Page 304 - Perdana Menteri RI Final
P. 304

Sudjono juga terlibat dalam pembicaraan. Pada   Ia beberapa kali jatuh sakit  terkena bronchitis                       1932/1933, Wilopo merupakan pemimpinnya.       setiap akhir pekan menggunakan mobil.
                           kesempatan itulah Wilopo diberi tahu tentang   dan mulai muncul pula gejala penyakit asthma.                           Adapun Ki Soedarso mengepalai keseluruhan      Sjamsudin sendiri melihat Wilopo sebagai pribadi

                           siapa ayah kandungnya.                         Selain itu, belajar di sekolah teknik bukan                             Sekolah Taman Siswa Sukabumi. Bagi Wilopo,     yang penuh potensi, dengan pembawaan yang
                                                                          hanya menuntut Wilopo bekerja keras namun                               keterlibatannya di Taman Siswa sangat          tenang. Dalam suatu kesempatan, Sjamsudin
                           Walaupun kondisi serba sulit, pembicaraan
                                                                          juga menyita banyak waktunya. Siswa-siswa                               berarti. Selain memperoleh gaji yang besarnya   mengutarakan pemikirannya tentang Wilopo
                           itu mensepakati bahwa Wilopo tetap akan
                                                                          THS  selain  mengikuti  pelajaran di kelas,  juga                       sebenarnya tidak seberapa, ia menikmati sangat   yang menurutnya akan lebih baik jika kembali
                           meneruskan studinya di THS Bandung.
                                                                          diwajibkan melalukan praktikum dan kerja di                             perannya dalam memberi pelajaran. Wilopo       meneruskan sekolahnya. Ia meyakinkan Wilopo
                           Persoalan biaya yang memang menjadi pokok
                                                                          laboratorium. Jika ada siswa yang terpaksa absen                        dapat mempraktekan ajaran “massa aksi” Bung    bahwa sekolah di RHS seperti dirinya, berbeda
                           masalahnya tidak serta merta terpecahkan dengan
                                                                          semisal karena sakit, maka harus menggantinya                           Karno yang sejak disampaikannya dalam pidato   sekali dengan di teknik seperti yang pernah
                           kesepakatan  itu.  Hanya  saja,  keberuntungan
                                                                          di lain waktu, yang sudah barang tentu saja                             Indonesia Menggugat, gagasan massa aksi telah   dialami Wilopo karena tidak  ada praktikum
                           belum menjauh dari Wilopo. Melalui surat
                                                                          menambah berat pekerjaan dan memerlukan                                 banyak mempengaruhi kalangan pergerakan.       dan kerja laboratorium sehingga akan ada cukup
                           menyurat dari kawan baiknya, Abdulrasjid yang
                                                                          waktu lebih. Bagi Wilopo, kondisi inilah yang                                                                          waktu untuk mengurus hal lain. Terlebih lagi
                           sudah bekerja, Wilopo memperoleh jaminan                                                                               Selama menjadi pengajar, Wilopo memiliki lebih
                                                                          memberatkannya, padahal ia juga mulai aktif                                                                            di RHS Wilopo akan memiliki lebih banyak
                           dari kaan baiknya itu jika ia belum memperoleh                                                                         banyak waktu untuk membaca. Salah satu buku
                                                                          dalam dunia pergerakan dan sangat tertarik                                                                             peluang untuk masa depannya. Wilopo berhasil
                           beasiswa maka Abdulrasjid akan menanggung                                                                              yang diselesaikannya adalah terjemahan “Das
                                                                          mengikuti kasus persidangan Bung Karno.                                                                                teryakinkan.
                           biaya sekolahnya. Adapun untuk tempat tinggal                                                                          Kapital”. Waktu itu, karya Karl Marx ini memang

