Page 305 - Perdana Menteri RI Final
P. 305

Sudjono juga terlibat dalam pembicaraan. Pada   Ia beberapa kali jatuh sakit  terkena bronchitis   1932/1933, Wilopo merupakan pemimpinnya.   setiap akhir pekan menggunakan mobil.
 kesempatan itulah Wilopo diberi tahu tentang   dan mulai muncul pula gejala penyakit asthma.   Adapun Ki Soedarso mengepalai keseluruhan   Sjamsudin sendiri melihat Wilopo sebagai pribadi

 siapa ayah kandungnya.  Selain itu, belajar di sekolah teknik bukan   Sekolah Taman Siswa Sukabumi. Bagi Wilopo,   yang penuh potensi, dengan pembawaan yang
 hanya menuntut Wilopo bekerja keras namun   keterlibatannya di Taman Siswa sangat   tenang. Dalam suatu kesempatan, Sjamsudin
 Walaupun kondisi serba sulit, pembicaraan
 juga menyita banyak waktunya. Siswa-siswa   berarti. Selain memperoleh gaji yang besarnya   mengutarakan pemikirannya tentang Wilopo
 itu mensepakati bahwa Wilopo tetap akan
 THS  selain  mengikuti  pelajaran di kelas,  juga   sebenarnya tidak seberapa, ia menikmati sangat   yang menurutnya akan lebih baik jika kembali
 meneruskan studinya di THS Bandung.
 diwajibkan melalukan praktikum dan kerja di   perannya dalam memberi pelajaran. Wilopo   meneruskan sekolahnya. Ia meyakinkan Wilopo
 Persoalan biaya yang memang menjadi pokok
 laboratorium. Jika ada siswa yang terpaksa absen   dapat mempraktekan ajaran “massa aksi” Bung   bahwa sekolah di RHS seperti dirinya, berbeda
 masalahnya tidak serta merta terpecahkan dengan
 semisal karena sakit, maka harus menggantinya   Karno yang sejak disampaikannya dalam pidato   sekali dengan di teknik seperti yang pernah
 kesepakatan  itu.  Hanya  saja,  keberuntungan
 di lain waktu, yang sudah barang tentu saja   Indonesia Menggugat, gagasan massa aksi telah   dialami Wilopo karena tidak  ada praktikum
 belum menjauh dari Wilopo. Melalui surat
 menambah berat pekerjaan dan memerlukan   banyak mempengaruhi kalangan pergerakan.   dan kerja laboratorium sehingga akan ada cukup
 menyurat dari kawan baiknya, Abdulrasjid yang
 waktu lebih. Bagi Wilopo, kondisi inilah yang                 waktu untuk mengurus hal lain. Terlebih lagi
 sudah bekerja, Wilopo memperoleh jaminan   Selama menjadi pengajar, Wilopo memiliki lebih
 memberatkannya, padahal ia juga mulai aktif                   di RHS Wilopo akan memiliki lebih banyak
 dari kaan baiknya itu jika ia belum memperoleh   banyak waktu untuk membaca. Salah satu buku
 dalam dunia pergerakan dan sangat tertarik                    peluang untuk masa depannya. Wilopo berhasil
 beasiswa maka Abdulrasjid akan menanggung   yang diselesaikannya adalah terjemahan “Das
 mengikuti kasus persidangan Bung Karno.                       teryakinkan.
 biaya sekolahnya. Adapun untuk tempat tinggal   Kapital”. Waktu itu, karya Karl Marx ini memang

