Page 310 - Perdana Menteri RI Final
P. 310

Era pendudukan Jepang juga berpengaruh         kalangan nasionalis dan intelektual Indonesia,                          Uang tersebut sempat ia tanam di bawah pohon   membabi buta melainkan figur yang rasional, dan
                           banyak bagi Wilopo. Selain sekolahnya di RHS   serta membentuk Jawa Hookoo Kai guna                                    tepat  di depan rumahnya  sebelum kemudia ia   penuh pertimbangan. Pada sisi lain, Wilopo juga

                           harus berhenti. Gerindo juga dibubarkan dan    memobilisasi rakyat. Dalam perkembangannya,                             titipkan kepada seorang kawan yang pengusaha.   menunjukan bahwa dirinya adalah orang yang
                           aktivitas politiknya jadi mandeg pula. Lebih dari   Wilopo pun turut terlibat dalam badan kedua                        Ketika tentara Belanda melakukan serangkaian   dapat diterima oleh semua kalangan. Ia tidak
                           itu, karena sebelum kedatangan Jepang Wilopo   badan tersebut yang memungkinkannya untuk                               penangkapan terhadap para tokoh politik        pernah memperlihatkan sifat antagonis terhadap
                           aktif dalam kelompok anti-fasis, namanya       semakin berjejaring dengan para tokoh nasional                          Indonesia, Wilopo turut dipenjara bersama      sayap kanan, maupun kiri. Lebih dari itu semua,
                           masuk dalam daftar Kenpetai. Oleh karena itu,   lainnya.  Selain  Mr.  Sartono  yang  bekerjasama                      sejumlah teman seperjuangannya. Wilopo dan     Wilopo yang dari pembawaannya tampak selalu
                           ia pernah nyaris ditangkap Kenpetai. Walupun   dengannya saat di Gunseikanbu Somubu dan                                para tahanan politik lainnya dibebaskan setelah   serius dan berhati-hati, merupakan politisi yang
                           Wilopo sendiri kemudian dibebaskan, ia pernah   kemudian saat di PUTERA, Wilopo juga                                   penandatanganan perjanjian Roem-Roeijn. Pada   sangat  menaruh  perhatian  pada  rakyat  kecil
                           dipaksa menyaksikan penyiksaan atas sejumlah   berhubungan sejumlah nama lain seperti Soediro                          sekitar bulan Oktober 1949, Wilopo berangkat   terutama kaum buruh dan petani.
                           orang Indonesia yang dianggap berbahaya oleh   yang kemudian menjadi Gubernur Jakarta,                                 ke  Den  Haag  untuk  memantau  pelaksanaan

