Page 311 - Perdana Menteri RI Final
P. 311

Era pendudukan Jepang juga berpengaruh   kalangan nasionalis dan intelektual Indonesia,   Uang tersebut sempat ia tanam di bawah pohon   membabi buta melainkan figur yang rasional, dan
 banyak bagi Wilopo. Selain sekolahnya di RHS   serta membentuk Jawa Hookoo Kai guna   tepat  di depan rumahnya  sebelum kemudia ia   penuh pertimbangan. Pada sisi lain, Wilopo juga

 harus berhenti. Gerindo juga dibubarkan dan   memobilisasi rakyat. Dalam perkembangannya,   titipkan kepada seorang kawan yang pengusaha.   menunjukan bahwa dirinya adalah orang yang
 aktivitas politiknya jadi mandeg pula. Lebih dari   Wilopo pun turut terlibat dalam badan kedua   Ketika tentara Belanda melakukan serangkaian   dapat diterima oleh semua kalangan. Ia tidak
 itu, karena sebelum kedatangan Jepang Wilopo   badan tersebut yang memungkinkannya untuk   penangkapan terhadap para tokoh politik   pernah memperlihatkan sifat antagonis terhadap
 aktif dalam kelompok anti-fasis, namanya   semakin berjejaring dengan para tokoh nasional   Indonesia, Wilopo turut dipenjara bersama   sayap kanan, maupun kiri. Lebih dari itu semua,
 masuk dalam daftar Kenpetai. Oleh karena itu,   lainnya.  Selain  Mr.  Sartono  yang  bekerjasama   sejumlah teman seperjuangannya. Wilopo dan   Wilopo yang dari pembawaannya tampak selalu
 ia pernah nyaris ditangkap Kenpetai. Walupun   dengannya saat di Gunseikanbu Somubu dan   para tahanan politik lainnya dibebaskan setelah   serius dan berhati-hati, merupakan politisi yang
 Wilopo sendiri kemudian dibebaskan, ia pernah   kemudian saat di PUTERA, Wilopo juga   penandatanganan perjanjian Roem-Roeijn. Pada   sangat  menaruh  perhatian  pada  rakyat  kecil
 dipaksa menyaksikan penyiksaan atas sejumlah   berhubungan sejumlah nama lain seperti Soediro   sekitar bulan Oktober 1949, Wilopo berangkat   terutama kaum buruh dan petani.
 orang Indonesia yang dianggap berbahaya oleh   yang kemudian menjadi Gubernur Jakarta,   ke  Den  Haag  untuk  memantau  pelaksanaan

