Page 317 - Perdana Menteri RI Final
P. 317

Sebelum Kabinet Wilopo dilantik, anggota kabinet                                            Kabinet Mr. Wilopo dan Prawoto Mangkusasmito,
 mengadakan pertemuan di kediaman Mr. Wilopo                                                 serah terima kabinet dari dr. Sukiman kepada
 tanggal 3 April 1952                                                                        Wilopo, serta Ramah Tamah tanggal 3 April 1952
                                                                                             di Istana Merdeka Jakarta.
 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
                                                                                             Perpustakaan Nasional Republik Indonesia



               mengembalikan mandatnya. Sebagai “orang         ia inginkan—zaken  kabinet atau koalisi—

               dalam” pada kabinet ini, Wilopo tentu dapat     meminta formatur untuk membentuk “kabinet
               menakar peliknya persoalan yang akan            yang kuat dengan dukungan parlemen yang
               dihadapi oleh perdana menteri yang menjadi      memadai”.
               suksesor Sukiman. Saat itu, Indonesia
                                                               Prawoto Mangkusasmito dari Masyumi, dan
               dihadapkan pada tantangan besar dalam
                                                               Sidik Djojosukarto dari PNI, adalah dua orang
               bidang ekonomi pasca berkah getah saat “boom
                                                               yang ditunjuk Sukarno sebagai co-formatur itu.
               Korea” berakhir, persoalan luar negeri pasca
                                                               Keduanya bekerja selama lebih dari dua minggu,
               terkait dengan MSA, persoalan keamanan
                                                               tetapi pada akhirnya formatur menyerahkan
               dan persehubungan dengan tentara. Selain itu,
                                                               mandat kembali pada kepada presiden tanpa
               Wilopo juga menyadari bahwa tarik menarik
                                                               memberikan susunan kabinet baru. Salah satu
               kepentingan politik partai-partai terutama
                                                               masalah pokok dalam pembentukan kabinet
               dua kekuatan terbesar waktu itu: PNI dan
                                                               baru, menurut Sidik, disebabkan karena Prawoto
               Masyumi, turut memperumit persoalan
                                                               menghendaki supaya anggota Masyumi Natsir
               dalam hal menyusun pemerintahan yang            yang masuk dalam kabinet, sedangkan Sidik
 Pelantikan kabinet Mr. Wilopo dan Prawoto
               kuat dan mewujudkan politik nasional yang       sendiri menginginkan kabinet dapat mewadahi
 Mangkusasmito oleh Presiden RI Ir. Sukarno,serah
 terima kabinet dari dr. Sukiman kepada Wilopo,   stabil. Bahkan kecenderungan ini sudah dapat   semua kelompok. Persoalan internal dalam
 serta Ramah Tamah tanggal 3 April 1952 di Istana
               diterka sejak awal, ketika pada 1 Maret 1952,   tubuh Masyumi memang telah meruncing sejak
 Merdeka Jakarta.
               presiden mengangkat formatur baru, Sukarno      Pemerintahan Sukiman dimana muncul dua kubu
 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
               yang tidak menjelaskan bentuk kabinet yang      yang terdiri dari kelopok Natsir dan Kelompok




 304  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  305
   312   313   314   315   316   317   318   319   320   321   322