Page 313 - Perdana Menteri RI Final
P. 313

dimana para petani kehilangan tanah akibat      pada kuasa majikan atau pemberi kerja.
               sistem sewa dan adanya tanah partikelir. Para   Dalam suatu perdebatan menyangkut posisi

               petani yang menganggap sistem kolonial sudah    Indonesia yang melemah dan akan memberi
               tidak berlaku lagi sejak kedatangan Jepang,     kelonggaran atas tuntutan-tuntutan Belanda
               berusaha mengambil haknya dan kembali           saat perundingan Renvile, Wilopo menunjukan
               menanami tanahnya namun tindakan mereka         keyakinannya tersebut kepada Amir Sjarifuddin.
               malah memunculkan persoalan baru. Para petani   Ia menjawab kegalauan Amir Sjarifuddin yang
               ditangkap polisi. Wilopo kemudian ditugaskan    berfikir jika Belanda menggunakan kekerasan—
               untuk  melakukan  ekseminasi  terhadap  kasus   atas persetujuan Amerika—maka Indonesia
               itu dan merekomendasikan penghapusan ikatan     akan hancur. Wilopo berfikiran lain dengan

               yang diciptakan saat kolonialisme Belanda, usul   mengatakan bahwa Republik akan tetap baik-
               ini direspon baik. Para petani kemudian dapat   baik saja selama para pegawai dan buruh yang
 Presiden Sukarno mengadakan pembicaraan
 dengan Suwiryo tentang pembentukan kabinet   mengolah kembali tanahnya tanpa ada kewajiban   tetap setia melakukan tindakan-tindakan non-
 tanggal 29 Februari
               lagi dengan para tuan tanah.                    kooperatif terhadap Belanda dan rakyat tetap
 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia                      tabah dalam menghadapai penderitaan. Hal
               Pengalamannya dalam mengurus masalah            ini menunjukan bahwa, Wilopo menempatkan

               buruh bertambah dengan keterlibatannya dalam    para buruh dan pegawai sebagai kelompok
               Panitia Tertinggi Bersama Urusan Sipil—suatu    yang   berdaya   karena  mereka    memiliki
               kepanitaan bersama Indonesia-Belanda yang       tenaga yang merdeka sehingga tidak dapat
               dibentuk  sebagai  bagian  dari  gencatan  senjata   ditentukan oleh para pemilik uang saja. Dengan
               pada Oktober 1946. Dalam badan ini, Wilopo      demikian, kelompok ini adalah elemen penting
               terpilih menjadi ketua komisi bagian perburuhan   bagi  perjuangan  Indonesia,  bukan  karena
               yang kemudian berkembang menjadi Jawatan        kemampuan tempurnya, melainkan karena roda
               Perburuhan. Saat mendampingi S.K. Trimurti      ekonomi dapat dihentikan oleh para buruh, dan
               dalam “Kabinet Perdamaian” yang dipimpin        administrasi oleh para pegawai, asalkan mereka

               Amir Sjarifuddin, Wilopo berhasil merancang     menolak bekerja di bahwah Belanda.
               undang-undang perlindungan buruh yang
                                                               Persoalan besar menyangkut buruh yang
               mengalami kecelakaan maupun terimbas perang.
                                                               mencuat saat Kabinet Hatta berkuasa adalah
               Hal ini dilakukan untuk menjamin karena
                                                               pemogokan buruh di Sumatera Timur. Wilayah
               dalam  kondisi perang, buruh  semakin  tidak
                                                               ini sejak masa kolonial merupakan  plantation
               diperhatikan.
                                                               belt yang juga terkenal dengan konflik-konflik
               Dalam pandangan politiknya, Wilopo melihat      perburuhan, terutama yang diakibatkan oleh
               buruh—termasuk di dalamnya adalah para          tingginya tingkat eksploitasi dan despotisme.
 Presiden Sukarno mengadakan pembicaraan   pegawai—adalah kelompok penting yang   Pada sisi lain, wilayah ini menyumbang banyak
 dengan Prawoto dari Masjumi dan Siddik
 Djojosukarto dari PNI mengenai pembentukan   memiliki kekuatan besar. Cara pandang ini   pemasukan terutama bagi tuan kebun pada
 kabinet tanggal 1 Maret 1952.
               menabrak gagasan lumrah yang menganggap         masa kolonial dan untuk negara. Diharapkan
 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
               buruh adalah manusia-manusia yang tergantung    oleh Perdana Menteri Hatta, konflik segera




 300  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  301
   308   309   310   311   312   313   314   315   316   317   318