Page 318 - Perdana Menteri RI Final
P. 318

Sukiman. Adapun menurut Prawoto, kegagalan     Ketika daftar anggota kabinet yang disusun                              bahwa dibanding dengan Sidik Djojosukarto      mulai bekerja, PKI memberikan sambutan
                           ini disebabkan oleh perbedaan intepreasi istilah   Wilopo diserahkan kepada Presiden, sebenarnya                       yang sama-sama berasal dari PNI, Wilopo lebih   positif. Hal ini wajar terutama karena reputasi

                           “kabinet yang kuat” dan komposisi kabinet. 6   tidak  langsung disetujui  dengan  alasan  bahwa                        dapat bekerjasama dengan kelompok Masyumi.     baik Wilopo yang dikenal dekat dengan kaum
                                                                          Sukarno ingin berkonsultasi terlebih dahulu                             Di sisi lain, hal ini juga menunjukan bahwa    buruh dan keberhasilannya dalam mengatasi
                           Pada hari itu juga, tanggal 19 Maret 1952,
                                                                          dengan Wakil Presiden. Merespon pertanyaan                              program Wilopo lebih dekat dengan Masyumi      masalah pemogokan di Sumatra Timur. Terlepas
                           Sukarno  menunjuk  Wilopo  mengambil  alih     para wartawan atas keputusan Sukarno yang                               dan Prawoto ketimbang, PNI dan Sidik.          dari itu semua, PKI menginginkan pembebasan

                           tugas  formatur  dengan  tugas  membentuk      menunda     mengumumkan      kabinet   baru,                                                                           anggota-anggotanya yang ditahan pada era
                                                                     7
                           kabinet yang kuat dengan dukungan parlemen.    Wilopo  hanya menyatakan perasaannya                                    TENAGA MUDA                                    Sukiman atas dasar SOB. 10
                           Herbert  Feith  menyatakan  bahwa  alasan      lega telah melaksanakan tugasnya. Barulah
                                                                                                                                                  Dalam kondisi politik yang sangat dinamis di
                           Sukarno memilih Wilopo tidak didasarkan pada   pada 1 April, Presiden menyetujui rancangan                                                                            Besarnya antusiasme publik yang dapat dirasakan
                                                                                                                                                  awal dekade 1950-an, koalisi sudah barang tentu
                           nominasi  dari  partai-partai  melainkan  dibuat   kabinet Wilopo. Akan tetapi, dalam jangka                                                                          saat nama-nama anggota kabinet diumumkan
                                                                                                                                                  merupakan faktor penting dalam menentukan
                           oleh Presiden berdasarkan hasil pengamatannya   tiga hari yang sebenarnya pendek itu, sejumlah                                                                        untuk kali pertama menunjukan adanya rasa puas
                                                                                                                                                  anggota kabinet. Kabinet yang dipimpin Wilopo,
                           atas perkembangan yang berlangsung selama      kehebohan sudah muncul dalam masyarakat                                                                                sekaligus besarnya harapan terhadap personalia
                                                                                                                                                  yang walaupun tidak dirancang untuk menjadi
                           co-formatur  sebelumnya   bekerja.  Wilopo     yang disebabkan oleh sikap Sukarno yang tidak                                                                          kabinet yang diharapkan dapat menyuntikan
                                                                                                                                                  kabinet koalisi namun peran dua partai dominan
                           bekerja dengan cepat yang dimulainya dengan    langsung menyatakan pendapatnya atas usulan                                                                            energi baru bagi politik Indonesia waktu itu.
                                                                                                                                                  yakni PNI dan Masyumi dan ditambah dengan
                                                                                                                                                                                                 Masyarakat melihat bahwa kabinet ini banyak
                           melakukan sejumlah  haering dengan partai-     yang disampaikan Wilopo. Pejabat Ketua
                                                                                                                                                  enam partai lainnya tidak dapat diabaikan begitu
                                                                                                                                                                                                 diisi oleh tenaga muda yang telah memiliki
                           partai politik, seperti Masyumi yang diwakili   DPR, A.M. Tambunan menganggap langkah                                  saja. Dalam kabinet ini, PNI dan Masyumi
                           oleh Prawoto ditemuinya pada sore di hari      Sukarno yang tidak langsung menyetujui usulan                           sama-sama diwakili oleh empat menteri, 2 kursi   banyak pengalaman di bidang tata negara dan
                           penunjukannya itu. Setelah sembilan hari bekerja   resmi  formatur  dapat  menimbulkan  masalah                        menteri untuk PSI, dan lima partai lainnya yakni   pemerintahan. Pemimpin kabinet ini adalah