                           di Bandung, ada seorang famili yang berada     Karena penyakit Asthma semakin sering                                   tengah populer di kalangan pemuda terutama     Setelah berpamitan kepada para pengasuh
                           di sana yang bersedia menampung Wilopo.        muncul terutama saat mempersiapkan ujian,                               kaum pergerakan karena isinya merupakan        Taman Siswa, Wilopo berangkat ke Jakarta
                           Sedangkan untuk uang harian ada banyak         Wilopo kemudian memutuskan untuk pindah                                 anti thesis paling dasyat atas kolonialisme dan   untuk melanjutkan studi di RHS. Tidak
                           kerabat yang bersedia iuran untuk mencukupi    ke Sukabumi untuk sekedar memulihkan                                    imperialisme. Selain itu Wilopo juga membaca   banyak kendala yang ia hadapi untuk masuk ke
                           kebutuhan sehari-harinya selama bersekolah di   kesehatan. Di sana udaranya dingin namun lebih                         karya-karya lain yang merupakan kritik atas    sekolah itu, termasuk dalam hal biaya dimana
                           THS. Oleh karena itu tidak ada aral lagi yang   kering, sehingga akan lebih baik bagi tubuhnya.                        Marxisme. Setelah menyelami kehidupan          sistem pendidikan saat itu mengijinkan Wilopo
                           merintangi keberangkatannya ke Bandung.        Selama berada di Sukabumi Wilopo tinggal di                             sebagai guru dan memiliki berbagai aktivitas lain   pindah sekolahan tanpa harus membayar ulang.
                                                                          rumah seorang pegawai kabupaten yang masih                              terutama yang berkaitan dengan gerakan politik   Demikian pula untuk tempat tinggal, Wilopo
                           Di Bandung, Wilopo tinggal di kediaman
                                                                          merupakan saudara sepupunya. Tampaknya,                                 di Sukabumi, Wilopo nyaris tidak kepingin      dapat menumpang di kediaman kawan baiknya,
                           Prawirosentiko, seorang Matri Ukur atau juru
                                                                          kondisi di Sukabumi membuatnya merasa lebih                             lagi melanjutkan studinya di sekolah teknik.   Abdulrasjid yang ketika itu bekerja untuk jawatan
                           kadaster yang masih terhitung kerabatnya.
                                                                          baik. Wilopo pun betah. Walaupun semula hanya                           Hanya saja, pertemanannya dengan Sjamsudin     pegadaian negeri. Hubungan pertemanan
                           Kali ini Wilopo harus pintar-pintar dalam
                                                                          berniat untuk tinggal sesaat sembari beristirahat,                      mengembalikan cita-citanya untuk meraih        antara keduanya yang telah berlangsung
                           mengatur pengeluaran karena keterbatasan
                                                                          namun cerita berubah ketika ia bertemu Ki                               pendidikan tinggi.                             sangat lama ini kemudian berubah menjadi
                           dana, sangat berbeda dengan yang ia peroleh
                                                                          Soedarso—pemimpin Taman Siswa Sukabumi.                                                                                keluarga, ketika Wilopo menikahi seorang guru
                           saat  di Magelang  maupun  Yogyakarta.  Selain                                                                         Sjamsudin adalah seorang putra penghulu
                                                                                                                                                                                                 bernama Sumikalimah, yang tak lain adalah
                           masalah pembiayaan yang dapat ia atasi dengan   Pada waktu itu, Taman Siswa yang sedang                                di Sukabumi yang sedang menempuh studi
                                                                                                                                                                                                 adik Abdulrasjid. Setelah berkeluarga, Wilopo
                           hidup hemat, dua persoalan lain yang menuntut   mengembangkan diri di Sukabumi membuka                                 di sekolah hukum. Sebagai mahasiswa RHS
                                                                                                                                                                                                 memilih untuk pindah rumah. Selain sekolah, ia
                           kemampuan adaptasi Wilopo yakni iklim          sekolah Taman Dewasa. Persoalannya, Ki                                  (Rechthogeschool), Sjamsudin masih memiliki               3
                                                                                                                                                                                                 juga bekerja.
                           Bandung, dan dengan pembelajaran di sekolah.   Soedarso mengalami kesulitan untuk memperoleh                           waktu cukup untuk mengembangkan diri, dan
                           Bandung memiliki udara yang dingin dan         tenaga pengajar. Oleh karena itu, ia meminta                            terlibat dalam organisasi pergerakan. Bahkan,   Studi Wilopo di RHS terbilang cukup lama.
                           lembab. Lama kelamaan, kondisi udara kota      Wilopo untuk membantunya. Ketika  Taman                                 oleh karena ekonomi keluarganya yang sangat    Ia masuk pada 1933-1934, dan baru pada 1939,
                           Bandung berpengaruh terhadap kesehatannya.     Dewasa benar-benar dibuka pada tahun ajaran                             baik, ia dapat pulang balik Jakarta-Sukabumi   Wilopo menempuh ujian D-II. Ia kemudian





                           292   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  293
   299   300   301   302   303   304   305   306   307   308   309