Page 307 - Perdana Menteri RI Final
P. 307

melanjutkan dengan membuat karya akhir berjudul   bermain bersama adalah Jong Java—organisasi   besaran baik hingga dimuat pula dalam koran-  Partindo dan Pendidikan namun tidak berhasil
 Mohammadanese Instellingen yang selesai pada 1941.   pergerakan  kedaerahan  yang  merupakan  koran luar negeri. Pada akhir 1931 Sukarno   kemudian memilih untuk bergabung dengan
 Hanya saja, sebelum diujikan, Jepang keburu datang   perkumpulan pemuda Jawa. Jadi tidak terlalu   dibebaskan dari penjara Sukamiskin. Wilopo   Partindo pada 1932. Pilihan ini didasarkan pada

 dan masyarakat Indonesia memasuki suatu zaman   salah jika ada anggapan bahwa Jong Java sangat   bersama kawan-kawannya menemui pahlawan   ideologi Partindo yang lebih sesuai dengan konsep
 baru. Seharusnya, Wilopo dapat dapat memperoleh   fokus menjadi perkumpulan para pemuda Jawa   mereka itu tidak berselang lama setelah Sukarno   Sukarno yakni massa aksi adalah jalan utama
 gelar sarjana sebelum kedatangan Jepang. Hanya   ternyata tidak selalu politis. Bahkan Wilopo   dapat menghirup udara segar di luar penjara.   yang harus ditempuh untuk memperjuangkan
 saja, kesibukannya dalam politik membuatnya tidak   sendiri merasa bahwa organisasi ini terlalu kalem   Persehubungan ini terus berlanjut dan mereka   kemerdekaan. Dan, memang partai ini berhasil
 sempat menempuh ujian akhir. Walaupun pada   dan kurang progresif, sehingga ia merasa tidak   juga kerap terlibat tukar pikiran dalam berbagai   memperoleh pengikut yang banyak, dikabarkan
 akhirnya, Wilopo tetap memperoleh status sarjana,   puas. Oleh karenanya ia kemudian bergabung   kesempatan. Tentu, masa-masa itu menjadi   jumlahnya mencapai 20.000 orang.
 karena situasi yang tidak lagi memungkinkan untuk
 dengan Perhimpinan Pemuda Indonesia.  periode penting dalam kehidupan Wilopo untuk
 menyelenggarakan aktivitas pendidikan secara                  Pilihan Sukarno untuk masuk Partindo tampaknya
               belajar politik dari tokoh yang namanya menjadi
 normal, pimpinan RHS mengambil kebijakan bagi   Ketika Wilopo pindah ke Bandung, perhatiannya   turut mempengaruhi pandangan politik Wilopo
               sangat terkenal di seantero negeri setelah keluar
 yang sudah menyelesaikan ujian D-II berhak atas   terhadap masalah politik semakin dalam. Terlebih   yang setelah menetap di Jakarta masuk dalam
               dari penjara.
 gelar sarjana.  lagi, rumahnya yang ditempatinya tidak jauh dari   Partindo. Sebelumnya, saat masih di Sukabumi,
 kediaman Sukarno, tokoh penting dan masyur   Ketika Wilopo mulai terlibat secara intensif   Wilopo sebenarnya juga telah terhubung dengan
 KIPRAH POLITIK  dalam dunia pergerakan kebangsaan Indonesia   dalam politik merupakan tahun-tahun sulit bagi   Partindo dan para anggotanya atas ajakan

