Page 309 - Perdana Menteri RI Final
P. 309

sejumlah organisasi pergerakan. Sedangkan   politik Indonesia waktu itu sangat didominasi   Gerindo yang berhaluan anti-fasis kerap   alternatif dalam menghadapi kejumudan politik
 untuk aktivitas dari perkumpulan lain dibatasi   kiprah  Parindra—lingkaran  kelompok  menyamakan pemerintah kolonial sebagai   akibat kekangan pemerintah kolonial yang

 juga  dimata-matai.  Tindakan  yang  lebih  keras   kooperatif yang dibentuk pada 1935 sebagai   rezim tangan besi. Berbeda dengan Parindra   sangat ketat. Hanya saja, Wilopo tetap tidak
 kemudian diambil pemerintah kolonial dengan   gabungan Budi Utomo dan Persatuan Bangsa   yang bersifat kooperatif, Gerindo yang bergerak   setuju dengan cara-cara mengemis kemerdekaan
 membubarkan  Partindo  dan  Pendidikan.  Indonesia. Di bawah pimpinan Dr. Sutomo,   secara non-kooperasi mulanya menolak untuk   kepada Belanda, sebagaimana yang dilakukan
 Gerakan nasionalis progresif lumpuh di tahun-  dan tokoh lain seperti M.H. Thamrin, dan   bekerjasama dengan pemerintah. Namun,   Sutarjo melalui petisinya yang dianggap meminta
 tahun ketika Wilopo menjalani kiprah politiknya   Sukarjo Wiryopranoto, Parindra tumbuh   pengawasan ketat dan dibarengi dengan   kemerdekaan kepada penjajah. Ketika situasi
 di Partindo. Meskipun demikian, Wilopo masih   pesat dengan dukungan massa yang cukup   tindakan-tindakan keras pemerintah  terhadap   berubah drastis menjelang kedatangan Jepang,
 memiliki tempat lain untuk memperjuangkan   luas, dan memiliki wakil di volksraad. Namun,   organisasi yang bersifat non-kooperatif dan   Gerindo menunjukan sikap yang jauh lebih
 kemerdekaan bangsanya.  kiprah politik Parindra tidak dapat memuaskan   radikal sangat berpengaruh terhadap langkah   kooperatif dengan bergabung dalam GAPI.
 kaum revolusioner yang kemudian mendirikan   organisasi ini. Dalam hal ini, pemerintah
                                                               Tampaknya, perubahan ini sangat dipengaruhi
 Selain  menjadi  pengajar  di  Perguruan  Rakyat,
 Gerakan  Rakyat  Indonesia  (Gerindo)  pada   memberi tekanan kepada organisasi maupun
                                                               oleh adanya ketakutan akan hadirnya kekuatan
 Wilopo juga dikenal sebagai penulis yang baik.
 bulan Mei 1937. Pembentukan Gerindo tidak   anggotanya. Sebagai misal, Wilopo pernah empat
                                                               fasisme di Indonesia, dimana dalam konteks
 Bahkan pekerjaan  tersebut  dapat  diandalkan
 dapat dilepaskan dari Partindo—yang sudah   kali diperiksa polisi karena pidato-pidatonya
                                                               Perang Dunia waktu itu, Jepang merupakan
 untuk  membantu  menyokong  keuangan  dibubarkan—dan usaha untuk mendorong   dianggap potensial mengganggu ketentraman
                                                               bagian dari kelompok axis bersama Nazi-Jerman
 keluarganya setelah menikah. Wilopo sering   gerakan politik nasionalisme menjauh dari sikap   umum. Dalam perkembangannya muncul
                                                               dan Musolini-Italia.
 memberi kursus penulisan melalui “Instituut   konservatif.  pemikiran oleh sejumlah anggota Gerindo untuk
 Jurnalistiek & Pengetahuan Oemoem” yang   mengubah garis perjuangan mereka menjadi   Runtuhnya negara kolonial oleh ekspansi Jepang
 didirikannya bersama Moh. Tabrani, Sumanang,   Saat didirikan Gerindo dipegang oleh orang-  lebih kompromis terhadap kondisi politik yang   membawa perubahan besar dan berlangsung
 dan Maruto Nitimihardjo. Di sekolah itu,   orang progresif yang rata-rata di awal usia   ada. Sedangkan kubu lain yang sangat anti