 pemerintah Dai Nipon. Terlepas dari itu semua,   dan  Harsono  Tjokroaminoto—putra  tokoh   KMB dengan status sebagai penasihat urusan   WILOPO DAN BURUH
 pada zaman yang penuh ketidak normalan ini,   Islam  H.O.S.  Tjokroaminoto  yang  kemudian   kepegawaian yang tugasnya menyampaikan
                                                               Sepulang dari melakukan muhibah ke luar
 Wilopo malah memperoleh pekerjaan pada   menjadi orang kepercayaan Jenderal Soedirman.   laporan paling mutakhir dari perundingan   negeri, Wilopo diangkat menjadi bagian dari
 Gunseikanbu Somubu. Kenyataan ini terasa aneh   Karena jabatannya dalam Hookoo Kai, Wilopo   Indonesia-Belanda itu.  kabinet RIS yang dipimpin Hatta. Posisinya
 mengingat kiprah politiknya dalam Gerindo   diwajibkan pula untuk menjadi wakil ketua
                                                               waktu itu adalah sebagai Menteri Perburuhan.
               Tugas lain yang harus ia kerjakan selama berada
 yang sangat anti-fasis. Namun, Wilopo memiliki   Suisintai yang kemudian dikenal sebagai Barisan
                                                               Dalam periode sebelumnya, semisal saat Amir
 pertimbangan yang rasional. Bagi Wilopo,   Pelopor. Pada kesempatan inilah Wilopo   di  Eropa  adalah  melakukan  penyelidikan
                                                               menjabat  perdana menteri, posisi menteri
 bekerja lebih baik ketimbang ditahan. Kantor   berhubungan dekat dengan Muwardi, dokter   mengenai  persoalan  perburuhan.  Wilopo
                                                               perburuhan sebisa mungkin selalu dipertahankan
 tempat Wilopo bekerja bernama Gunseikanbu   yang menjadi pemimpin Barisan Pelopor dan   melakukannya pekerjaan ini dengan cara
                                                               oleh wakil kelompok sayap kiri karena begitu
 Somubu Indonesia Bunsitsu yang merupakan   Barisan Banteng saat revolusi fisik.  pergi ke perpustakaan-perpustakaan, juga ke
                                                               pentingnya urusan ini bagi mereka. Akan tetapi,
 badan untuk urusan penduduk Indonesia secara   Perancis dan Swiss untuk mengadakan sejumlah   berbeda dengan Hatta yang memilih Wilopo
 Relasi politik Wilopo semakin luas setelah
 umum. Dalam badan ini, Wilopo bertugas   pembicaraan  tentang  keanggotaan  dalam  karena kapasitasnya dan reputasinya yang baik
 Indonesia  memproklamirkan  kemerdekaan.
 untuk mengepalai urusan sosial dan perburuhan.   International Labour Organization. Selanjutnya
                                                               di  kalangan  buruh.  Posisi  dan  keberpihakan
 Memasuki era baru itu, Wilopo mulai mengambil
 Dengan melakukan tugasnya pada badan   Wilopo juga melakukan muhibah ke Mesir dan   Wilopo terhadap kelompok buruh ini tidak
 banyak peran dalam gelanggang politik dan
 bentukan Jepang tersebut, Wilopo menjadi   India. Pengalaman tersebut merupakan kali   muncul begitu saja, melainkan terbentuk melalui
 pemerintahan. Ketika pada awal 1946, PNI di
 sekain mengenal persoalan-persoalan yang   pertama bagi Wilopo untuk mengijakan kaki ke   pergulatan panjang yang mempertautkan
 bentuk di Kediri, Wilopo dipilih menjadi ketua
 dihadapi para buruh maupun kaum tani.  negeri-negeri di luar Indonesia. Meskipun hanya   pengetahuan  dari  literatur  yang  dibacanya
 untuk wilayah Jawa Barat. Oleh karenanya ia
               berlangsung singkat, Wilopo mampu menyerap      saat muda, ideologi sebagai seorang PNI yang
 Kiprahnya dalam badan bentukan Jepang juga   kemudian turut serta dalam KNIP sebagai wakil
               dan mengumpulkan banyak pengetahuan. Selain     marhaenis, dan ikatan emosional yang tumbuh
 menyambung kembali jejaring Wilopo dengan   dari PNI. Wilopo dipercaya menjadi menteri
               itu, ia juga sangat terkesan dengan praktek     dari pengalaman serta interaksi langsung dengan
 sejumlah tokoh pergerakan. Ketika ia bekerja   muda dalam kabinet Amir Sjarifuddin untuk
               demokrasi terutama yang berlangsung di Swiss.   menyelami kehidupan kaum marginal.
 pada kantor Gunseikanbu Somubu, Wilopo   mendampingi SK Trimurti. Ketika Yogyakarta
 dapat berkumpul dengan Mr. Sartono kawannya   mengalami agresi Belanda yang kedua, Wilopo   Dalam penjelajahan politiknya yang telah   Saat pendudukan Jepang, ketika Wilopo
 di Gerindo, dan M. Assat kolega sesama   yang menjabat Sekretaris Jendral Kementrian   dimulai sejak usia muda, Wilopo menunjukan   menjadi  bagian Gunseikanbu  Somubu  bagian
 pengajar di Perguruan Rakyat. Pada 1943,   memilih untuk tetap berada di dalam kota. Salah   posisinya dengan sangat jelas bahwa ia bagian dari   sosial dan perburuhan, ia menangani satu kasus
 Pemerintah Pendudukan Jepang membentuk   satu alasannya adalah karena ia harus menyimpan   kalangan nasionalis. Namun, sebagai seorang   penyerobotan tanah di Kranji dan Tambun. Akar
 Putera untuk menarik sebanyak mungkin   uang untuk gaji pegawai pada kementriannya.   PNI, ia seorang bukanlah loyalis fanatik yang   masalah ini berasal dari zaman kolonial Belanda





 298  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  299
   306   307   308   309   310   311   312   313   314   315   316