 di Bandung, ada seorang famili yang berada   Karena penyakit Asthma semakin sering   tengah populer di kalangan pemuda terutama   Setelah berpamitan kepada para pengasuh
 di sana yang bersedia menampung Wilopo.   muncul terutama saat mempersiapkan ujian,   kaum pergerakan karena isinya merupakan   Taman Siswa, Wilopo berangkat ke Jakarta
 Sedangkan untuk uang harian ada banyak   Wilopo kemudian memutuskan untuk pindah   anti thesis paling dasyat atas kolonialisme dan   untuk melanjutkan studi di RHS. Tidak
 kerabat yang bersedia iuran untuk mencukupi   ke Sukabumi untuk sekedar memulihkan   imperialisme. Selain itu Wilopo juga membaca   banyak kendala yang ia hadapi untuk masuk ke
 kebutuhan sehari-harinya selama bersekolah di   kesehatan. Di sana udaranya dingin namun lebih   karya-karya lain yang merupakan kritik atas   sekolah itu, termasuk dalam hal biaya dimana
 THS. Oleh karena itu tidak ada aral lagi yang   kering, sehingga akan lebih baik bagi tubuhnya.   Marxisme. Setelah menyelami kehidupan   sistem pendidikan saat itu mengijinkan Wilopo
 merintangi keberangkatannya ke Bandung.  Selama berada di Sukabumi Wilopo tinggal di   sebagai guru dan memiliki berbagai aktivitas lain   pindah sekolahan tanpa harus membayar ulang.
 rumah seorang pegawai kabupaten yang masih   terutama yang berkaitan dengan gerakan politik   Demikian pula untuk tempat tinggal, Wilopo
 Di Bandung, Wilopo tinggal di kediaman
 merupakan saudara sepupunya. Tampaknya,   di Sukabumi, Wilopo nyaris tidak kepingin   dapat menumpang di kediaman kawan baiknya,
 Prawirosentiko, seorang Matri Ukur atau juru
 kondisi di Sukabumi membuatnya merasa lebih   lagi melanjutkan studinya di sekolah teknik.   Abdulrasjid yang ketika itu bekerja untuk jawatan
 kadaster yang masih terhitung kerabatnya.
 baik. Wilopo pun betah. Walaupun semula hanya   Hanya saja, pertemanannya dengan Sjamsudin   pegadaian negeri. Hubungan pertemanan
 Kali ini Wilopo harus pintar-pintar dalam
 berniat untuk tinggal sesaat sembari beristirahat,   mengembalikan cita-citanya untuk meraih   antara keduanya yang telah berlangsung
 mengatur pengeluaran karena keterbatasan
 namun cerita berubah ketika ia bertemu Ki   pendidikan tinggi.  sangat lama ini kemudian berubah menjadi
 dana, sangat berbeda dengan yang ia peroleh
 Soedarso—pemimpin Taman Siswa Sukabumi.                       keluarga, ketika Wilopo menikahi seorang guru
 saat  di Magelang  maupun  Yogyakarta.  Selain   Sjamsudin adalah seorang putra penghulu
                                                               bernama Sumikalimah, yang tak lain adalah
 masalah pembiayaan yang dapat ia atasi dengan   Pada waktu itu, Taman Siswa yang sedang   di Sukabumi yang sedang menempuh studi
                                                               adik Abdulrasjid. Setelah berkeluarga, Wilopo
 hidup hemat, dua persoalan lain yang menuntut   mengembangkan diri di Sukabumi membuka   di sekolah hukum. Sebagai mahasiswa RHS
                                                               memilih untuk pindah rumah. Selain sekolah, ia
 kemampuan adaptasi Wilopo yakni iklim   sekolah Taman Dewasa. Persoalannya, Ki   (Rechthogeschool), Sjamsudin masih memiliki   3
                                                               juga bekerja.
 Bandung, dan dengan pembelajaran di sekolah.   Soedarso mengalami kesulitan untuk memperoleh   waktu cukup untuk mengembangkan diri, dan
 Bandung memiliki udara yang dingin dan   tenaga pengajar. Oleh karena itu, ia meminta   terlibat dalam organisasi pergerakan. Bahkan,   Studi Wilopo di RHS terbilang cukup lama.
 lembab. Lama kelamaan, kondisi udara kota   Wilopo untuk membantunya. Ketika  Taman   oleh karena ekonomi keluarganya yang sangat   Ia masuk pada 1933-1934, dan baru pada 1939,
 Bandung berpengaruh terhadap kesehatannya.   Dewasa benar-benar dibuka pada tahun ajaran   baik, ia dapat pulang balik Jakarta-Sukabumi   Wilopo menempuh ujian D-II. Ia kemudian





 292  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  293
   300   301   302   303   304   305   306   307   308   309   310