                                                               sangat cepat. Pada masa itu, para pemimpin
 Wilopo memberi pelajaran tentang ranjau-ranjau   tigapuluhan tahun seperti Amir Sjarifuddin,   sikap-sikap kooperatif menganggap bahwa
                                                               Indonesia memiliki  perbedaan  sikap  dalam
 pers. Karena pengalaman dan kecakapannya   A.K. Gani, dan Muhammad Yamin, kecuali   perjuangan harus terus dilanjutkan tanpa bekerja
                                                               berhubungan dengan Jepang. Sikap pertama
 dalam menulis, Wilopo dipercaya untuk menjadi   Mr. Sartono yang saat organisasi ini dibentuk   sama dengan penjajah. Moh. Yamin merupakan
                                                               ditunjukan Sukarno dan Hatta—yang pada
 wakil  redaktur  pada  majalah  Indonesia Raya   telah berusia 37 tahun. Tampuk pimpinan   anggota Gerindo yang kemudian masuk dalam
                                                               masa pra-perang merepresentasikan kelompok
 kepengurusan organisasi ini dipegang oleh
 yang diterbitkan oleh PPPI (Perhimpunan   volksraad, dan karenanya ia kemudian dipecat
                                                               “non-co” dan “co”—keduanya bersedia untuk
 mahasiswa kedokteran asal Sumatra, A. K.
 Pelajar-pelajar Indonesia). Selain itu, Wilopo   dari organisasi.
                                                               turut bekerjasama dengan Jepang dengan
 Gani. Sebenarnya kandidat paling potensial
 terlibat dalam berbagai organisasi yang
                                                               pertimbangan bahwa untuk melawan mereka
 untuk posisi ini adalah Amir Sjarifuddin namun   Wilopo merupakan orang yang berada di tengah-
 diperuntukan bagi para pelajar lainnya seperti
                                                               secara langsung juga tidak akan berhasil. Sikap
 karena namanya sudah sejak lama menjadi   tengah kedua pandangan itu. Pada satu sisi, ia
 Studen Islam Studieclub, dan Unitas Studisorum
                                                               kedua dimiliki oleh mereka yang menunggu
 target penangkapan PID, ia tidak bersedia   berkeyakinan bahwa kemerdekaan harus dicapai
 Indonesiensis.  Kiprahnya  berlanjut  lebih  serius
 untuk memimpin Gerindo. Adapun Wilopo   melalui perjuangan bangsa Indonesia sendiri.   waktu baik yang memegang teguh prinsip
 ketika organisasi baru bernama Gerakan Rakyat
 menjabat sebagai Wakil Ketua II merangkap   Prinsip ini tidak dapat ditawar. Namun, ia juga   tidak bekerjsama dengan Jepang, namun tidak
 Indonesia (Gerindo) didirikan pada 1937.
 sebagai Ketua Departemen Perburuhan. Dengan   dapat memahami jika ada koleganya dalam   pula mengadakan permusuhan. Sikap terakhir
 Pemberlakuan politik tangan besi kolonial   keterlibatannya dalam Gerindo, Wilopo sering   Gerindo yang berminat untuk turut terlibat   dimiliki sekelompok kecil yang melakukan
 mematikan gerak kaum  progresif  revolusioner,   memberikan kursus kepada para kader, juga   dalam politik parlementer guna memperjuangkan   klandestein untuk menlakukan perlawanan
 dan yang tersisa adalah kelompok moderat yang   memulai kedekatannya dengan kaum buruh,   aspirasi rakyat Indonesia seperti yang dilakukan   bawah tanah. Umumnya, para penggerak
 mau bekerjasama dengan pemerintah kolonial   hubungan yang terus bertahan hingga akhir   oleh Moh. Yamin. Bagi Wilopo langkah-langkah   Gerindo yang anti-fasis berada pada kelompok
 dengan  turut dalam parlemen. Gelanggang   karirnya nanti.  yang lebih moderat dapat diambil sebagai jalan   terakhir ini.





 296  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  297
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314