   setuju dengan cara-cara mengemis kemerdekaan
                           membubarkan    Partindo   dan   Pendidikan.    Indonesia. Di bawah pimpinan Dr. Sutomo,                                secara non-kooperasi mulanya menolak untuk     kepada Belanda, sebagaimana yang dilakukan
                           Gerakan nasionalis progresif lumpuh di tahun-  dan tokoh lain seperti M.H. Thamrin, dan                                bekerjasama dengan pemerintah. Namun,          Sutarjo melalui petisinya yang dianggap meminta
                           tahun ketika Wilopo menjalani kiprah politiknya   Sukarjo Wiryopranoto, Parindra tumbuh                                pengawasan ketat dan dibarengi dengan          kemerdekaan kepada penjajah. Ketika situasi
                           di Partindo. Meskipun demikian, Wilopo masih   pesat dengan dukungan massa yang cukup                                  tindakan-tindakan keras pemerintah  terhadap   berubah drastis menjelang kedatangan Jepang,
                           memiliki tempat lain untuk memperjuangkan      luas, dan memiliki wakil di volksraad. Namun,                           organisasi yang bersifat non-kooperatif dan    Gerindo menunjukan sikap yang jauh lebih
                           kemerdekaan bangsanya.                         kiprah politik Parindra tidak dapat memuaskan                           radikal sangat berpengaruh terhadap langkah    kooperatif dengan bergabung dalam GAPI.
                                                                          kaum revolusioner yang kemudian mendirikan                              organisasi ini. Dalam hal ini, pemerintah
                                                                                                                                                                                                 Tampaknya, perubahan ini sangat dipengaruhi
                           Selain  menjadi  pengajar  di  Perguruan  Rakyat,
                                                                          Gerakan  Rakyat  Indonesia  (Gerindo)  pada                             memberi tekanan kepada organisasi maupun
                                                                                                                                                                                                 oleh adanya ketakutan akan hadirnya kekuatan
                           Wilopo juga dikenal sebagai penulis yang baik.
                                                                          bulan Mei 1937. Pembentukan Gerindo tidak                               anggotanya. Sebagai misal, Wilopo pernah empat
                                                                                                                                                                                                 fasisme di Indonesia, dimana dalam konteks
                           Bahkan pekerjaan  tersebut  dapat  diandalkan
                                                                          dapat dilepaskan dari Partindo—yang sudah                               kali diperiksa polisi karena pidato-pidatonya
                                                                                                                                                                                                 Perang Dunia waktu itu, Jepang merupakan
                           untuk   membantu     menyokong    keuangan     dibubarkan—dan usaha untuk mendorong                                    dianggap potensial mengganggu ketentraman
                                                                                                                                                                                                 bagian dari kelompok axis bersama Nazi-Jerman
                           keluarganya setelah menikah. Wilopo sering     gerakan politik nasionalisme menjauh dari sikap                         umum. Dalam perkembangannya muncul
                                                                                                                                                                                                 dan Musolini-Italia.