 saat itu. Bagi Wilopo, nama Sukarno telah ia   kaum pergerakan. Waktu itu De Jonge, Gubernur   Abdulrahman. Hanya saja, Wilopo tidak menjadi
 Setelah beranjak dewasa, Wilopo dan kehidupan
 dengar sejak lama ketika ia masih menempuh   Jenderal yang terkenal konservatif, sedang   anggotanya dan hanya terlibat dalam sejumlah
 politik tidak terpisahkan. Ketertarikannya pada
 pendidikannya AMS-B di Yogyakarta. Dalam   menggiatkan politik  rust en orde  (ketenangan   kegiatan Partindo seperti memberikan kursus-
 bidang ini mulai muncul saat Wilopo tinggal
 banyak hal, Wilopo menaruh simpati dan   dan ketertiban), di mana penjajah menggunakan   kursus bagi para anggota organisasi dimana ia
 di Yogyakarta, dimana ia menumbuhkan
                                                                         5
 kekaguman terhadap Sukarno muda, terutama   tangan besi untuk  membungkam  suara-suara   merasa puas.  Di Jakarta, keterlibatan Wilopo dalam
 banyak hal dalam dirinya. Di kota itu Wilopo
                                          4
 oleh karena retorikanya tatkala berpidato dimana   progresif kelompok nasionalis.  Selain Gubernur   Partindo semakin besar. Hanya saja, pemerintah
 mulai dapat merasakan dan  menemukan arti
 Sukarno sering tampil dengan menyampaikan   Jenderal membekali diri dengan kuasa luar   kolonial semakin ketat dalam membatasi kaum
 sebenarnya dari penjajahan. Dari pengalamannya
 kalimat-kalimat menarik yang dikutipnya dari   biasa yang dinamakan  exorbitante rechten (hak   pergerakan. Tidak lama kemudian, pada Agustus
 selama tinggal di vorstenlanden yang merupakan
 para tokoh besar dunia. Walaupun sebelumnya   istimewa),  pemerintah  juga  memiliki  PID  dan   1933, Sukarno kembali ditangkap atas tulisannya
 pusat dari kebudayaan Jawa yang penuh dengan
 Wilopo tidak sepenuhnya mengerti seluruh   banyak mata-mata. Oleh karena kebijakan politik   Mentjapai Indonesia Merdeka. Bersama keluarganya,
 keagungan, Wilopo mulai menyadari bahwa
 maksud dari pidato Sukarno, lama kelamaan   pengamanan ini, PNI yang dipimpin Sukarno   ia lalu diasingkan ke Ende pada Februari 1934
 bangsa Indonesia tidak kalah besar dengan
 bangsa lain. Namun sayangnya apa yang ia lihat   ia pun menjadi paham arti sesungguhnya dari   dilarang keberadaannya.   dan  dipindahkan  ke  Bengkulu  pada  1938.  Nasib
 dan rasakan tentang kehidupan masyarakat   ucapan Sukarno.    sama juga dialami Hatta Sjahrir dan sejumlah
               Hatta dan Sjahrir yang baru pulang dari Belanda
 Indonesia tidaklah demikian, bahkan sebaliknya,               nama penting dalam pergerakan nasional. Mereka
 Wilopo  memanfaatkan  kesempatan selama   kemudian mendirikan PNI-Baru (Pendidikan
 bangsa yang sejatinya besar itu tampak lemah di               ditangkap dan ditahan selama beberapa bulan di
 tinggal di Bandung untuk mengenal lebih   Nasional Indonesia atau ‘Pendidikan’) yang lebih
 hadapan penjajah.                                             berbagai penjara seperti Glodok, Sukamiskin,
 dalam Sukarno. Ia mengikuti perkembangan   berorientasi pada pembentukan kader dalam
                                                               Banceuy, dan Cipinang, sebelum kemudian dibuang
 Saat di Yogyakarta, selain menghabiskan waktu   persidangan Sukarno di  Landraad Bandung,   memperjuangkan hak-hak politik bangsa Indonesia.
                                                               ke Tanah Merah, Boven Digoel yang kejam.
 untuk belajar sebagaimana yang dikerjakan   hingga sangat menyelami pidato  Indonesia   Sedangkan,  Sartono  mendirikan  Partindo  (Partai
 pelajar lain, ia menekuni kegemarannya bermain   Mengoegat. Terlebih lagi, dalam waktu setengah   Indonesia) sebagai kelanjutan dari PNI yang telah   Selain menangkap para pemimpin Partindo
 bola, dimana tampaknya dia punya  berbakat   tahun, dari pertegahan hingga akhir 1930, kasus   dibubarkan pemerintah  kolonial.  Sukarno yang   dan Pendidikan, rezim de Jonge juga melarang
 besar. Klub sepakbola yang sering ia ikut   Sukarno ini memperoleh  pemberitaan  besar-  sebenarnya mencoba untuk menggabungkan   rapat-rapat ataupun konggres untuk digelar oleh





 294  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  295
   302   303   304   305   306   307   308   309   310   311   312