Page 303 - Perdana Menteri RI Final
P. 303

Jika tidak ada pertandingan yang disaksikan,   sangat berbeda. Purworejo adalah kota,   PENGGEMBLENGAN  dengan Kotabaru. Selama di Yogyakarta, Wilopo
 Wilopo  dan teman-temannya  akan bertanding   sedangkan Loano lebih bersifat pedesaan. Bagi   tinggal di rumah pamannya, Mas Nirman yang
               Sekolah MULO berada di kota Magelang.
 bola sendiri.   Pak Mantri Guru, perpindahan ini tidak lagi   seorang pensiunan kepala sekolah.
               Selama belajar di sana, Wilopo mondok di rumah
 bisa ditawar, karena pekerjaan barunya sebagai
 Sepakbola dimainkan di alun-alun kota   Janda Wedana Bendungan dengan  geldkost   Pelajaran  di  sekolah  dapat  dikuasainya  dengan
 SO (School Opziener) membuatnya harus tinggal   sebesar f.12.5,- setiap bulannya. Untuk keperluan
 Purworejo yang tata ruangnya masih mengikuti                  cukup baik. Artinya Wilopo yang memang
 di Sekolah. Bagi Wilopo, perpindahan ini tidak   ini, uang bulanan diberikan oleh dokter Soekadi.
 konsep tradisional catur gatra dengan dua                     dikenal  sebagai  pribadi  yang  serius  tidak
 menimbulkan masalah. Ia sudah sangat terbiasa   Pada bulan keenam, Wilopo mulai menerima
 beringin besar di tengahnya, serta terdapat                   tertinggal dengan teman-temannya. Hanya saja
 dengan suasana desa. Ia suka pergi ke desa   beasiswa. Dan ia juga memperoleh rapelan
 kantor bupati, dan masjid di dekatnya. Tempat                 pada saat itu, Wilopo juga sudah mulai masuk
 mengikuti anak-anak lain yang tinggal ditempat   beasiswa selama enam bulan dari masa studinya
 tinggal Wilopo berada di pusat kota, tidak jauh               dalam organisasi pergerakan yang ternyata
 Pak Mantri Guru pulang kampung ketika ada   yang dilaluinya dengan biaya dokter Soekadi
 alun-alun dan Pecinan. Pecinan adalah kawasan                 cukup banyak menyita waktu dan perhatiannya.
 libur sekolah.  yang besarnya mencapai f.120,-. Selama sekolah,
 yang selalu ramai karena banyak toko dan                      Menjelang masa studinya berakhir, ia menyadari
               ia berkawan dekat Abdulrasjid, teman bermain
 menjadi pusat perdagangan. Sesekali Wilopo                    bahwa terdapat nilai salah satu pelajaran yang
 Tiga tahun tinggal di Loano, Wilopo sudah   bola sekaligus kakak tingkat dua tahun di atas
 datang  ke  Pecinan  untuk  membeli kebutuhan                 rata-rata, walaupun untuk mata pelajaran
 hampir menyelesaikan sekolahnya. Tak berselang   Wilopo. Mereka banyak menghabiskan waktu
 sekolah.                                                      yang lain nilainya cukup bagus. Keadaan ini
 lama kemudian, keluarga ini pindah lagi ke   saat  liburan untuk  pergi  bersama,  dengan
                                                               membuatnya sulit untuk memperoleh beasiswa
 Wilopo  bersekolah  di  HIS  (Hollands Indische   Purworejo. Kini giliran Wilopo yang sudah   menggunakan sisa uang kost. Selain bermain bola,
                                                               untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang
 School), sekolah Belanda untuk kaum bumiputera.   mengantongi  ijazah  HIS  harus  menentukan   Wilopo juga masuk dalam organisasi kepanduan
                                                               berikutnya.  Akhirnya,  Wilopo  memang  tamat
 Karena  Pak  Mantri  Guru  Prawirodihardjo   langkah yang akan ia tempuh selanjutnya. Pak   Natipij (Nationaal Islamistische Padvinderij) milik
                                                               dari AMS-B namun tanpa jaminan akan
 menguasai  bahasa  Belanda  dengan  baik,   Mantri Guru tentu memilih OSVIA, bahkan   Sarikat Islam dimana ia memperoleh pelajaran
                                                               memperoleh beasiswa untuk studi berikutnya.