                           memberi kursus penulisan melalui “Instituut    konservatif.                                                            pemikiran oleh sejumlah anggota Gerindo untuk
                           Jurnalistiek & Pengetahuan Oemoem” yang                                                                                mengubah garis perjuangan mereka menjadi       Runtuhnya negara kolonial oleh ekspansi Jepang
                           didirikannya bersama Moh. Tabrani, Sumanang,   Saat didirikan Gerindo dipegang oleh orang-                             lebih kompromis terhadap kondisi politik yang   membawa perubahan besar dan berlangsung
                           dan Maruto Nitimihardjo. Di sekolah itu,       orang progresif yang rata-rata di awal usia                             ada. Sedangkan kubu lain yang sangat anti
                                                                                                                                                                                                 sangat cepat. Pada masa itu, para pemimpin
                           Wilopo memberi pelajaran tentang ranjau-ranjau   tigapuluhan tahun seperti Amir Sjarifuddin,                           sikap-sikap kooperatif menganggap bahwa
                                                                                                                                                                                                 Indonesia memiliki  perbedaan  sikap  dalam
                           pers. Karena pengalaman dan kecakapannya       A.K. Gani, dan Muhammad Yamin, kecuali                                  perjuangan harus terus dilanjutkan tanpa bekerja
                                                                                                                                                                                                 berhubungan dengan Jepang. Sikap pertama
                           dalam menulis, Wilopo dipercaya untuk menjadi   Mr. Sartono yang saat organisasi ini dibentuk                          sama dengan penjajah. Moh. Yamin merupakan
                                                                                                                                                                                                 ditunjukan Sukarno dan Hatta—yang pada
                           wakil  redaktur  pada  majalah  Indonesia Raya   telah berusia 37 tahun. Tampuk pimpinan                               anggota Gerindo yang kemudian masuk dalam
                                                                                                                                                                                                 masa pra-perang merepresentasikan kelompok
                                                                          kepengurusan organisasi ini dipegang oleh
                           yang diterbitkan oleh PPPI (Perhimpunan                                                                                volksraad, dan karenanya ia kemudian dipecat
                                                                                                                                                                                                 “non-co” dan “co”—keduanya bersedia untuk
                                                                          mahasiswa kedokteran asal Sumatra, A. K.
                           Pelajar-pelajar Indonesia). Selain itu, Wilopo                                                                         dari organisasi.
                                                                                                                                                                                                 turut bekerjasama dengan Jepang dengan
                                                                          Gani. Sebenarnya kandidat paling potensial
                           terlibat dalam berbagai organisasi yang
                                                                                                                                                                                                 pertimbangan bahwa untuk melawan mereka
                                                                          untuk posisi ini adalah Amir Sjarifuddin namun                          Wilopo merupakan orang yang berada di tengah-
                           diperuntukan bagi para pelajar lainnya seperti
                                                                                                                                                                                                 secara langsung juga tidak akan berhasil. Sikap
                                                                          karena namanya sudah sejak lama menjadi                                 tengah kedua pandangan itu. Pada satu sisi, ia
                           Studen Islam Studieclub, dan Unitas Studisorum
                                                                                                                                                                                                 kedua dimiliki oleh mereka yang menunggu
                                                                          target penangkapan PID, ia tidak bersedia                               berkeyakinan bahwa kemerdekaan harus dicapai
                           Indonesiensis.  Kiprahnya  berlanjut  lebih  serius
                                                                          untuk memimpin Gerindo. Adapun Wilopo                                   melalui perjuangan bangsa Indonesia sendiri.   waktu baik yang memegang teguh prinsip
                           ketika organisasi baru bernama Gerakan Rakyat
                                                                          menjabat sebagai Wakil Ketua II merangkap                               Prinsip ini tidak dapat ditawar. Namun, ia juga   tidak bekerjsama dengan Jepang, namun tidak
                           Indonesia (Gerindo) didirikan pada 1937.
                                                                          sebagai Ketua Departemen Perburuhan. Dengan                             dapat memahami jika ada koleganya dalam        pula mengadakan permusuhan. Sikap terakhir
                           Pemberlakuan politik tangan besi kolonial      keterlibatannya dalam Gerindo, Wilopo sering                            Gerindo yang berminat untuk turut terlibat     dimiliki sekelompok kecil yang melakukan
                           mematikan gerak kaum  progresif  revolusioner,   memberikan kursus kepada para kader, juga                             dalam politik parlementer guna memperjuangkan   klandestein untuk menlakukan perlawanan
                           dan yang tersisa adalah kelompok moderat yang   memulai kedekatannya dengan kaum buruh,                                aspirasi rakyat Indonesia seperti yang dilakukan   bawah tanah. Umumnya, para penggerak
                           mau bekerjasama dengan pemerintah kolonial     hubungan yang terus bertahan hingga akhir                               oleh Moh. Yamin. Bagi Wilopo langkah-langkah   Gerindo yang anti-fasis berada pada kelompok
                           dengan  turut dalam parlemen. Gelanggang       karirnya nanti.                                                         yang lebih moderat dapat diambil sebagai jalan   terakhir ini.





                           296   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  297
   303   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313