                           pemerintah Dai Nipon. Terlepas dari itu semua,   dan  Harsono  Tjokroaminoto—putra  tokoh                              KMB dengan status sebagai penasihat urusan     WILOPO DAN BURUH
                           pada zaman yang penuh ketidak normalan ini,    Islam  H.O.S.  Tjokroaminoto  yang  kemudian                            kepegawaian yang tugasnya menyampaikan
                                                                                                                                                                                                 Sepulang dari melakukan muhibah ke luar
                           Wilopo malah memperoleh pekerjaan pada         menjadi orang kepercayaan Jenderal Soedirman.                           laporan paling mutakhir dari perundingan       negeri, Wilopo diangkat menjadi bagian dari
                           Gunseikanbu Somubu. Kenyataan ini terasa aneh   Karena jabatannya dalam Hookoo Kai, Wilopo                             Indonesia-Belanda itu.                         kabinet RIS yang dipimpin Hatta. Posisinya
                           mengingat kiprah politiknya dalam Gerindo      diwajibkan pula untuk menjadi wakil ketua
                                                                                                                                                                                                 waktu itu adalah sebagai Menteri Perburuhan.
                                                                                                                                                  Tugas lain yang harus ia kerjakan selama berada
                           yang sangat anti-fasis. Namun, Wilopo memiliki   Suisintai yang kemudian dikenal sebagai Barisan
                                                                                                                                                                                                 Dalam periode sebelumnya, semisal saat Amir
                           pertimbangan yang rasional. Bagi Wilopo,       Pelopor. Pada kesempatan inilah Wilopo                                  di  Eropa  adalah  melakukan  penyelidikan
                                                                                                                                                                                                 menjabat  perdana menteri, posisi menteri
                           bekerja lebih baik ketimbang ditahan. Kantor   berhubungan dekat dengan Muwardi, dokter                                mengenai   persoalan  perburuhan.   Wilopo
                                                                                                                                                                                                 perburuhan sebisa mungkin selalu dipertahankan
                           tempat Wilopo bekerja bernama Gunseikanbu      yang menjadi pemimpin Barisan Pelopor dan                               melakukannya pekerjaan ini dengan cara
                                                                                                                                                                                                 oleh wakil kelompok sayap kiri karena begitu
                           Somubu Indonesia Bunsitsu yang merupakan       Barisan Banteng saat revolusi fisik.                                    pergi ke perpustakaan-perpustakaan, juga ke
                                                                                                                                                                                                 pentingnya urusan ini bagi mereka. Akan tetapi,
                           badan untuk urusan penduduk Indonesia secara                                                                           Perancis dan Swiss untuk mengadakan sejumlah   berbeda dengan Hatta yang memilih Wilopo
                                                                          Relasi politik Wilopo semakin luas setelah
                           umum. Dalam badan ini, Wilopo bertugas                                                                                 pembicaraan   tentang  keanggotaan   dalam     karena kapasitasnya dan reputasinya yang baik
                                                                          Indonesia   memproklamirkan    kemerdekaan.
                           untuk mengepalai urusan sosial dan perburuhan.                                                                         International Labour Organization. Selanjutnya
                                                                                                                                                                                                 di  kalangan  buruh.  Posisi  dan  keberpihakan
                                                                          Memasuki era baru itu, Wilopo mulai mengambil
                           Dengan melakukan tugasnya pada badan                                                                                   Wilopo juga melakukan muhibah ke Mesir dan     Wilopo terhadap kelompok buruh ini tidak
                                                                          banyak peran dalam gelanggang politik dan
                           bentukan Jepang tersebut, Wilopo menjadi                                                                               India. Pengalaman tersebut merupakan kali      muncul begitu saja, melainkan terbentuk melalui
                                                                          pemerintahan. Ketika pada awal 1946, PNI di
                           sekain mengenal persoalan-persoalan yang                                                                               pertama bagi Wilopo untuk mengijakan kaki ke   pergulatan panjang yang mempertautkan
                                                                          bentuk di Kediri, Wilopo dipilih menjadi ketua
                           dihadapi para buruh maupun kaum tani.                                                                                  negeri-negeri di luar Indonesia. Meskipun hanya   pengetahuan  dari  literatur  yang  dibacanya
                                                                          untuk wilayah Jawa Barat. Oleh karenanya ia
                                                                                                                                                  berlangsung singkat, Wilopo mampu menyerap     saat muda, ideologi sebagai seorang PNI yang
                           Kiprahnya dalam badan bentukan Jepang juga     kemudian turut serta dalam KNIP sebagai wakil
                                                                                                                                                  dan mengumpulkan banyak pengetahuan. Selain    marhaenis, dan ikatan emosional yang tumbuh
                           menyambung kembali jejaring Wilopo dengan      dari PNI. Wilopo dipercaya menjadi menteri
                                                                                                                                                  itu, ia juga sangat terkesan dengan praktek    dari pengalaman serta interaksi langsung dengan
                           sejumlah tokoh pergerakan. Ketika ia bekerja   muda dalam kabinet Amir Sjarifuddin untuk
                                                                                                                                                  demokrasi terutama yang berlangsung di Swiss.  menyelami kehidupan kaum marginal.
                           pada kantor Gunseikanbu Somubu, Wilopo         mendampingi SK Trimurti. Ketika Yogyakarta
                           dapat berkumpul dengan Mr. Sartono kawannya    mengalami agresi Belanda yang kedua, Wilopo                             Dalam penjelajahan politiknya yang telah       Saat pendudukan Jepang, ketika Wilopo
                           di Gerindo, dan M. Assat kolega sesama         yang menjabat Sekretaris Jendral Kementrian                             dimulai sejak usia muda, Wilopo menunjukan     menjadi  bagian Gunseikanbu  Somubu  bagian
                           pengajar di Perguruan Rakyat. Pada 1943,       memilih untuk tetap berada di dalam kota. Salah                         posisinya dengan sangat jelas bahwa ia bagian dari   sosial dan perburuhan, ia menangani satu kasus
                           Pemerintah Pendudukan Jepang membentuk         satu alasannya adalah karena ia harus menyimpan                         kalangan nasionalis. Namun, sebagai seorang    penyerobotan tanah di Kranji dan Tambun. Akar
                           Putera untuk menarik sebanyak mungkin          uang untuk gaji pegawai pada kementriannya.                             PNI, ia seorang bukanlah loyalis fanatik yang   masalah ini berasal dari zaman kolonial Belanda





                           298   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  299
   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314   315