 sebenarnya Wilopo memiliki kesempatan   ia  sudah  mempersiapkan  udheng  (ikat kepala)   sholat. Walaupun ia tumbuh  dan dibesarkan
 untuk bersekolah di ELS (Europesche Lagere   untuk Wilopo, sebab sudah menjadi adatnya jika   dalam keluarga Pak Mantri Guru yang memeluk
                                                               Dalam kondisi ini, Wilopo merasakan bahwa apa
 School) yang lebih elit. Bahkan pamannya   para  pelajar  OSVIA  mengenakan  ikat  kepala   Islam, tampaknya ia lebih kuat dalam memegang
                                                               yang dahulu pernah direncanakan Pak Mantri
 yang  menyekolahkan  anak-anaknya  di  ELS   sebagai pelengkap busana mereka. Pertimbangan   tradisi Jawa.  Dari  Pak  Mantri  Guru,  Wilopo
                                                               Guru untuk memintanya sekolah di OSVIA
 menjamin bahwa Wilopo pasti diterima jika   memasukan  Wilopo  ke  sekolah  itu  sebenarnya   kerap memperoleh pelajaran yang disampaikan
                                                               setelah tamat HIS ada benarnya. Karena selepas
 mendaftar di sana. Akan tetapi Pak Mantri   dalam bait-bait tembang.
 sederhana saja. Harapannya, ketika Wilopo lulus
                                                               OSVIA ia lebih mudah untuk memperoleh
 Guru Prawirodihardjo memiliki rencana lain.
 nanti ia akan mudah dapat kerja, dan waktu
               Setelah menempuh pendidikannya selama empat     pekerjaan. Sedangkan sebagai lulusan AMS-B,
 Ia menginginkan Wilopo kelak dapat menjadi
 untuk menuju lulus juga tidak terlalu lama.
               tahun, Wilopo memperoleh ijazah MULO.           walaupun juga terbuka peluang bekerja, Wilopo
 pegawai bumiputra, maka oleh karena itu ia ingin
 Selama itu, Pak Mantri Guru masih sanggup                     juga berkeinginan melanjutkan sekolahnya.
 Wilopo melanjutkan sekolahnya ke OSVIA   Kawannya, Abdulrasjid memilih untuk tidak
 memberinya biaya. Hanya saja atas saran dari                  Hanya saja untuk meminta ongkos dari Pak Mantri
 (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren)   melanjutkan studi untuk bekerja sebagai  klerk
 seorang saudaranya, rencana ini berubah. Wilopo               Guru juga tidak lagi memungkinkan karena
 setelah tamat dari HIS.  (juru tulis) di Semarang. Nasib Wilopo lain
 kemudian masuk MULO (Meer Uitgebreid Lager                    biaya sekolah di THS (Technischehoogeschool)
               cerita. Ia beruntung nilai raportnya cukup baik
 Selama bersekolah, Wilopo pernah pindah   Onderwijs) yang memungkinkannya setelah lulus   sehingga mempermudahnya untuk memperoleh   seperti yang ia cita-citakan ditambah lagi
 rumah, mengikuti Pak Mantri Guru yang juga   untuk  meneruskan  ke AMS  dan perguruan   beasiswa. Karena itu, Wilopo berangkat ke   dengan biaya hidup tidak akan dapat dibayar
 pindah tugas. Dari kota Purworejo mereka   tinggi. Untuk sementara waktu, masalah   Yogyakarta untuk menyambung sekolahya di   oleh orang tuanya tanpa memperoleh besiswa.
 pindah ke Loano yang walaupun jaraknya tidak   keuangan untuk biaya sekolah Wilopo dapat   AMS-B Yogyakarta. Sekolah Wilopo berada   Untuk memecahkan persoalan ini, Pak Mantri
 terlalu jauh terpaut beberapa kilometer saja,   teratasi berkat bantuan seorang kerabat yang   di kawasan yang merupakan enclave bagi orang-  Guru mengajaknya berembug. Tetapi kali ini
 namun coraknya dan kehidupan masyarakatnya   berkerja sebagai dokter.  orang Belanda yang tinggal di kota ini, dikenal   bukan  hanya  mereka  berdua  saja,  melainkan





 290  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  291
   298   299   300   301   302   303   304   305   306   307   308