Page 320 - Perdana Menteri RI Final
P. 320

gelar Sarjana di bidang Hukum pada RHS         Menteri Perhubungan dan Leimena sebagai
                                                                                                                                                  merupakan tipe  pemikir tangguh yang  telah    Menteri Muda Kesehatan.

                                                                                                                                                  terlibat dalam sejumlah diplomasi penting, dan
                                                                                                                                                                                                 Nama menteri lain dalam kabinet ini yang sangat
                                                                                                                                                  kaya akan pengalaman dalam bidang birokrasi.
                                                                                                                                                                                                 berpengaruh, baik karena kiprahnya maupun
                                                                                                                                                  Meskipun termasuk dalam kategori politisi yang
                                                                                                                                                                                                 kharismanya adalah Sultan HB IX yang menjabat
                                                                                                                                                  mahir dalam bekerja, namun sedikit berbeda
                                                                                                                                                                                                 sebagai Menteri Pertahanan. Raja Kasultanan
                                                                                                                                                  dengan Wilopo, Roem cenderung lebih frontal
                                                                                                                                                                                                 Yogyakarta yang menghabiskan masa kecil
                                                                                                                                                  dalam menghadapi lawan politiknya. Beberapa
                                                                                                                                                                                                 hingga dewasanya di luar tembok istana dan
                                                                                                                                                  serangan diarahkan kepada Roem yang berasal
                                                                                                                                                                                                 lebih banyak hidup bersama keluarga Belanda
                                                                                                                                                  dari Masyumi saat ia tengah mempersiapkan
                                                                                                                                                                                                 dikenal sebagai tokoh yang demokratis. Melihat
                                                                                                                                                  Rancangan Undang-undang Pemilu, yang
                                                                                                                                                                                                 perkembangan hubungan sipil-militer pada era
                                                                                                                                                  dianggap oleh para lawan politiknya sebagai
      Presiden Sukarno memberikan keterangan kepada
      para wartawan mengenai terbentuknya kabinet                                                                                                 usaha untuk memenangkan partainya.             sebelumnya terutama pada era Sukiman, Sultan
      Wilopo.                                                                                                                                                                                    memegang jabatan yang berat. Akan tetapi di
                                                                                                                                                  Sejumlah nama mantan menteri pada Kabinet      luar dugaan, penunjukannya dapat diterima
      Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
                                                                                                                                                  Natsir turut masuk dalam kabinet ini. Dua      luas oleh pihak militer. Tampaknya relasi saat
                                                                                                                                                  diantaranya dikenal pula sebagai intelektual   masa revolusi fisik di Yogyakarta yang membuat
                                                                                                                                                  berpengaruh yakni Soemitro dan Bahder          namanya senantiasa harum di kalangan pejuang,

                                                                                                                                                  Djohan, keduanya juga mengabdikan diri         dan pengalamannya sebagai menteri pertahanan
                                                                                                                                                  sebagai guru besar di UI. Soemitro mengenyam   pada Kabinet Hatta II, sangat berpengaruh atas
                                                                                                                                                  pendidikan paling prestisius di antara nama-   penerimaan ini.
                                                                                                                                                  nama  lainnya  yakni  di  Sorbonne  Paris  dan
                                                                                                                                                  Economische Hogeschool Rotterdam, adapun       Di awal masa kerjanya, Kabinet Wilopo membawa
                                                                                                                                                  Bahder Djohan yang pada masa mudanya           angin segar dan harapan akan munculnya
                                                                                                                                                  berkawan dekat dengan Hatta adalah seorang     perubahan berarti dalam pemerintahan. Kabinet
                                                                                                                                                  Indische Art lulusan STOVIA. Selain dua orang   ini bukan hanya memperoleh restu dari Presiden,
                                                                                                                                                  itu,  terdapat  pula  nama-nama  yang  karena   melainkan pula mampu menguasai suara mayoritas
                                                                                                                                                  keahliannya selalu memperoleh posisi pada      di parlemen dengan skema koalisi yang dibangun.
                                                                                                                                                  kabinet-kabinet terdahulu yakni Djuanda, dan   Pada sisi lain, dengan dimasukannya tiga nama
                                                                                                                                                  Leimena. Djuanda adalah seorang insinyur dari   mentri di luar anggota partai, ditambah lagi

                                                                                                                                                  THS Bandung yang tidak berasal dari partai     dengan figur-figur veteran dari kalangan politisi;
                                                                                                                                                  politik manapun, sedangkan Leimena yang        birokrat; maupun perancang, membuat kabinet
                                                                                                                                                  berasal dari Ambon menamatkan pendidikannya    Wilopo dalam beberapa hal memiliki ciri sebagai
                                                                                                                                                  sebagai dokter di STOVIA merupakan salah       sebuah kabinet kerja dengan mengakomodir
                                                                                                                                                  satu pendiri Partai Kristen Indonesia. Keduanya   tokoh-tokoh ulung dan profesional. Selebihnya,
      Mr. Wilopo memberikan keterangan kepada para
                                                                                                                                                  merupakan tipe teknokrat masa itu yang telah   masyarakat melihat kapasitas besar para anggota
      wartawan mengenai pembentukan kabinetnya.
                                                                                                                                                  mengabdikan diri sebagai menteri sejak Kabinet   kabinet yang memiliki komitemen untuk siap
      Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
                                                                                                                                                  Sjahrir  II, dimana Djuanda menjabat sebagai   bekerjasama.




                           308   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  309
   315   316   317   318   319   320   321   322   323   324   325