                           sebagai formatur, Wilopo berhasil menyerahkan   baru, dan presiden dalam hal ini tidak lagi                            PKRI, Parkindo, Parindra, Partai Buruh, dan    Wilopo yang berada pada saat itu tengah berada
                           daftar calon personalia kabinet kepada Presiden.   berhak menolak rancangan kabinet yang secara                        PSII masing-masing satu menteri. Di luar itu,   di awal usia empatpuluhan tahun. Ia dikenal
                                                                                                        8
                                                                          resmi telah diajukan formatur.  Desas-desus                                                                            memiliki reputasi bagus dalam pemerintahan
                           Keberhasilan ini tidak dapat dilepaskan dari peran                                                                     terdapat  tiga  menteri  yang  bukan  berasal  dari
                                                                          yang kemudian berkembang menduga bahwa                                                                                 maupun bidang pengabdian lainnya, seperti yang
                           co-formatur sebelumnya yang telah merumuskan                                                                           partai.
                                                                          presiden belum setuju dengan nama menteri luar                                                                         telah didedikasikannya melalui Taman Siswa
                           program-program kabinet dan menegosiasikan
                                                                          negeri yang diusulkan Wilopo yakni Moekarto                             Keikutsertaan PSI untuk mengisi posisi menteri   dan Perguruan Nasional. Selain itu, banyak yang
                           sejumlah hal penting lainnya. Sebelumnya
                                                                          Notowidigdo dari PNI, yang menjadi salah                                ekonomi dalam kabinet bukan hanya menjadi      meyakini kekuatan kabinet ini terletak pada
                           antara Prawoto Mangkusasmito dan Sidik
                                                                          satu perwakilan Indonesia di PBB saat pertama                           penunjukan yang tepat karena kapasitas         kemampuan dalam bekerja yang dikombinasikan
                           Djojosukarto telah saling sepakat bahwa Wilopo
                                                                                                               9
                                                                          kali negara ini diterima keanggotaannya.  Oleh                          Soemitro Djojohadikoesoemo yang dikenal        dengan sikap bersahaja sebagaimana pembawaan
                           dipandang paling pas dan mampu menjalankan
                                                                          karena permasalahan itu, hingga bulan April,                            sebagai ekonom yang handal, namun secara       Wilopo yang tenang, sederhana, demokratis, dan
                           tugas sebagai pemimpin kabinet sebagai Perdana
                                                                          Wilopo mengampu jabatan menteri Luar Negeri                             politis juga memperlemah kekuatan kelompok     tidak konfrontatif terhadap lawan politiknya.
                           Menteri. Nama-nama lain yang diusulkan tetapi
                                                                          ad interim.                                                             oposisi. Pada era kabinet sebelumnya, PSI—     Karakter personal semacam itu tentu sangat
                           masih dalam taraf ‘tawar-menawar’ dan belum
                                                                                                                                                  bersama dengan PKI dan sejumlah partai         dibutuhkan dalam mengarungi situasi politik
                           sepenuhnya memperoleh persetujuan adalah Sri   Posisi  Wakil Perdana Menteri  merupakan                                kecil lainnya—memainkan peran penting
                                                                                                                                                                                                 Indonesia di awal dekade 1950-an.
                           Sultan Hamengkubuwana IX dan M. Roem.          bagian yang menarik dalam proses pembentukan                            dalam membuat serangan-serangan kepada
                           Wilopo yang kemudian mengambil alih proses     Kabinet Wilopo. Jabatan ini diisi oleh Prawoto                          pemerintah. Dengan masuknya PSI ke dalam       Figur penting lain yang juga seusia dengan Wilopo
                           pembentukan kabinet, mengeksekusi  dengan      Mangkusasmito yang sebelumnya—bersama                                   kabinet, dapat dipastikan PKI akan kehilangan   adalah Menteri Dalam Negeri, Mr. Mohammad
                           baik  apa yang  telah dimulai oleh  formatur   Sidik Djojosukarto—telah gagal membentuk                                tandem lamanya dalam membangun kekuatan        Roem. Roem yang memulai pendidikannya dari
                           sebelumnya.                                    kabinet. Tampaknya hal ini dapat menunjukan                             oposisi. Pada perkembangannya, ketika kabinet   sekolah  desa  (volkschool)  hingga  memperoleh





                           306   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  307
   313   314   315   316   317   318   319   320   321   322   323