Page 312 - Perdana Menteri RI Final
P. 312

dimana para petani kehilangan tanah akibat     pada kuasa majikan atau pemberi kerja.
                                                                                                                                                  sistem sewa dan adanya tanah partikelir. Para   Dalam suatu perdebatan menyangkut posisi

                                                                                                                                                  petani yang menganggap sistem kolonial sudah   Indonesia yang melemah dan akan memberi
                                                                                                                                                  tidak berlaku lagi sejak kedatangan Jepang,    kelonggaran atas tuntutan-tuntutan Belanda
                                                                                                                                                  berusaha mengambil haknya dan kembali          saat perundingan Renvile, Wilopo menunjukan
                                                                                                                                                  menanami tanahnya namun tindakan mereka        keyakinannya tersebut kepada Amir Sjarifuddin.
                                                                                                                                                  malah memunculkan persoalan baru. Para petani   Ia menjawab kegalauan Amir Sjarifuddin yang
                                                                                                                                                  ditangkap polisi. Wilopo kemudian ditugaskan   berfikir jika Belanda menggunakan kekerasan—
                                                                                                                                                  untuk  melakukan  ekseminasi  terhadap  kasus   atas persetujuan Amerika—maka Indonesia
                                                                                                                                                  itu dan merekomendasikan penghapusan ikatan    akan hancur. Wilopo berfikiran lain dengan

                                                                                                                                                  yang diciptakan saat kolonialisme Belanda, usul   mengatakan bahwa Republik akan tetap baik-
                                                                                                                                                  ini direspon baik. Para petani kemudian dapat   baik saja selama para pegawai dan buruh yang
      Presiden Sukarno mengadakan pembicaraan
      dengan Suwiryo tentang pembentukan kabinet                                                                                                  mengolah kembali tanahnya tanpa ada kewajiban   tetap setia melakukan tindakan-tindakan non-
      tanggal 29 Februari
                                                                                                                                                  lagi dengan para tuan tanah.                   kooperatif terhadap Belanda dan rakyat tetap
      Perpustakaan Nasional Republik Indonesia                                                                                                                                                   tabah dalam menghadapai penderitaan. Hal
                                                                                                                                                  Pengalamannya dalam mengurus masalah           ini menunjukan bahwa, Wilopo menempatkan

                                                                                                                                                  buruh bertambah dengan keterlibatannya dalam   para buruh dan pegawai sebagai kelompok
                                                                                                                                                  Panitia Tertinggi Bersama Urusan Sipil—suatu   yang   berdaya   karena   mereka   memiliki
                                                                                                                                                  kepanitaan bersama Indonesia-Belanda yang      tenaga yang merdeka sehingga tidak dapat
                                                                                                                                                  dibentuk  sebagai  bagian  dari  gencatan  senjata   ditentukan oleh para pemilik uang saja. Dengan
                                                                                                                                                  pada Oktober 1946. Dalam badan ini, Wilopo     demikian, kelompok ini adalah elemen penting
                                                                                                                                                  terpilih menjadi ketua komisi bagian perburuhan   bagi  perjuangan  Indonesia,  bukan  karena
                                                                                                                                                  yang kemudian berkembang menjadi Jawatan       kemampuan tempurnya, melainkan karena roda
                                                                                                                                                  Perburuhan. Saat mendampingi S.K. Trimurti     ekonomi dapat dihentikan oleh para buruh, dan
                                                                                                                                                  dalam “Kabinet Perdamaian” yang dipimpin       administrasi oleh para pegawai, asalkan mereka

                                                                                                                                                  Amir Sjarifuddin, Wilopo berhasil merancang    menolak bekerja di bahwah Belanda.
                                                                                                                                                  undang-undang perlindungan buruh yang
                                                                                                                                                                                                 Persoalan besar menyangkut buruh yang
                                                                                                                                                  mengalami kecelakaan maupun terimbas perang.
                                                                                                                                                                                                 mencuat saat Kabinet Hatta berkuasa adalah
                                                                                                                                                  Hal ini dilakukan untuk menjamin karena
                                                                                                                                                                                                 pemogokan buruh di Sumatera Timur. Wilayah
                                                                                                                                                  dalam  kondisi perang, buruh  semakin  tidak
                                                                                                                                                                                                 ini sejak masa kolonial merupakan  plantation
                                                                                                                                                  diperhatikan.
                                                                                                                                                                                                 belt yang juga terkenal dengan konflik-konflik
                                                                                                                                                  Dalam pandangan politiknya, Wilopo melihat     perburuhan, terutama yang diakibatkan oleh
                                                                                                                                                  buruh—termasuk di dalamnya adalah para         tingginya tingkat eksploitasi dan despotisme.
      Presiden Sukarno mengadakan pembicaraan                                                                                                     pegawai—adalah kelompok penting yang           Pada sisi lain, wilayah ini menyumbang banyak
      dengan Prawoto dari Masjumi dan Siddik
      Djojosukarto dari PNI mengenai pembentukan                                                                                                  memiliki kekuatan besar. Cara pandang ini      pemasukan terutama bagi tuan kebun pada
      kabinet tanggal 1 Maret 1952.
                                                                                                                                                  menabrak gagasan lumrah yang menganggap        masa kolonial dan untuk negara. Diharapkan
      Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
                                                                                                                                                  buruh adalah manusia-manusia yang tergantung   oleh Perdana Menteri Hatta, konflik segera




                           300   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  301
   307   308   309   310   311   312   313   314   315   316   317