Page 316 - Perdana Menteri RI Final
P. 316

Sebelum Kabinet Wilopo dilantik, anggota kabinet                                                                                                                                                                         Kabinet Mr. Wilopo dan Prawoto Mangkusasmito,
      mengadakan pertemuan di kediaman Mr. Wilopo                                                                                                                                                                              serah terima kabinet dari dr. Sukiman kepada
      tanggal 3 April 1952                                                                                                                                                                                                     Wilopo, serta Ramah Tamah tanggal 3 April 1952
                                                                                                                                                                                                                               di Istana Merdeka Jakarta.
      Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
                                                                                                                                                                                                                               Perpustakaan Nasional Republik Indonesia



                                                                                                                                                  mengembalikan mandatnya. Sebagai “orang        ia inginkan—zaken  kabinet atau koalisi—

                                                                                                                                                  dalam” pada kabinet ini, Wilopo tentu dapat    meminta formatur untuk membentuk “kabinet
                                                                                                                                                  menakar peliknya persoalan yang akan           yang kuat dengan dukungan parlemen yang
                                                                                                                                                  dihadapi oleh perdana menteri yang menjadi     memadai”.
                                                                                                                                                  suksesor Sukiman. Saat itu, Indonesia
                                                                                                                                                                                                 Prawoto Mangkusasmito dari Masyumi, dan
                                                                                                                                                  dihadapkan pada tantangan besar dalam
                                                                                                                                                                                                 Sidik Djojosukarto dari PNI, adalah dua orang
                                                                                                                                                  bidang ekonomi pasca berkah getah saat “boom
                                                                                                                                                                                                 yang ditunjuk Sukarno sebagai co-formatur itu.
                                                                                                                                                  Korea” berakhir, persoalan luar negeri pasca
                                                                                                                                                                                                 Keduanya bekerja selama lebih dari dua minggu,
                                                                                                                                                  terkait dengan MSA, persoalan keamanan
                                                                                                                                                                                                 tetapi pada akhirnya formatur menyerahkan
                                                                                                                                                  dan persehubungan dengan tentara. Selain itu,
                                                                                                                                                                                                 mandat kembali pada kepada presiden tanpa
                                                                                                                                                  Wilopo juga menyadari bahwa tarik menarik
                                                                                                                                                                                                 memberikan susunan kabinet baru. Salah satu
                                                                                                                                                  kepentingan politik partai-partai terutama
                                                                                                                                                                                                 masalah pokok dalam pembentukan kabinet
                                                                                                                                                  dua kekuatan terbesar waktu itu: PNI dan
                                                                                                                                                                                                 baru, menurut Sidik, disebabkan karena Prawoto
                                                                                                                                                  Masyumi, turut memperumit persoalan
                                                                                                                                                                                                 menghendaki supaya anggota Masyumi Natsir
                                                                                                                                                  dalam hal menyusun pemerintahan yang           yang masuk dalam kabinet, sedangkan Sidik
      Pelantikan kabinet Mr. Wilopo dan Prawoto
                                                                                                                                                  kuat dan mewujudkan politik nasional yang      sendiri menginginkan kabinet dapat mewadahi
      Mangkusasmito oleh Presiden RI Ir. Sukarno,serah
      terima kabinet dari dr. Sukiman kepada Wilopo,                                                                                              stabil. Bahkan kecenderungan ini sudah dapat   semua kelompok. Persoalan internal dalam
      serta Ramah Tamah tanggal 3 April 1952 di Istana
                                                                                                                                                  diterka sejak awal, ketika pada 1 Maret 1952,   tubuh Masyumi memang telah meruncing sejak
      Merdeka Jakarta.
                                                                                                                                                  presiden mengangkat formatur baru, Sukarno     Pemerintahan Sukiman dimana muncul dua kubu
      Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
                                                                                                                                                  yang tidak menjelaskan bentuk kabinet yang     yang terdiri dari kelopok Natsir dan Kelompok




                           304   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  305
   311   312   313   314   315   316   317   318   319   320   321